
Putri Kusuma Wardani akan menjadi satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia dalam turnamen Malaysia Open 2026 yang berlangsung pada 6 hingga 11 Januari. Sebelumnya, terdapat dua atlet tunggal putra yang mendaftar untuk kompetisi Super 1000 ini. Namun, Gregoria Mariska Tunjung memutuskan untuk mundur dari Malaysia Open dan India Open 2026.
Gregoria sebelumnya terakhir kali tampil pada SEA Games 2025 di Thailand dalam nomor beregu. Selama tahun 2025, dia sering absen karena mengalami penyakit vertigo menjelang Sudirman Cup 2025. Ia kembali berkompetisi pada Japan Open 2025, tetapi harus mundur dari beberapa turnamen akibat kambuhnya penyakit tersebut.
Pencapaian terbaik Gregoria adalah saat ia menjadi runner-up dalam Kumamoto Masters 2025. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyampaikan bahwa Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah menyetujui permohonan protected ranking yang diajukan oleh Gregoria. Proteksi ini berlaku selama minimal tiga bulan hingga satu tahun, mulai 30 Desember 2025.
Permohonan protected ranking ini diajukan oleh PBSI sesuai dengan regulasi BWF, mengingat kondisi medis Gregoria yang mengalami penyakit vertigo. Kondisi ini memerlukan penanganan medis secara berkelanjutan dan masa pemulihan yang terukur, sehingga membuatnya tidak dapat berpartisipasi dalam rangkaian turnamen internasional BWF.
Putri KW akan menghadapi Manami Suizu pada babak pertama Malaysia Open 2026. Jika berhasil menang, ia bisa melawan pemenang antara Line Christophersen (Denmark) dan Beiwen Zhang (Amerika Serikat). Jika skenario ini tercapai, Putri KW kemungkinan besar terhindar dari An Se-young (Korea Selatan) yang berada di bagian bawah draw.
Namun, Wang Zhi Yi (Cina) menjadi ancaman jika berhasil mengalahkan Kirsty Gilmour (Skotlandia) pada babak pertama. Wang, yang sering menjadi korban An selama BWF World Tour 2025, berpeluang bertemu dengan Putri KW pada perempat final.
Di sisi lain, Indonesia masih mencari pendamping Putri KW agar bisa menghadapi persaingan di level tinggi. Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi diharapkan bisa mendampingi Putri Kusuma Wardani dan Gregoria Mariska Tunjung.
Pemain berusia 19 tahun ini pada tahun lalu menjadi Juara Indonesia Masters Super 100. Saat memulai debutnya di level Super 300 pada Korea Masters 2025, dia mencapai semifinal dan terhenti di perempat final Kumamoto Masters 2025.
"Untuk Dhinda, saya siapkan untuk naik ke level 300-500 ya. Tahun lalu dia sudah juara super 100 di Surabaya," ujar pelatih kepala tunggal putri PBSI, Imam Thohari, saat diwawancarai di pelatnas Cipayung, Jakarta.
"Saya harap dia lebih paham kebutuhannya. Apa yang harus dilakukan untuk bermain di level 300 dan 500. Biar sesegera mungkin bisa ada yang mendampingi Putri dan Grego."
Di sisi lain, Ester Nurumi Tri Wardoyo sedang dalam proses pemulihan dari cedera.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar