Ratusan ASN Ponorogo Ikut Asesmen, Bunda Lisdyarita Jamin Kesempatan Sama untuk Semua

Ratusan ASN Ponorogo Ikut Asesmen, Bunda Lisdyarita Jamin Kesempatan Sama untuk Semua

Ratusan ASN Ponorogo Ikuti Asesmen untuk Reformasi Birokrasi

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengikuti asesmen selama empat hari. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya percepatan reformasi birokrasi sekaligus memetakan potensi para pejabat. Asesmen tersebut melibatkan pejabat eselon III dan IV serta subkor yang pernah menjabat eselon IV.

Acara digelar di SMKN 1 Jenangan, Jalan Niken Gandini, Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Kegiatan berlangsung mulai Senin (8/12/2025) hingga Kamis (11/12/2025). Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menjelaskan bahwa tujuan utama dari asesmen ini adalah memberikan kesempatan yang sama bagi semua ASN dalam pengembangan karier.

“Agar semua ASN mempunyai kesempatan yang sama dalam karier,” ujar Lisdyarita, Kamis (11/12/2025). Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mempercepat proses reformasi birokrasi dan memetakan kemampuan serta potensi masing-masing pegawai.

Asesmen Sebagai Dasar Pengisian Jabatan

Lisdyarita menegaskan bahwa asesmen ini menjadi dasar dalam pengisian jabatan. Hal ini karena Pemkab Ponorogo belum memiliki big data terkait kemampuan dan kualifikasi masing-masing pejabat. Akibatnya, proses mutasi sering kali membutuhkan waktu yang cukup lama.

“Jadi nanti dalam mengambil keputusan mutasi jabatan, sebelumnya kita lakukan profiling dan pemetaan,” jelasnya. Dengan adanya pemetaan, diharapkan dapat terlihat secara jelas siapa yang sudah saatnya naik pangkat serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan jabatan yang ditawarkan.

“Asesmen ini mencakup uji kompetensi, sehingga semua ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” tambah Lisdyarita.

Proses Pemetaan yang Merata

Menurut Lisdyarita, asesmen dilakukan secara merata agar setiap ASN mendapatkan perlakuan yang sama. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengisian jabatan bisa dilakukan lebih cepat jika diperlukan.

“Ada sistem pengetesan. Jika nanti ada mutasi, kita akan melihat dari data yang telah terkumpul. Tinggal mengumpulkan siapa yang cocok dan sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Dengan mekanisme ini, ia berharap dapat memastikan bahwa semua ASN memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kariernya sesuai dengan kemampuan dan latar belakang masing-masing.

Kesimpulan

Lisdyarita menegaskan sekali lagi bahwa semua ASN punya kesempatan yang sama. “Tinggal kemampuan masing-masing,” pungkasnya. Dengan adanya asesmen yang dilakukan secara merata dan transparan, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan keadilan dalam pengelolaan sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan Kabupaten Ponorogo.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan