Raline Anindia, Siswi SD Pelita Bangsa yang Juara Public Speaking Sejak Usia 8 Tahun

Raline Anindia, Siswi SD Pelita Bangsa yang Juara Public Speaking Sejak Usia 8 Tahun

Raline Anindia, Siswi SD yang Mengukir Prestasi di Bidang Public Speaking

Raline Anindia Sapphire, siswi kelas 6 SD Pelita Bangsa Bandar Lampung, telah menorehkan prestasi luar biasa di usianya yang baru 11 tahun. Dalam bidang public speaking, ia telah menjadi juara dalam berbagai perlombaan, baik tingkat lokal maupun internasional. Mulai dari storytelling hingga show and tell, Raline mampu memenangkan banyak kompetisi.

Perjalanan Raline dimulai saat ia mengikuti lomba show and tell secara online di kelas 2 SD. Di masa pandemi, ia merasa bingung dengan konsep storytelling, tetapi karena lomba dilakukan secara online, ia memutuskan untuk percaya diri dan mencoba. Topik pertama yang ia bawakan adalah evolusi telepon, dan tanpa disangka, ia langsung meraih juara 3.

Sejak saat itu, Raline semakin jatuh cinta pada dunia public speaking. Berikut adalah beberapa prestasi yang ia raih hingga tahun 2025:

  • Juara 3 – Wellington Show and Tell Competition pada November 2021.
  • Juara 2 – Palmkids Storytelling Competition pada Februari 2023.
  • Gold Medal – Olimpiade Sains Nasional Enura (OSNE) tingkat kabupaten & provinsi 2023.
  • Bronze Medal & Best Province – International Kangaroo Linguistic Contest pada Oktober 2023.
  • Juara 3 – Storytelling SMP Fransiskus Tanjung Karang pada Oktober 2024.
  • Juara 2 – Lomba Kompetensi Siswa SD Storytelling Xaverius
  • Juara 1 – Storytelling Smile Competition SMP BPK Penabur Oktober 2024.
  • Juara 1 – Palmkids Competition pada November 2024.
  • Gold Medal & Best Province – IKLC pada Agustus 2024.
  • Juara 1 – Show and Tell English 1 Lampung pada September 2025.
  • Juara 2 – Storytelling Xaverius Day Pahoman
  • Juara 3 – Storytelling Xaverius 1 Teluk Betung
  • Bronze Medal & Best Province – IKLC pada September 2025.

Kemahirannya dalam berbahasa asing sudah sejak usia 3 tahun, karena sang mama membiasakan semua tontonan dan bacaan dalam bahasa tersebut. “Aku dari kecil tidak boleh nonton bahasa Indonesia. Semua tontonan dan buku pure English,” ujarnya.

Karena terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris, Raline tidak merasa kesulitan saat terjun ke dunia Story Telling. Hampir semua persiapan lomba dilakukan bersama sang ibu, mulai dari riset, menyusun naskah, hingga membuat properti. Beberapa properti bahkan dibuat dalam waktu singkat, termasuk miniatur rumah gadang Minangkabau yang pernah diselesaikan hanya dalam waktu dua hari.

Dalam hal berlatih, Raline membutuhkan 1 hingga 2 bulan latihan mulai dari mempersiapkan naskah hingga menghafalkan naskah ceritanya. Ia sering membuat rekaman suara dirinya sendiri, untuk menghafal teks. Menurutnya, lebih mudah menghafal lewat suara daripada membacanya terus menerus. Hebatnya, ia mampu menguasai dan menghafal teks satu halaman cerita hanya dalam waktu satu hari.

Raline juga menjelaskan bahwa setiap karakter cerita yang ia bawakan haruslah mengikuti intonasi dan ekspresi sebenarnya. Dalam cerita Telaga Warna, ia bisa menjadi anak manja yang sedikit egois. Dalam cerita lain, ia menjadi emak-emak jahat, bahkan menirukan suara laki-laki yang berat. “Aku ubah suara per karakter. Tapi paling suka suara cewek yang agak centil-centil,” katanya.

Dalam perlombaan, Raline selalu percaya diri. Menurutnya, setiap perlombaan baik menang atau kalah itu tidak papa. “Rasa takut? Tetap ada, terutama saat menghadapi lawan yang kuat,” ungkapnya. Namun baginya, satu-satunya cara menghilangkan nervous di panggung adalah “Just do it”.

Mama Raline selalu bilang kalau hasilnya kurang bagus, coba lagi. Jika tidak suka, ya bisa cari bidang lain. Meski kini fokus pada storytelling, Raline sudah mulai mengincar bidang public speaking lainnya termasuk debat. “Selain story telling, Mama pengennya aku debat. Aku juga suka, soalnya sering debat sama mama,” ujarnya sambil tertawa.

Ia juga mengatakan bahwa nantinya ia akan lebih mengeksplor perlombaan di dunia public speaking.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan