Putri KW Dapat Perhatian BWF Setelah Tantang An Se-young dan Akane Yamaguchi di Final BWF World Tour

Perjalanan Luar Biasa Putri Kusuma Wardani di BWF World Tour Finals 2025

Putri Kusuma Wardani, atlet bulu tangkis tunggal putri asal Indonesia, menutup musim yang luar biasa dengan kemenangan dalam laga terakhir grup BWF World Tour Finals 2025. Pemain yang akrab disapa Putri KW ini berhasil mengalahkan Tomoka Miyazaki dari Jepang dengan skor 21-17, 21-9. Kemenangan ini menjadi penutup tahun yang penuh prestasi bagi Putri, yang menjadikannya sebagai pemain tunggal putri terkemuka Indonesia dan naik ke peringkat dunia tertinggi dalam kariernya, yaitu peringkat ke-6.

Putri KW mencetak sejarah sebagai wakil Indonesia pertama yang memenangkan medali tunggal putri pada Kejuaraan Dunia 2025 dalam satu dekade. Dalam turnamen BWF World Tour Finals, ia tergabung dalam Grup A di Hangzhou, Tiongkok, dan berhadapan dengan pemain-pemain top seperti An Se-young (Korea Selatan), juara dunia Akane Yamaguchi, serta Tomoka Miyazaki.

“Saya puas. Bukan hal mudah untuk memaksa Se Young dan Akane bermain hingga tiga game. Ini pengalaman berharga bagi saya,” kata Putri. Ia merasa senang dan bersyukur bisa berkompetisi pada World Tour Finals tahun ini. Menurutnya, ia mendapatkan banyak pengalaman dari pertandingan babak penyisihan grup, terutama saat melawan An dan Yamaguchi. Ia belajar banyak dari mereka.

Putri memberikan perlawanan sengit kepada kedua juara dunia tersebut, merebut satu gim dari masing-masing. Meskipun demikian, ia menyebut ada perbedaan dalam laga tersebut. “Stabilitas dan konsistensi Yamaguchi dan An di lapangan,” ujarnya. Meskipun hanya mampu merebut satu gim, mereka tetap stabil dalam taktik dan strategi dari gim pertama hingga akhir. Stabilitas adalah hal yang sangat ia butuhkan saat bermain melawan pemain empat besar.

Perjalanan Putri pada 2025 adalah yang paling konsisten hingga saat ini. Ia mencapai dua final BWF World Tour, menjadi runner-up di Australian Open melawan An dan Hylo Open 2025 melawan Mia Blichfeldt dari Denmark. Puncak prestasinya terjadi pada Kejuaraan Dunia 2025 di Paris, di mana ia meraih medali perunggu, mengakhiri penantian sepuluh tahun bagi Indonesia di kategori tunggal putri.

Hasil ini mengukuhkan kenaikannya ke level teratas setelah Gregoria Mariska Tunjung absen sementara dari kompetisi karena vertigo. Performanya memberi harapan bagi Putri KW dalam sektor tunggal putri meski Gregoria sementara menepi dari turnamen. Pertemuan-pertemuan tersebut memberi Putri wawasan penting. Ia tahu marginnya sangat tipis di level atas, tetapi ia percaya pelajaran yang didapat akan mempertajam tekadnya.

Target berikutnya adalah Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi, India pada Agustus. “Banyak negara mengirimkan pemain mereka untuk bermain di Kejuaraan Dunia, empat pemain dari setiap negara. Saya juga memiliki kesempatan untuk bermain,” ucap Putri. Ia berharap mendapatkan hasil yang lebih baik dan meraih lebih banyak gelar turnamen World Tour. Selain itu, ia ingin mengalahkan Yamaguchi, An, dan delapan pemain top China seperti Han Yue.

Kemenangannya atas Miyazaki tidak memengaruhi klasemen grup, tetapi memberi Putri momentum dan kepercayaan diri menjelang musim berikutnya. Ia meninggalkan Hangzhou dengan pelajaran berharga dan mata tertuju pada target yang lebih besar. Putri akan membuka penampilannya dengan mengikuti Malaysia Open 2026 di Kuala Lumpur mulai 6 Januari. Pada babak pertama, dia akan melawan Manami Suizu (Jepang). Selanjutnya datang tantangan untuk mempertahankan performanya dan meraih gelar Super 500 atau lebih tinggi pertamanya.

Menurut BWF, Putri memahami persis apa yang dibutuhkan: meningkatkan stabilitas, mempertajam taktik, dan masuk ke empat besar. Itulah langkah selanjutnya.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan