Putri Monica Menyangkal Pernyataan Suaminya yang Viral di Minsel: Jangan Tutupi Kekurangan dengan Be

Polemik Rumah Tangga Putri Monica Laurensia Elias dan Josua Sengkey

Polemik rumah tangga antara Putri Monica Laurensia Elias dan Josua Sengkey kembali menjadi sorotan setelah munculnya baliho sindiran yang viral di Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut). Baliho tersebut menampilkan ucapan selamat atas pelantikan suaminya sebagai PPPK sekaligus sindiran terkait dugaan perselingkuhan hingga kelahiran anak dari hubungan suaminya dengan perempuan lain.

Putri Monica sebelumnya melakukan siaran langsung yang memperlihatkan baliho tersebut. Ia menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi salah satu pemicu keretakan rumah tangganya. Setelah itu, Josua memberikan klarifikasi yang disebut oleh Putri tidak sesuai fakta dan terkesan menutupi kesalahan.

Bantahan Putri Terhadap Klarifikasi Suami

Melalui penjelasan yang disampaikan kepada wartawan, Putri menegaskan bahwa klarifikasi suaminya tidak sesuai fakta dan terkesan menutupi kesalahan. Ia menegaskan bahwa dirinya adalah istri sah dan sangat keberatan dengan tuduhan yang diajukan oleh suaminya.

“Jangan tutupi aib dengan mencari kesalahan. Saya istri sah, saya keberatan,” ujar Putri saat dikonfirmasi di akun Facebooknya. Ia menilai bahwa klaim suaminya yang menyudutkan dirinya di tengah kasus yang sudah viral sangat tidak adil.

Menurut Putri, masalah rumah tangga mereka mulai muncul pada Desember 2023 ketika ia mengetahui ada kedekatan suaminya dengan seorang perempuan yang kala itu masih bekerja sebagai THL di kantor dewan Minsel. Bahkan, menurut Putri, perempuan tersebut kemudian menikah dengan pria lain pada 29 Juni 2024, akan tetapi hubungan terlarang suami Putri dan wanita bernama Meflita Lengkong itu diduga tetap berlanjut.

Akui Alami KDRT dan Gunakan Uang Pribadi untuk Berobat di RS

Putri membantah tegas klaim Josua yang menyebut dirinya tidak pernah melakukan kekerasan. Ia mengaku pernah mengalami KDRT hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit. “Biaya pengobatan saya tanggung sendiri. Saya sudah sangat rugi secara fisik dan materi,” katanya.

Sejak lebih dari satu tahun terakhir, Putri mengaku tidak lagi dinafkahi suaminya. Ia juga menyoroti proses suaminya lolos sebagai PPPK. Ia mengaku keberatan karena data administrasi yang digunakan saat pendaftaran masih memakai dokumen keluarga mereka. “Dia gugat cerai setelah lolos PPPK. Tapi waktu daftar, masih memakai data KTP, akta nikah, semuanya masih status menikah. Saya sangat keberatan,” ujarnya.

Putri menilai tindakan suaminya menceraikan dirinya setelah lulus PPPK terkesan tidak beritikad baik.

Langkah Hukum yang Diambil Putri

Putri mengaku telah melakukan berbagai upaya hukum, mulai dari melapor ke BKD, kantor dewan, hingga membuat laporan resmi di Unit PPA Polres Minsel terkait dugaan KDRT, penelantaran, dan perselingkuhan. “Kalau memang dia tidak bersalah, kenapa tidak pernah memenuhi undangan panggilan dari Unit PPA Polres Minsel? Itu patut dipertanyakan,” kata Putri.

Ia juga mengungkap dirinya pernah diberhentikan dari tempat kerjanya akibat unggahan pihak perempuan yang diduga menjadi selingkuhan suaminya. “Padahal waktu dia posting, perempuan itu sudah hamil tiga bulan dengan suami saya. Tapi saya yang kena fitnah dan sampai dikeluarkan dari kantor,” ujarnya.

Perjuangan Putri dalam Membangun Rumah Tangga

Putri mengatakan bahwa dirinyalah yang menemani Joshuadari nol. Ia berjuang keras membangun rumah tangga mereka sejak awal, bahkan sebelum suaminya memiliki pekerjaan tetap. “Gaji THL cuma Rp 2,2 juta, cicilan Rp 2,3 juta. Biaya hidup siapa yang tanggung? Semua saya,” katanya.

Ia mengaku membuka usaha ayam geprek dan membiayainya sendiri demi membantu ekonomi keluarga. “Saya tidak minta harta. Saya cuma minta kesetiaan dan penghargaan,” ujarnya lirih.

Proses Hukum yang Sedang Berlangsung

Baik Putri maupun Josua telah mengajukan gugatan cerai secara terpisah di Pengadilan Amurang. Informasi dari pihak keluarga menyebut perkara tersebut sudah memasuki sidang ketiga. Putri berharap proses hukum dapat berjalan objektif dan membuka fakta sebenarnya. “Biarkan proses hukum yang membuktikan. Saya hanya ingin keadilan,” tutupnya.

Penjelasan Josua Sengkey

Sebelumnya, Josua Sengkey saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp membantah bahwa dirinya merupakan penyebab utama keretakan rumah tangga mereka. Josua menegaskan bahwa narasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya. Menurutnya, mereka menikah pada Juni 2020, namun sejak tahun 2023 ia mulai mencurigai adanya kedekatan Putri dengan seorang pria lain.

Josua menyebut hal itulah yang diduga menjadi pemicu awal terganggunya keharmonisan rumah tangga mereka. Dia juga kembali membantah keras tuduhan adanya tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang ikut beredar seiring dengan postingan viral tersebut. “Tidak benar saya melakukan KDRT, tuduhan itu tidak sesuai fakta dan sangat merugikan saya,” ujar Josua.

Josua menjelaskan, hubungan keduanya semakin memburuk hingga pada Oktober 2024. Ia dan Putri sudah tidak lagi tinggal serumah layaknya suami-istri. “Jadi tuduhan ini sangat merugikan saya secara pribadi sehingga saya harus memberikan penjelasan yang sebenarnya,” ungkapnya.

Saat ini, menurut informasi yang berkembang, keduanya juga telah memiliki pasangan masing-masing. Klarifikasi Josua ini terkait dengan postingan akun Facebook Putri Monica Laurensia Elias yang mendadak viral setelah melakukan siaran langsung yang menampilkan sebuah baliho berisi sindiran pedas untuk sang suami.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan