
Ringkasan Berita:Barcelona menaklukkan Real Madrid 3-2 di final Supercopa Spanyol. Brace Raphinha yang jadi penentu kemenangan, pressing intens Hansi Flick yang membawa gelar ke-16, serta performa impresif pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pedri.
Spanyol nurulamin.proFinal Supercopa Spanyol 2026 menghadirkan drama klasik antara Barcelona dan Real Madrid, Senin (12/1/2026).
Bermain dengan intensitas tinggi, laga berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Blaugrana.
Raphinha membuka skor pada menit ke-36.
Babak pertama ditutup dengan ledakan gol di masa tambahan.
Vinícius Júnior menyamakan kedudukan (45’+2), Lewandowski langsung membalas (45’+4), dan Gonzalo García menutup babak pertama dengan gol (45’+6).
Skor 2-2 di jeda.
Gol kedua Raphinha pada menit ke-73, hasil defleksi, memastikan kemenangan Barcelona.
Meski Madrid menekan di akhir laga, pressing intens dan organisasi tim di bawah Hansi Flick membuat Barcelona sukses mengamankan gelar Supercopa ke-16, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Rating Pemain Barcelona
Joan García (7.8/10) → Tenang di bawah tekanan, melakukan beberapa penyelamatan penting, meski kebobolan dua gol cepat di akhir babak pertama.
Jules Koundé (7.2/10) → Solid di sisi kanan, aktif overlap, namun kesulitan menghadapi kecepatan Vinícius.
Pau Cubarsí (6.8/10) → Menunjukkan kematangan dalam distribusi bola, tetapi beberapa kali terjebak high line saat Madrid mencetak gol.
Alejandro Balde (7.5/10) → Memberikan lebar serangan dan overlap berbahaya, meski sempat kewalahan menghadapi serangan balik cepat.
Pedri (8.5/10) → Maestro lini tengah, mengatur tempo dengan visi dan passing akurat.
Eric García (8/10) → Kuat di duel udara dan distribusi bola, namun sempat kesulitan menghadapi serangan langsung Madrid.
Lamine Yamal (8.5/10) → Ancaman konstan dengan dribel dan pergerakan cerdas, menunjukkan kualitas besar di usia muda.
Fermín López (7.5/10) → Energi tinggi, pressing agresif, dan pergerakan tanpa bola yang efektif, meski kurang klinis di depan gawang.
Raphinha (9.2/10) → Man of the Match, mencetak dua gol, menjadi motor serangan, dan menekan pertahanan Madrid tanpa henti.
Robert Lewandowski (8.7/10) → Finishing klinis untuk gol kedua, kuat dalam duel fisik, dan efektif sebagai target man. (iwe)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar