
Pengangkatan 13.111 Pegawai Honorer sebagai PPPK Paruh Waktu di Jawa Tengah
Sebanyak 13.111 pegawai honorer yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Pengangkatan ini menjadi angin segar bagi ribuan tenaga pendidik yang selama bertahun-tahun mengabdi tanpa kepastian status.
Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan berlangsung di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Turut hadir Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekretaris Daerah Jateng Sumarno, serta Kepala BKN Kantor Regional I Yogyakarta.
Gubernur Luthfi menyebut bahwa Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah pengangkatan PPPK Paruh Waktu terbanyak secara nasional. Ia menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan.
Penerimaan ini tidak mudah. Mereka melalui tahapan seleksi. Hari ini SK sudah diserahkan, saya ucapkan selamat, ujar Luthfi dalam sambutannya.
Ia juga mengingatkan bahwa SK bukan sekadar dokumen administratif, melainkan bentuk kepercayaan negara yang harus dijaga melalui peningkatan kinerja.
SK ini harus menjadi motivasi. Jangan sampai semangat justru menurun setelah menerima SK. Justru harus lebih rajin dan bertanggung jawab, tegasnya.
Dengan tambahan PPPK Paruh Waktu ini, total Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Jateng kini mencapai 63.049 orang, terdiri dari 29.849 PNS, 20.089 PPPK, dan 13.111 PPPK Paruh Waktu.
Cerita Para Guru yang Diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu
Di antara ribuan guru yang menerima SK, Feni Ekomawati, guru asal Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, tak kuasa menahan haru. Ia memulai karier mengajarnya pada 2017 di sebuah SMK swasta di Kabupaten Pati.
Pada 2021, Feni mengikuti seleksi PPPK dan dinyatakan lolos. Namun, karena formasi belum tersedia, ia harus menunggu hingga akhirnya diumumkan sebagai PPPK Paruh Waktu pada 2025.
Walaupun statusnya paruh waktu, kami sangat bersyukur. Penantian panjang kami akhirnya terjawab, kata Feni, yang kini mengajar di SMA Negeri 1 Karanganyar, Demak.
Cerita serupa datang dari Supriadi, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang telah 15 tahun mengajar di SMK Al-Maarif Demak. Ia mengaku pernah tiga kali gagal dalam seleksi CPNS dan sempat mengikuti seleksi PPPK pada 2021, namun kembali tertunda karena belum tersedianya formasi.
Gaji guru swasta sangat terbatas, jadi saya harus mencari pekerjaan tambahan. Tapi saya tetap bertahan karena mengajar adalah panggilan hati, ujarnya.
Kini, Supriadi resmi diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu dan ditempatkan di SMK Negeri 1 Demak. Ia berharap ke depan statusnya bisa meningkat menjadi PPPK penuh waktu, bahkan PNS.
Apresiasi dari Para Guru
Para guru yang diangkat menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, khususnya kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, atas perhatian terhadap kesejahteraan guru honorer.
Mereka berharap, pengangkatan ini menjadi awal dari peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Tengah, sekaligus kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dengan status baru ini, semangat kami untuk mendidik semakin besar. Kami ingin terus berkontribusi mencetak generasi unggul untuk masa depan bangsa, ujar Supriadi.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar