
Masyarakat Ramai Mencari Cara 'Turun Desil' Demi Mendapatkan Bansos, Ini Penjelasannya
Peningkatan pencarian informasi mengenai "cara menurunkan desil kemiskinan" di mesin pencari Google dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mendapatkan Bantuan Sosial (Bansos) tahun anggaran 2025. Banyak masyarakat beranggapan bahwa dengan menurunkan angka desil dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional), mereka otomatis akan mendapatkan bantuan seperti PKH atau BPNT. Namun, bagaimana fakta teknis yang sebenarnya? Berikut penjelasan mekanisme pendataan dan solusi resmi bagi warga yang merasa layak namun belum terdaftar.
Memahami Desil dalam DTSEN
Sebelum membahas cara pendaftaran, masyarakat perlu memahami konsep Desil yang digunakan oleh pemerintah. Mengacu pada data BPS dan Kemensos (DTSEN), tingkat kesejahteraan masyarakat dikelompokkan menjadi:
- Desil 1 (Sangat Miskin): Kelompok prioritas utama penerima PKH dan sembako.
- Desil 2-3 (Miskin & Rentan): Kelompok yang umumnya menerima BPNT dan PBI JK (KIS).
- Desil 4 ke atas (Menengah-Kaya): Kelompok yang dianggap mampu dan umumnya tidak berhak menerima bansos reguler.
Penting untuk dicatat: * Masyarakat tidak bisa mengubah angka Desil secara manual melalui aplikasi apapun. * Angka desil adalah hasil skor otomatis dari variabel aset yang dimiliki (kondisi lantai, dinding, jenis pekerjaan, kepemilikan kendaraan, hingga daya listrik).
Cara "Memperbaiki" Data Agar Layak Dapat Bansos
Jika Anda merasa miskin namun terdata sebagai warga mampu (Desil tinggi), kemungkinan besar terdapat kesalahan input data aset pada survei sebelumnya (misalnya: rumah dicatat keramik padahal tanah, atau ada motor yang sudah dijual tapi masih terdata). Solusinya bukan "menurunkan desil", melainkan memperbaiki data kondisi sosial ekonomi melalui jalur resmi berikut:
1. Jalur Offline: Musyawarah Desa (Musdes)
Ini adalah cara paling efektif. Warga dapat melapor ke kantor Desa/Kelurahan dengan membawa KTP dan KK. Minta petugas operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation) untuk:
- Mengecek data profil keluarga Anda di sistem.
- Melakukan pemutakhiran data (perbaikan data aset/penghasilan) sesuai kondisi fakta lapangan terkini.
- Jika dinyatakan layak dalam Musyawarah Desa, data akan diajukan kembali ke Kemensos untuk penetapan ulang.
2. Jalur Online: Fitur "Usul" di Aplikasi Cek Bansos
Bagi pemilik e-KTP, Kemensos menyediakan jalur mandiri untuk mendaftarkan diri atau tetangga yang layak. Berikut panduan lengkap cara daftar bansos online 2025:
- Unduh Aplikasi Cek Bansos resmi buatan Kemensos di Play Store.
- Lakukan registrasi akun baru dengan menyiapkan NIK KTP dan KK.
- Lakukan swafoto (selfie) memegang KTP untuk verifikasi.
- Setelah akun aktif, login dan pilih menu "Daftar Usulan".
- Klik "Tambah Usulan".
- Isi data diri sesuai kolom yang diminta dan unggah foto kondisi rumah (tampak depan dan ruang tamu).
- Data usulan ini akan masuk ke dashboard dinas sosial setempat untuk diverifikasi kelayakannya (home visit). Jika sesuai kriteria, data akan masuk DTKS dan berpeluang mendapatkan bantuan pada periode berikutnya.
Cara Cek NIK KTP Penerima Bansos 2025
Bagi yang sudah melakukan perbaikan data atau pengusulan, Anda bisa memantau status kepesertaan secara berkala. Pastikan NIK KTP Anda valid dan padan dengan Dukcapil.
Pengecekan dapat dilakukan tanpa aplikasi melalui laman resmi:
- Buka situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan wilayah domisili.
- Masukkan nama lengkap.
- Sistem akan menunjukkan apakah NIK/Nama tersebut berstatus sebagai penerima PKH, BPNT, atau PBI JK untuk periode 2025.
Dengan memahami mekanisme pendataan dan langkah-langkah resmi yang tersedia, masyarakat dapat lebih mudah memperbaiki data dan meningkatkan peluang mendapatkan bantuan sosial yang layak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar