Rapor tunggal putra Malaysia merah, isu penggantian mantan pelatih Axelsen di BAM menyeruak

nurulamin.proSosok Tey Seu Bock disebut akan kembali sebagai pelatih kepala tunggal putra nasional seiring Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) semakin mendekati finalisasi perombakan besar struktur kepelatihan mereka.

Pria berusia 52 tahun tersebut termasuk di antara pelatih paling berpengalaman di BAM dan saat ini bertanggung jawab atas skuad tunggal junior setelah ditugaskan kembali ke departemen tersebut pada 2024.

Ia muncul sebagai kandidat utama untuk kembali ke peran senior seiring BAM terus melanjutkan rencana untuk merombak susunan kepelatihan mereka.

Selain Seu Bock, nama lain yang dikaitkan dengan kembalinya ke BAM adalah Yeoh Kay Bin, yang telah melatih Lee Zii Jia dan dipertimbangkan untuk peran tunggal junior jika Seu Bock kembali ke skuad senior.

Kay Bin saat ini sedang mempersiapkan tugas terakhirnya bersama Lee Zii JIa Malaysian Open, yang dimulai pada hari Selasa.

Namun, Ketua Komite Kinerja BAM, Lee Chong Wei, menolak untuk terlibat dalam spekulasi.

Dia mengatakan bahwa individu yang akan menduduki posisi tersebut hanya akan diumumkan setelah keputusan final diambil pada rapat dewan BAM yang dijadwalkan pada 10 Januari.

Lee mengatakan bahwa perombakan ini bertujuan untuk memberikan dorongan baru tidak hanya pada nomor tunggal tetapi juga di semua bidang dalam upaya untuk lebih meningkatkan standar pemain nasional.

Menurut peraih tiga medali perak Olimpiade itu, beberapa pelatih baru juga telah diusulkan untuk memperkuat jajaran pelatih yang ada.

“Perubahan struktural ini dilakukan karena BAM sekarang berada di bawah manajemen baru dan kami menginginkan pendekatan baru," kata Lee dilansir dari The Star.

"Lebih penting lagi, kami berharap perubahan ini akan membantu meningkatkan kinerja pemain kami di semua departemen."

“Mengenai kandidat, saya belum ingin mengungkapkan apa pun, tetapi kami telah mengidentifikasi individu yang kami inginkan. "

"Saya lebih suka membuat pengumuman setelah keputusan akhir dibuat, dan itu akan dilakukan setelah rapat dewan BAM pada hari Sabtu ini.”

“Sebagai ketua Komite Performa, saya ingin mendukung para pelatih dengan memberi mereka apa yang mereka butuhkan untuk meningkatkan performa para pemain."

"Saya ingin mereka memiliki pengalaman yang saya alami ketika masih menjadi pemain, menerima semua dukungan yang dibutuhkan selama pelatihan."

Pada saat yang sama, Lee membantah rumor bahwa direktur pelatihan tunggal nasional saat ini, Kenneth Jonassen, akan diturunkan jabatannya dan hanya ditugaskan untuk mengawasi tim tunggal putri.

Sebaliknya, ia menekankan bahwa mantan pelatih Viktor Axelsen itu akan terus menjalankan tugasnya seperti biasa dengan mengawasi departemen tunggal secara keseluruhan.

Hal ini terutama karena BAM baru-baru ini menunjuk pelatih kepala tunggal putri baru, Iskandar Zulkarnain Zainuddin, pada Oktober.

“Tidak, dia tetap bertanggung jawab atas departemen tunggal dan akan terus mengawasi performa keseluruhan para pemain tunggal," ujar Lee.

"Jadi tidak ada pertanyaan tentang penurunan jabatannya atau hanya fokus pada tunggal putri," ucap Lee.

Kekuatan tunggal putra Malaysia paling disorot karena sektor ini jadi yang terlemah pada ajang beregu putra.

Seperti halnya yang terjadi pada final beregu putra di SEA Games 2025 lalu, Malaysia dibantai habis oleh Indonesia dengan skor 3-0.

Kegagalan Malaysia juga dialami ke sektor ganda putra yang harusnya jadi tumpuan.

Leong Jun Hao sempat menunjukkan kiprah positif dengan menumbangkan sejumlah nama top termasuk Li Shi Feng dan Jonatan Christie. 

Namun, performanya tidak konsisten, sedangkan Justin Hoh yang merupakan rival seangkatan Alwi Farhan ini sempat menembus final Macau Open 2025.

Performanya berbalik antiklimaks dan dibantai Alwi yang saat itu jadi lawannya, dengan skor satu digit.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan