Purbaya Minta Pegawai Bea Cukai Diberi Kesempatan Setahun

Perbaikan Kinerja Ditjen Bea dan Cukai

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui bahwa kinerja pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan mulai menunjukkan perbaikan setelah adanya ancaman pembekuan instansi tersebut. Ia telah meminta waktu selama satu tahun kepada Presiden Prabowo untuk memperbaiki kinerja direktorat tersebut.

Purbaya menyatakan bahwa sebenarnya pegawai Ditjen Bea dan Cukai memiliki kapasitas yang baik dalam bekerja. Namun, ia menilai diperlukan dorongan agar kinerjanya bisa mencapai tingkat maksimal.

Kita minta waktu satu tahun untuk memperbaiki Bea Cukai. Ini kan beberapa minggu aja udah kayak gini, udah lumayan nih. Artinya mereka mampu. Memang perlu didorong-dorong aja, ujar Purbaya ketika ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat (12/12).

Menurutnya, dengan dorongan yang tepat, pegawai Ditjen Bea dan Cukai akan mampu meningkatkan kinerjanya. Ia menambahkan bahwa jika dalam setahun ke depan tidak ada kemajuan, maka pihaknya akan mempertimbangkan kembali rencana pembekuan institusi tersebut. Namun, jika terjadi peningkatan yang signifikan, maka tidak perlu lagi dilakukan.

Fokus pada Perbaikan Kinerja

Purbaya menegaskan bahwa saat ini fokus utamanya adalah memperbaiki kinerja Ditjen Bea dan Cukai secara maksimal. Salah satu langkah yang diambil adalah pemasangan teknologi sebanyak mungkin serta pelatihan bagi pegawai.

Kalau membangun yang baru mungkin nggak segampang itu, jadi kita luruskan aja semuanya, tambahnya.

Tanggapan MenPANRB Rini Widyantini

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Rini Widyantini memberikan pernyataan mengenai nasib 16 ribu pegawai atau Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Bea dan Cukai yang bisa terdampak jika institusi tersebut dibekukan.

Rini mengatakan bahwa ia belum bertemu dengan Purbaya untuk membahas hal tersebut. Ia mengaku telah mengusulkan pertemuan tersebut tetapi terkendala oleh kesibukan dan jadwal keduanya.

Saya belum diskusi dengan Pak Menteri Purbaya, karena masalah pegawai itu kan tadi kaitannya dengan masalah organisasi. Nanti tentunya saya harus lihat apakah lembaganya atau sistemnya yang memang harus diperbaiki, baru kita bicara orangnya, tutur Rini di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (11/12).

Langkah-Langkah yang Diperlukan

Untuk mencapai peningkatan kinerja yang optimal, beberapa langkah penting perlu dilakukan. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:

  • Peningkatan Teknologi
    Pembaruan infrastruktur teknologi menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi kerja. Dengan teknologi yang lebih canggih, proses pengawasan dan pemeriksaan barang bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.

  • Pelatihan Pegawai
    Pelatihan berkala bagi para pegawai sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka. Hal ini juga akan memastikan bahwa semua staf mampu menjalankan tugas sesuai standar yang ditetapkan.

  • Peningkatan Motivasi dan Disiplin
    Dengan adanya dorongan dan pengawasan yang lebih ketat, motivasi pegawai dapat meningkat. Selain itu, disiplin dalam menjalankan tugas juga akan berdampak positif terhadap kinerja keseluruhan.

  • Evaluasi Sistem Manajemen
    Evaluasi terhadap sistem manajemen internal sangat penting untuk mengidentifikasi kelemahan dan memperbaiki prosedur yang kurang efektif.

Dengan langkah-langkah di atas, Ditjen Bea dan Cukai diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya secara signifikan dalam waktu satu tahun. Jika tidak tercapai, maka kemungkinan besar rencana pembekuan akan dipertimbangkan kembali.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan