Rayakan Hari Ibu ke-97, TP PKK Pusat Gelar Bakti Kesehatan Bersama Mitra

Rayakan Hari Ibu ke-97, TP PKK Pusat Gelar Bakti Kesehatan Bersama Mitra

Perayaan Hari Ibu ke-97 dengan Bakti Kesehatan di Jakarta

Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat bekerja sama dengan TP PKK Provinsi DKI Jakarta menggelar acara Bakti Kesehatan di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta. Acara ini digelar pada Rabu (10/12/2025), dan menjadi momen penting dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak yang terlibat dalam kolaborasi, seperti Posyandu, Seruni Kabinet Merah Putih (KMP), Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), Baznas DKI Jakarta, serta organisasi lainnya. Hadir juga para anggota Seruni KMP, yaitu Ninuk Mardiana Pambudy, Elly Suntana, dan Loura Efrina, serta mitra pembangunan yang mendukung pelaksanaan Bakti Kesehatan.

Acara dimulai dengan sambutan dari Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian, yang menyampaikan apresiasi kepada jajaran Dinas Kesehatan DKI Jakarta atas dukungan teknis yang diberikan. Bakti Kesehatan mencakup beberapa layanan, seperti operasi katarak gratis, pemeriksaan kesehatan gratis, serta penyaluran bantuan kacamata. Pada pelaksanaannya, sebanyak 110 peserta mengikuti layanan operasi katarak gratis.

Tri Tito Karnavian menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia menyebut bahwa persiapan acara ini tidak mudah dan membutuhkan kerja keras dari banyak pihak.

Pada kesempatan tersebut, Tri bersama Ketua TP PKK Provinsi DKI Jakarta Endang Nugrahani Pramono Anung menyerahkan bantuan kacamata secara simbolis kepada perwakilan masyarakat. Keduanya juga memberikan bantuan sembako kepada sejumlah peserta sebelum meninjau langsung jalannya operasi katarak dan berdialog dengan warga.

Tri menekankan pentingnya keterlibatan kader PKK di seluruh daerah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di wilayah lain, terutama daerah yang sedang mengalami bencana. Menurutnya, bakti kesehatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi lansia dengan kondisi ekonomi lemah.

Dalam penjelasannya, Tri menyebut bahwa Bakti Kesehatan bukan kegiatan pertama yang diinisiasi TP PKK. Tahun sebelumnya, kegiatan serupa juga mendapat antusiasme besar. Namun, pada pelaksanaan kali ini, dari 300 pendaftar operasi katarak gratis, panitia hanya dapat menerima 110 peserta karena keterbatasan tenaga medis dan kapasitas tempat. Ia berharap jumlah penerima manfaat dapat diperluas pada penyelenggaraan berikutnya.

Mudah-mudahan [pada] kegiatan [ini masyarakat] yang belum mendapatkan fasilitas ini, bisa dilaksanakan di lain kesempatan, bekerja sama dengan pihak-pihak yang lain, tandasnya.

Manfaat Bakti Kesehatan bagi Masyarakat

Bakti Kesehatan merupakan salah satu bentuk kepedulian TP PKK terhadap kesejahteraan masyarakat. Melalui layanan kesehatan gratis, masyarakat, terutama yang kurang mampu, memiliki akses lebih mudah untuk mendapatkan perawatan kesehatan. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, organisasi masyarakat, dan komunitas. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan berkembang di berbagai daerah.

Kedepan, TP PKK Berkomitmen untuk Lebih Banyak Lagi

Melalui Bakti Kesehatan ini, TP PKK menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan yang lebih luas dan merata. Meskipun ada batasan dalam jumlah peserta, TP PKK tetap berupaya untuk meningkatkan partisipasi dan kualitas layanan di masa depan.

Dengan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, TP PKK berharap bisa menjadikan Bakti Kesehatan sebagai program rutin yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Hal ini akan membantu masyarakat, terutama lansia dan kelompok rentan, untuk memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan