Ratusan ASN dan siswa hadiri upacara HAB Kemenag ke-80 di MAN 1 Palu

Ratusan ASN dan siswa hadiri upacara HAB Kemenag ke-80 di MAN 1 Palu

Laporan Wartawan nurulamin, Robit Silmi

nurulamin, PALU -Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Palu dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-80 Tahun 2026.

Rangkaian peringatan digelar di Halaman Sekolah Jl Jamur, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sabtu (3/1/2026) pagi.

Pantauan nurulamindi lokasi, upacara berlangsung tertib sejak pagi hari sekitar pukul 08.30 WITA.

Ratusan peserta upacara yang terdiri dari ASN Kemenag, guru, siswa madrasah, serta tamu undangan tampak memenuhi halaman MAN 1 Palu. 

Para peserta mengenakan seragam kemeja putih serta bawahan hitam.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, bertindak sebagai Inspektur Upacara HAB Kemenag ke-80.

Turut mendampingi Wali Kota Palu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kota Palu, Ahmad Hasni.

Cuaca cerah turut mendukung kelancaran upacara hingga selesai. 

Prosesi pengibaran bendera Merah Putih dan pembacaan doa berlangsung dengan penuh khidmat.

Kepala MAN 1 Palu, Rusdiana, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kemenag Kota Palu atas kepercayaan yang diberikan kepada MAN 1 Palu sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Kami sangat bahagia dan berharap Kementerian Agama tetap jaya selalu,” ujar Rusdiana kepada awak media usai pelaksanaan upacara.

Dalam momentum HAB Kemenag ke-80 ini, Rusdiana juga menerima penghargaan tanda jasa pengabdian dari Kementerian Agama atas dedikasi dan pengabdiannya selama 30 tahun di lingkungan Kemenag. 

Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid.

Sebagai tuan rumah, MAN 1 Palu turut memeriahkan peringatan HAB dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas daerah. 

Sejumlah penampilan disambut antusias oleh peserta upacara dan undangan.

“Di antaranya tarian Pancasila oleh guru-guru MAN 1 Palu, tarian dari siswa MIN 1 Kota Palu, drumband MAN 1 Kota Palu, serta penampilan dari peserta Adipura, Duta Pariwisata, Duta Adipura, dan Duta Intelegensi yang telah meraih prestasi di berbagai lomba,” jelas Rusdiana.

Ia berharap ke depan MAN 1 Palu semakin maju, terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari Kementerian Agama, baik di tingkat kota hingga pusat, serta semakin dipercaya oleh masyarakat.

“Kami berharap MAN 1 Palu terus mendapat kepercayaan masyarakat Kota Palu dan Sulawesi Tengah untuk mendukung terwujudnya madrasah yang hebat dan bermartabat,” tuturnya.

Rusdiana menambahkan, kehadiran langsung Wali Kota Palu sebagai Inspektur Upacara menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap Kementerian Agama Kota Palu.

“Hari ini, HAB Kemenag ke-80 dihadiri langsung Bapak Wali Kota Palu. Ini menandakan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung Kementerian Agama Kota Palu,” pungkasnya.

Sejarah Hari Amal Bakti (HAB) adalah sejarah berdirinya Kementerian Agama Republik Indonesia.

Peringatan ini dirayakan setiap tanggal 3 Januari untuk mengenang momentum pembentukan kementerian tersebut pada awal masa kemerdekaan.

Berikut adalah ringkasan sejarah dan makna di baliknya:

1. Awal Mula Pembentukan (1945)

Gagasan pembentukan Kementerian Agama pertama kali diusulkan oleh Mr. Muhammad Yamin dalam Sidang BPUPKI pada 11 Juli 1945. Namun, usulan tersebut sempat ditolak dalam sidang PPKI pada 19 Agustus 1945 karena beberapa pihak menganggap urusan agama cukup dikelola dalam lingkup kementerian yang sudah ada (seperti Departemen Pengajaran).

2. Penetapan Resmi (3 Januari 1946)

Perjuangan para tokoh agama terus berlanjut hingga akhirnya dalam Sidang Pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada November 1945, usulan ini diterima secara aklamasi.

Pada 3 Januari 1946, Pemerintah secara resmi mengumumkan pembentukan Kementerian Agama melalui Penetapan Pemerintah No. 1/S.D. Menteri Agama pertama yang ditunjuk adalah H. Mohammad Rasjidi.

3. Asal-usul Nama "Hari Amal Bakti"

Nama "Hari Amal Bakti" sendiri tidak muncul sejak awal berdiri. Istilah ini baru resmi digunakan pada peringatan ulang tahun ke-34 di tahun 1980.

Amal: Berarti perbuatan atau pengabdian.

Bakti: Berarti kesetiaan atau dedikasi yang tulus kepada negara dan masyarakat.

Perubahan nama ini dilakukan untuk menekankan bahwa keberadaan Kementerian Agama bukan sekadar institusi administratif, melainkan wadah pengabdian kepada Tuhan dan seluruh umat beragama di Indonesia.

Tujuan Peringatan

Peringatan HAB bertujuan untuk:

Refleksi: Mengingat kembali cita-cita luhur para pendiri kementerian dalam menjaga harmoni antarumat beragama.

Integritas: Meningkatkan kualitas pelayanan ASN (Aparatur Sipil Negara) di bawah Kementerian Agama agar lebih profesional dan bersih.

Moderasi Beragama: Memperkuat semangat kerukunan dan persatuan di tengah keberagaman bangsa.(*)

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan