Rakornas Dukcapil 2025: Memperkuat Tata Kelola Data dan Keamanan Digital Nasional

Rakornas Dukcapil 2025: Memperkuat Tata Kelola Data dan Keamanan Digital Nasional

Rakornas Dukcapil 2025 Fokus pada Penguatan Interoperabilitas Identitas Digital

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil dengan Lembaga Pengguna 2025 digelar di Hotel Pullman Central Park, Jakarta, pada Selasa 9 Desember 2025. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), yang dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian.

Pada acara ini, sekitar 1.000 peserta hadir, termasuk perwakilan dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga sektor swasta. Hal ini menunjukkan besarnya perhatian terhadap penguatan tata kelola data kependudukan dan keamanan digital nasional.

Dalam laporannya, Direktur Jenderal Dukcapil Teguh Setyabudi menjelaskan bahwa Rakornas tahun ini memiliki agenda besar untuk memperkuat fondasi Digital Public Infrastructure (DPI) Indonesia. Fokus utamanya adalah meningkatkan interoperabilitas identitas digital, memperkuat tata kelola pemanfaatan data kependudukan, serta memastikan keamanan digital yang adaptif di tengah perkembangan teknologi global.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk membahas penguatan interoperabilitas identitas digital melalui praktik terbaik internasional, memperkokoh tata kelola dan keamanan penyelenggaraan DPI, serta mendorong penyelarasan strategi dan kesiapan teknis lintas sektor agar penyelenggaraan DPI nasional berjalan terintegrasi, aman, dan berkelanjutan, jelas Teguh.

Teguh juga menegaskan bahwa Rakornas berperan penting dalam memperkuat hubungan antara Dukcapil dan lembaga pengguna data kependudukan. Dengan lebih dari 6.000 lembaga pengguna yang terhubung, sinkronisasi kebijakan menjadi kebutuhan mendesak agar pemanfaatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dapat berjalan efektif dan tepat arah.

Rakornas ini penting untuk menyelaraskan strategi dan kebijakan lintas sektor agar pemanfaatan IKD berjalan efektif, terintegrasi, dan selaras dengan arah transformasi digital nasional, ujarnya.

IKD, lanjut Teguh, tidak hanya meningkatkan keamanan data pribadi warga, tetapi juga memperluas kolaborasi lembaga dalam mendukung implementasi DPI di Indonesia. Karena itu, kesiapan teknis dan operasional lembaga pengguna menjadi prioritas utama.

Dukcapil pada kesempatan ini juga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan standar keamanan digital dengan mengadopsi praktik internasional. Hal ini dilakukan untuk membangun ekosistem identitas digital nasional yang modern, aman, terukur, dan kompetitif secara global.

Kami mendorong kesiapan lembaga pengguna agar implementasi pemanfaatan data kependudukan, IKD, dan ekosistem DPI dapat berjalan optimal di seluruh instansi, kata Teguh.

Tujuan Utama Rakornas Dukcapil 2025

Berikut beberapa tujuan utama dari Rakornas Dukcapil 2025:

  • Meningkatkan Interoperabilitas Identitas Digital
    Menjalin keterkaitan antar sistem identitas digital agar data bisa saling dipertukarkan secara efisien dan akurat.

  • Memperkuat Tata Kelola Data Kependudukan
    Memastikan pengelolaan data kependudukan dilakukan secara transparan dan terstruktur.

  • Meningkatkan Keamanan Digital
    Mengadopsi standar keamanan yang sesuai dengan perkembangan teknologi global.

  • Mendorong Kolaborasi Lembaga
    Membangun sinergi antar lembaga pengguna data kependudukan untuk mempercepat implementasi DPI.

  • Meningkatkan Efisiensi Layanan Publik
    Membentuk layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan tepat sasaran.

Peran Dukcapil dalam Transformasi Digital Nasional

Dukcapil memiliki peran penting dalam memastikan keberhasilan transformasi digital nasional. Dengan memperkuat interoperabilitas identitas digital, Dukcapil berupaya memastikan bahwa semua pihak dapat memanfaatkan data kependudukan secara optimal.

Selain itu, Dukcapil juga fokus pada pengembangan ekosistem DPI yang stabil dan aman. Hal ini mencakup penggunaan teknologi terkini serta peningkatan kapasitas lembaga pengguna dalam menghadapi tantangan digital.

Dukcapil juga aktif dalam memperkenalkan inovasi baru yang dapat mendukung pelayanan masyarakat. Contohnya, penerapan sistem digital yang mudah diakses dan ramah pengguna.

Tantangan dan Harapan di Masa Depan

Meskipun ada banyak kemajuan, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah ketimpangan akses teknologi di berbagai daerah. Oleh karena itu, Dukcapil berkomitmen untuk terus berinovasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan solusi yang inklusif.

Harapan besar di masa depan adalah Indonesia mampu menjadi contoh dalam pemanfaatan teknologi digital. Dengan kerja sama yang kuat dan tata kelola yang baik, Indonesia dapat membangun ekosistem DPI yang kokoh dan mampu bersaing di tingkat global.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan