Pusat Olahraga Indramayu Kosongkan, 74 PKL Dibubarkan Pembina Akhirnya Buka Fakta

Pusat Olahraga Indramayu Kosongkan, 74 PKL Dibubarkan  Pembina Akhirnya Buka Fakta

Rapat Koordinasi Strategis untuk Revitalisasi Sport Center Indramayu

Pemerintah Kabupaten Indramayu menggelar rapat koordinasi strategis untuk memastikan kelancaran proyek revitalisasi Sport Center. Tujuan utama dari rapat ini adalah menata ulang kawasan agar lebih representatif sebagai pusat olahraga dan rekreasi masyarakat.

Rapat yang berlangsung di ruang Sekretaris Daerah ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispara), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Camat Indramayu, Danramil 1601, Lurah Karanganyar, serta perwakilan dari Karang Taruna (Katar) Karanganyar dan Paguyuban Pedagang Sport Center.

Langkah Sterilisasi Area

Kepala Dispara, Ahmad Syadeli, menjelaskan bahwa langkah sterilisasi area dari aktivitas pedagang kaki lima (PKL) diperlukan untuk memperlancar mobilisasi alat berat dan material konstruksi, sehingga proyek dapat berjalan tepat waktu tanpa hambatan.

Syadeli menambahkan, revitalisasi ini tidak hanya bertujuan mempercantik tampilan Sport Center, tetapi juga menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pedagang di masa depan, dengan rencana pendataan ulang untuk integrasi mereka ke dalam kawasan baru.

Konsep Penataan Pedagang yang Lebih Estetik

Sementara itu, Kepala Satpol PP, Teguh Budiarso, mengusulkan konsep penataan pedagang yang lebih estetik, di mana area tersebut bisa dikembangkan menjadi ikon kuliner baru di Indramayu, sehingga menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan perekonomian lokal.

Budiarso berharap, setelah revitalisasi, Sport Center tidak lagi sekadar fasilitas olahraga, melainkan destinasi multifungsi yang menggabungkan rekreasi, olahraga, dan kuliner, demi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dukungan dan Kekecewaan dari Pedagang

Di sisi lain, Ketua Paguyuban Pedagang Sport Center, Nurbaeti, yang mewakili 74 pedagang, menyampaikan dukungan mereka terhadap proyek ini, namun meminta pemerintah mempertimbangkan dampak ekonomi bagi para pedagang yang bergantung pada lokasi tersebut.

Nurbaeti menekankan, para pedagang menghadapi dilema antara mendukung pembangunan dan menjaga kelangsungan usaha, sehingga memohon fasilitasi dari Dispara, baik berupa izin berjualan sementara maupun relokasi ke lokasi alternatif.

Pembina pedagang, Kang Supardi, juga menyuarakan kekhawatiran serupa, menuntut solusi konkret dari Pemkab Indramayu, seperti penyediaan tempat relokasi yang layak agar roda ekonomi pedagang tetap berputar selama proses konstruksi berlangsung.

Proyek Revitalisasi sebagai Bagian dari Upaya Pemkab

Proyek revitalisasi Sport Center ini dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya Pemkab Indramayu dalam meningkatkan fasilitas olahraga bertaraf nasional, sekaligus memajukan potensi pariwisata dan mendukung pertumbuhan UMKM di daerah tersebut.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan