Raja Juli Didesak Mundur, Rocky Gerung: Saya Sahabat Dia, Tapi Harus Ditegur

Raja Juli Didesak Mundur, Rocky Gerung: Saya Sahabat Dia, Tapi Harus Ditegur

Peran dan Tanggung Jawab Raja Juli Antoni dalam Isu Bencana

Raja Juli Antoni, yang merupakan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sekaligus putra daerah Riau, menjadi sorotan publik setelah hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI. Forum tersebut membahas isu deforestasi serta banjir yang melanda berbagai kawasan di Sumatera. Dalam diskusi tersebut, beberapa anggota DPR meminta agar Raja Juli Antoni melepaskan jabatannya sebagai Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup.

Sebagai putra asli Kuantan Singingi (Kuansing), Raja Juli Antoni dianggap memiliki tanggung jawab atas masalah lingkungan yang menyebabkan bencana dan merugikan masyarakat. Namun, Ketua DPW PSI Riau, Kelmi Amri, menegaskan bahwa pergantian atau pemberhentian menteri tidak ditentukan oleh tekanan publik maupun dinamika politik, melainkan hak prerogatif presiden sepenuhnya.

"Presiden yang punya hak prerogatif terkait itu," ujar Kelmi Amri. Menurutnya, desakan agar Raja Juli Antoni mundur seharusnya tidak dipaksakan menjadi opini publik yang tidak berdasar, sebab harus melihat proses dan data secara objektif.

Kelmi juga memberikan apresiasi atas sikap Raja Juli Antoni yang dinilai tetap bertanggung jawab dan terbuka dalam menjelaskan situasi faktual di lapangan. "Kita apresiasi kepada Raja Juli karena beliau bertanggung jawab. Di hadapan DPR Komisi IV beliau sudah paparkan kondisi yang terjadi," jelas Kelmi.

Pandangan Pengamat Politik Rocky Gerung

Pengamat politik Rocky Gerung menilai, Menteri Kehutanan dan juga Zulkifli Hasan seharusnya sudah tidak terlihat lagi di media massa buntut bencana di Sumatera. "Akibat kegagalan mereka, mengelola, memitigasi atau bahkan mempermainkan isu bencana itu," kata Rocky Gerung dikutip dari akun Youtube Rocky Gerung Official, Minggu (7/12/2025).

Rocky yang mengaku sebagai sahabat Raja Juli Antoni gagal sebagai menteri. "Saya sahabat, bersahabat dengan dia, tetapi di dalam urusan bencana kemarin harusnya dia sudah ditegur atau menegur diri sendiri bahwa ada yang gagal dia prestasikan selama menjadi menteri," katanya.

Rocky juga mengenal baik Zulkifli Hasan, seharusnya mundur dari jabatannya. "Bukan terpojok oleh netizen tapi memang ada sesuatu yang diumpankan pada publik sehingga seolah-olah dengan memanggul-manggul beras itu persoalan selesai dan itu artinya ada perencanaan untuk pameran ya," katanya.

"Pameran kemanusiaan yang palsu gitu itu yang harus kita perhatikan," sambungnya. Ia pun meminta mereka menyadari kesalahan etis dan kebijakan yang dilakukannya.

Rocky juga menilai sejumlah menteri serta pejabat yang terkait dengan penanganan banjir bandang dan tanah longsor seharusnya memiliki kontrol diri. Hal itu digunakan untuk memudahkan publik mengetahui pertanggungjawaban negara dengan cara mundur.

"Itu juga akan membuat kita percaya bahwa oke Indonesia masih punya etik. Kita mau terangkan itu karena di luar negeri orang nyinyir dengan cara Indonesia menyelesaikan banjir ini," katanya.

Tanggapan dari PAN

Tak hanya itu, Rocky menuturkan diaspora di luar negeri juga dibanjiri pertanyaan mengenai penanganan bencana di Indonesia. "Diaspora itu banjir dibanjiri dengan pertanyaan oleh teman-teman mereka di seantero planet dan mereka hanya bisa mentertawakan juga apa yang dilakukan oleh menteri-menteri itu atau pejabat-pejabat di sekitar krisis bencana ini," katanya.

Rocky melihat setidaknya terdapat tujuh menteri yang harus mundur dari kabinet pemerintahan Prabowo Subianto. "Itu yang kita ingin dalilkan hari ini supaya Presiden Prabowo juga mengerti bahwa kebijakan negara itu gagal memitigasi, gagal mengantisipasi dan setelah gagal justru pamer-pamer," jelasnya.

Pembelaan PAN

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, menyatakan sebagai pejabat publik, Zulhas tidak lepas dari kritik, baik terkait kebijakan maupun perilakunya. Ia menilai hal tersebut merupakan dinamika wajar dalam ruang publik.

"Bang Zul mengangkat karung atau membantu membersihkan rumah dari lumpur bukanlah untuk pencitraan," kata Viva kepada Tribunnews.com, Jumat (5/12/2025). Ia menjelaskan, Zulhas dikenal sebagai sosok yang mudah tersentuh hatinya ketika melihat penderitaan masyarakat.

"Tapi itulah Bang Zul yang mudah tersentuh hatinya jika melihat penderitaan dan selalu berempati. Sisi kemanusiaannya lebih dominan," ujar Viva. Viva menegaskan, sikap Zulhas tersebut telah terlihat sejak lama. Bahkan, sejak PAN berdiri pada tahun 1998.

"Tidak ada kepalsuan dalam bersikap. Itu murni dari hatinya. Sejak PAN berdiri tahun 1998, sikap Bang Zul tidak pernah berubah untuk selalu ringan tangan membantu dan menolong orang," ucap Wakil Menteri Transmigrasi ini.

Bagi Zulhas, kata dia, turun langsung membantu warga yang terkena bencana adalah pekerjaan yang mulia. "Terjun membantu rakyat, berpeluh mengangkat karung, untuk rakyat yang terkena bencana banjir, adalah pekerjaan yang baik dan mulia," ungkapnya.

Viva menambahkan, yang tidak baik justru adalah pihak yang tidak pernah hadir membantu warga saat bencana, tetapi kemudian mendiskreditkan orang yang terjun langsung di lapangan. "Yang tidak baik itu adalah orang yang tidak pernah menolong rakyat yang terkena bencana, dan mendiskreditkan orang yang menolong rakyat dengan dalih yang negatif," imbuh Viva.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan