Rahasia Mesin VTEC Honda yang Legendaris

Apa Itu VTEC dan Prinsip Kerjanya


VTEC adalah singkatan dari Variable Valve Timing and Lift Electronic Control. Teknologi ini memungkinkan mesin memiliki dua karakter berbeda, tergantung kondisi penggunaan. Di putaran rendah, mesin akan terasa halus dan irit, sedangkan di putaran tinggi, tenaga akan meningkat tajam.

Pada mesin konvensional, profil camshaft (noken-as) yang mendorong katup tetap. Hal ini membuat karakter mesin cenderung kompromi: jika dibuat nyaman di bawah, biasanya kurang bertenaga di atas; sebaliknya, jika ingin lebih kencang di atas, sering kali boros dan tidak nyaman di bawah.

Dengan VTEC, Honda menggunakan dua atau lebih profil cam. Profil “jinak” digunakan untuk rpm rendah, sementara profil “agresif” untuk rpm tinggi. Ketika kondisi tertentu terpenuhi, ECU mengaktifkan solenoid VTEC. Tekanan oli kemudian mendorong pin pengunci pada mekanisme rocker arm, sehingga katup mengikuti profil cam yang lebih agresif. Akibatnya, durasi dan lift katup meningkat, aliran udara dan bahan bakar juga bertambah, sehingga mesin bisa bernafas lebih lega di putaran atas.

Ini adalah momen yang sering terasa seperti tenaga “meledak” tiba-tiba pada beberapa model mobil Honda.

Kenapa Rasanya Beda dan Jadi Favorit Penggemar


Daya tarik VTEC bukan hanya soal angka tenaga di atas kertas, tapi juga sensasi saat menyetir. Ada transisi dari mode irit ke mode performa. Pada mobil tertentu, perpindahan karakter ini terasa seperti masuk gigi turbo versi naturally aspirated: mesin yang tadinya kalem mendadak lebih responsif, suara berubah, dan putaran atas terasa ringan.

Bagi penggemar, ini menyenangkan karena memberi kontrol. Kamu bisa berkendara santai tanpa boros, tapi saat butuh menyalip atau ingin fun di jalan kosong, cukup menjaga rpm agar VTEC aktif. Selain itu, VTEC identik dengan karakter mesin Honda yang suka berputar tinggi. Di era banyak mesin mengandalkan turbo untuk mengejar torsi instan, mesin naturally aspirated Honda dengan VTEC terasa “murni” dan mekanikal: tenaga didapat dari efisiensi pernapasan dan putaran mesin, bukan tekanan boost.

Kenapa Melegenda: Kombinasi Teknik, Budaya, dan Ketahanan


VTEC melegenda karena muncul di waktu yang tepat dan konsisten dibuktikan pada berbagai generasi. Ia bukan teknologi yang hanya bagus di satu model, lalu hilang. Honda terus mengembangkannya, memodifikasi pendekatannya (ada yang fokus pada tenaga puncak, ada yang fokus pada efisiensi), dan menyebarkannya ke banyak lini produk. Ini menciptakan reputasi: “Honda itu VTEC.”

Nama VTEC juga kuat secara budaya otomotif. Muncul di komunitas balap, modifikasi, hingga meme dan jargon. Banyak orang pertama kali jatuh cinta pada sensasi putaran tinggi Honda karena VTEC, lalu cerita itu menyebar dari mulut ke mulut.

Terakhir, faktor kepercayaan. Banyak mesin Honda ber-VTEC terkenal awet jika perawatan oli dan pendinginan dijaga, karena mekanisme VTEC sangat bergantung pada tekanan oli yang bersih dan stabil. Ketika teknologi yang “canggih” tetap bisa tahan dipakai harian, di situlah ia naik kelas dari sekadar fitur menjadi legenda.

Honda Buka Layanan Perbaikan Banjir di Aceh, Medan, dan Padang

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan