Qantas umumkan film favorit penumpang tahun 2025


Saat naik pesawat, layanan In-Flight Entertainment menjadi salah satu fitur yang sangat dinantikan oleh para penumpang. Layanan ini memungkinkan penumpang untuk menikmati berbagai jenis hiburan tanpa harus membayar tambahan. Dengan layanan ini, penumpang tidak hanya bisa menonton film favoritnya, tetapi juga menghabiskan waktu dengan berbagai program hiburan lainnya.

Pertanyaannya, apa saja film favorit yang paling banyak ditonton oleh penumpang saat bepergian dengan pesawat? Berikut adalah jawabannya.

Film Terfavorit Penumpang


Dari ratusan judul film yang tersedia di sistem hiburan pesawat, film “Wicked” menjadi yang paling diminati selama tahun 2025. Para penumpang Qantas tercatat menghabiskan lebih dari 388 ribu jam untuk menonton film musikal ini, yang menceritakan kisah dua karakter utama, Glinda dan Elphaba. Film ini berhasil menjadi blockbuster musikal yang paling populer di udara.

Di kategori hiburan anak-anak, serial animasi asal Australia, “Bluey”, mendominasi sebagai tayangan paling disukai. Lebih dari 157 ribu jam tontonan telah dicatat, meskipun Qantas memperkirakan bahwa banyak penonton dewasa juga ikut menikmati serial ini.

Sementara itu, dalam kategori serial televisi, “The White Lotus” mempertahankan posisi sebagai tayangan nomor satu. Penumpang menghabiskan lebih dari 667 ribu jam untuk menonton serial ini selama perjalanan mereka. Populeritas serial ini bahkan berdampak pada tren wisata, khususnya ke Thailand, setelah musim terbarunya difilmkan di Pulau Koh Samui.

Camilan & Kuliner Favorit Penumpang


Tidak hanya hiburan, konsumsi makanan selama penerbangan juga mencatat angka yang luar biasa. Qantas melaporkan bahwa lebih dari 5 juta cokelat Lindt Balls habis disantap oleh penumpang sepanjang tahun 2025. Selain itu, di First Lounge Qantas di Australia, lebih dari 60 ribu porsi hidangan khas koki Neil Perry, yaitu salt and pepper squid, telah disajikan.

Selama tahun 2025, destinasi internasional yang paling diminati oleh pelanggan Qantas antara lain Jepang, Eropa, Los Angeles, Selandia Baru, dan Singapura. Maskapai ini juga sedang bersiap melakukan transformasi besar-besaran dalam penerbangan jarak jauh melalui proyek ambisius bernama Project Sunrise.

Revolusi Penerbangan Jarak Jauh

Qantas akan mengoperasikan pesawat A350-1000ULR, yang mampu terbang hingga 22 jam nonstop. Pesawat ini akan membuka rute langsung dari Sydney ke London dan New York. Desain pesawat ini dirancang khusus untuk mengurangi dampak jet lag. Di dalam kabin, terdapat pencahayaan berbasis ritme sirkadian, jadwal makan yang terkontrol, serta area Wellbeing Zone yang menyediakan area peregangan, panduan olahraga, stasiun hidrasi, dan berbagai minuman.

Pesawat pertama dari proyek ini dijadwalkan tiba pada akhir 2026, dan layanan komersial Project Sunrise akan dimulai pada paruh pertama 2027. Proyek ini diharapkan dapat memberikan pengalaman penerbangan yang lebih nyaman dan efisien bagi para penumpang.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan