
Peran dan Karier I Komang Koheri
I Komang Koheri memiliki peluang besar untuk naik jabatan dari Wakil Bupati menjadi Bupati di Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung. Hal ini terjadi setelah Bupati Lamteng Ardito Wijaya ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus korupsi pada Rabu (10/12/2025). Dengan status tersangka Ardito Wijaya, Komang Koheri akan secara otomatis menjadi Bupati jika ia resmi mengundurkan diri.
Ardito Wijaya dan Komang Koheri dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Sesuai aturan, jika bupati berhalangan tetap, maka wakil bupati akan menjadi pelaksana tugas atau Plt. Dengan demikian, Komang Koheri akan menjadi Plt Bupati Lampung Tengah.
Pada tahap selanjutnya, Menteri Dalam Negeri akan mengangkat Komang Koheri menjadi bupati definitif berdasarkan usulan dari DPRD dengan masa jabatan sesuai periode yang sedang berjalan. Meski begitu, Komang Koheri tidak memberikan jawaban jelas apakah dirinya akan ditunjuk sebagai Plt Bupati atau tidak. Ia hanya menyatakan bahwa dirinya akan tetap melaksanakan tugas-tugas sebagai Wakil Bupati sesuai dengan perannya dalam Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lampung Tengah.
"Yang jelas, saya sebagai wakil bupati tetap melaksanakan tugas-tugas saya dalam koridor kita. Yang jelas, semua berjalan dengan baik," ujar Komang Koheri dikutip dari kompas.com. Ia juga menegaskan bahwa pemerintahan di kabupaten masih berjalan meskipun sang Bupati, Ardito Wijaya, ditangkap KPK.
Jika nanti ditetapkan menjadi Bupati Lampung Tengah, maka Komang Koheri akan tercatat sebagai putra Bali pertama yang sukses menjadi bupati di luar Bali pada era reformasi. Pengamat politik I Gusti Putu Artha menyebutkan bahwa Komang Koheri menjadi bupati pertama suku Bali di luar Bali di era reformasi. Pada masa Orde Baru, Wayan Dirpa pernah menjadi Bupati Lampung Barat yang ditunjuk oleh Presiden Soeharto.
Awal Karier sebagai Pedagang Beras
Komang Koheri merintis karirnya sejak ia duduk di bangku kuliah. Diketahui bahwa ia pernah mengawali karirnya sebagai pedagang beras. Ia lahir di Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputihraman, Lamteng, pada tanggal 25 November 1972. Komang Koheri juga dibesarkan di Kampung Rama Dewa. Ia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan I Made Linteb dan Ni Made Sasih, pasutri transmigran asal Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali.
Di kampung halamannya, Komang Koheri dikenal sebagai pengusaha sukses. Menurut Koheri, sapaan akrabnya, dirinya menekuni dunia usaha sejak duduk di bangku perguruan tinggi. Sambil kuliah di Jurusan Manajemen STIE Lampung, Koheri berdagang beras. Sebagai pedagang, tentu saja dia pernah mengalami pahit dan getirnya berbisnis. Dia sadar kemampuan akademiknya tidak terlalu bagus, sehingga tak berniat melamar pekerjaan di perusahaan. Sebab, bila melamar pekerjaan, pasti yang dilihat nilai akademik dulu ketimbang skill.
Nah, dengan nilai akademik yang tidak bagus, Koheri kemudian memilih berwiraswasta. Selain menjual beras, dia juga menjual hasil perkebunan seperti sawit dan karet, serta merambah ke properti dan kontraktor. Koheri selanjutnya mendirikan Koperasi Tri Darma, yang menjadi cikal bakal terbentuknya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tara tahun 1999. Nama BPR Tara dia ambil dari singkatan nama panggilan kedua anaknya, Luh Tasya Saraswati alias Tasya dan Komang Raja Seva Mayday alias Raja.
Menurut Koheri, dirinya mendirikan BPR Tara demi membantu masyarakat agar tidak terjerat rentenir. Melalui BPR Tara yang didirikannya, Koheri ingin membangun daerah kelahirannya.
Kader PDIP Tulen
Setelah sukses menjadi pengusaha, Komang Koheri terjun ke dunia politik dengan menjadi kader PDIP. Alasannya, agar bisa berkontribusi lebih luas lagi dalam membangun daerahnya. Dia mengawali kiprahnya sebagai Ketua DPC PNI Marhaenisme Lampung Tengah, lantaran senang dengan ajaran Marhaen dan Tri Sakti Bung Karno.
Setelah dua kali periode duduk di DPRD Lampung (2009-2014 dan 2014-2019), Komang Koheri ditugasi PDIP maju berebut kursi DPR RI Dapil Lampung II dalam Pileg 2019. Suami dari Ni Ketut Dewi Nadi ini merupakan satu-satunya krama Bali perantauan di Lampung yang maju berebut kursi DPR RI dalam Pileg 2019. Hasilnya, Komang Koheri terpilih sehingga naik kelas menjadi anggota DPR RI 2019-2024.
Pada Pileg 2024, Komang Koheri gagal kembali ke Senayan. Namun, dia kemudian digaet oleh Ardito Wijaya menjadi calon wakil bupati pada Pilkada Lampung Tengah, dan pasangan ini akhirnya menang dengan suara mutlak.
Profil I Komang Koheri
- Nama: I Komang Koheri, SE
- Tempat Lahir: Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah
- Tanggal Lahir: 25 November 1972
- Nama Orangtua: I Made Linteb dan Ni Made Sasih
- Nama Istri: Ni Ketut Dewi Nadi
Riwayat Pendidikan
- SD Negeri 1 Rama Dewa (19791985)
- SMP Negeri 1 Seputih Raman (19851988)
- SMA Negeri 1 Kotagajah (19881991)
- S-1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Lampung (19921996)
Riwayat Organisasi
- Bendahara DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lampung Tengah
- Sekretaris Taruna Merah Putih Kabupaten Lampung Tengah
- Ketua Paguyuban Bali Lampung
- Ketua Gannas
Karier Politik
- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung (20092014, 20142019)
- Anggota DPR-RI, Komisi VIII (20192024)
- Wakil Bupati Lampung Tengah (2025-2030)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar