Kekuasaan Fotografi Mobile di Indonesia
Kekuatan budaya fotografi mobile semakin tak terbendung di kalangan masyarakat Indonesia. Dalam ajang penghargaan vivo Imagine Awards 2025, ribuan karya dari berbagai kategori berhasil menghasilkan lima pemenang yang luar biasa. Ajang tahunan ini menjadi wadah untuk memperkenalkan kreativitas dan kekayaan budaya tanah air melalui bidikan dari genggaman ponsel.
Dengan tema "Joy in Nusantara", para pemenang berhasil menampilkan karya yang sangat Indonesia, hangat, tajam, serta sarat makna dan cerita. Tahun ini, kompetisi fotografi mobile tersebut menerima hampir 6.000 karya dari berbagai kota di Indonesia. Jumlah karya yang mencerminkan semakin kuatnya budaya fotografi mobile di tanah air.
Melalui kolaborasi dengan Wonderful Indonesia, vivo memperluas perannya sebagai mitra strategis dalam memperkenalkan Indonesia ke dunia melalui kekuatan visual dan narasi budaya.
"Kami ingin menunjukkan bahwa inovasi imaging yang kami hadirkan bukan hanya soal spesifikasi, tetapi bagaimana teknologi digunakan untuk bercerita. Kami berharap lebih banyak kreator, pecinta foto, maupun masyarakat yang mengangkat cerita tentang Nusantara kepada audiens yang lebih luas. Cukup dengan ponsel andalan saja," ujar Alexa Tiara, Public Relations Manager vivo Indonesia dalam siaran persnya.

Sejak dibuka pada 5 Agustus 2025, kompetisi ini telah menjaring ribuan karya yang menafsirkan tema dengan cara yang beragam. Antara lain mengabadikan keindahan, momen kebersamaan, dan ekspresi budaya yang menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Merasakan dan Menceritakan Indonesia
Semua karya ini menunjukkan bagaimana para kreator dan pengguna melihat, merasakan, dan menceritakan Indonesia melalui perspektif mereka sendiri. Empat kategori mewakili spektrum gaya fotografi peserta, yakni Portrait, Street Photography, Nature and Architecture, dan Night Photography.
Lewat kategori-kategori ini, peserta diajak melihat Indonesia dari berbagai sudut, manusia, ruang hidup, dinamika kota, hingga suasana malam hari. Seperti karya 'Pengrajin Payung' dari Maya Nurikawati asal Jawa Barat. Foto yang diambilnya dengan kuat menunjukkan perpaduan ekspresi subjek dan objek payung berwarna-warni yang indah dan kaya warna. Memancarkan nuansa tradisional, artistik, dan kearifan lokal yang kuat.
Jefri Deniawan muncul sebagai juara dalam Kategori Street Photography berjudul Balap Karung. vivografer dari Tangerang itu memikat dewan juri melalui perpaduan sudut pengambilan low-angle, garis-garis daun kering di foreground, serta ekspresi tawa dan gerak lompatan yang dinamis. Hasilnya, menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang hangat, hidup, dan sangat dekat dengan keseharian.
Kemudian Shandi Hadi Saputra dari Makassar menjuarai Kategori Nature and Architecture Photography dengan judul Membingkai Tugu Layar Putih. Dia memperlihatkan bagaimana lanskap alam Indonesia dapat menjadi latar yang harmonis bagi objek arsitektural ikonik. Melalui pengambilan momen dan angle yang menarik, karya ini menonjolkan hubungan seimbang antara alam, objek, dan ruang publik.
Begitu pula Vendi Rizki Kesworo yang memenangi kategori Night Photography berjudul Perang Obor Jepara. Dia dinilai mampu menangkap atmosfer tradisi tahunan Perang Obor di Desa Tegalsambi, Jepara. Karya ini merekam semburat api obor, gerak masyarakat, dan suasana malam yang ritmis tanpa kehilangan detail maupun makna ritual yang sarat harapan dan permohonan keberkahan.
Yang juga istimewa adalah karya Erwin Kurniawan dalam Kategori Special Jury Award berjudul Warisan Sang Dalang. Di luar empat kategori utama, dewan juri juga menganugerahkan Special Jury Award kepada Erwin.
Narasi Visual Kaya Emosi
Foto ini menampilkan momen hangat antara seorang anak dan sosok dalang yang tengah berbagi cerita dan wayang di ruang pertunjukan tradisional. Permainan cahaya lowlight yang lembut, ekspresi kagum sang anak, serta detail kompleks pada wayang dan ornamen kayu berhasil membangun narasi tentang pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.
"Perpaduan cerita, komposisi, dan kedalaman emosi inilah yang membuat karya Erwin dinilai sangat merepresentasikan esensi 'Joy in Nusantara' dan layak menerima penghargaan khusus dari dewan juri," ujar Benny Lim, vivographer & Juri vivo Imagine Mobile Photography Competition 2025.
Menurutnya, foto-foto terbaik tahun ini menunjukkan bagaimana pecinta fotografi dan para kreator Indonesia melihat negerinya dengan kejujuran, kedekatan, dan rasa bangga. Mereka mampu mengubah momen sederhana menjadi narasi visual yang kaya akan emosi.
Kompetisi ini membuktikan bahwa untuk membuat karya yang berdampak, tidak selalu dibutuhkan peralatan besar. Yang utama adalah perspektif yang kuat dan kamera smartphone yang tepat.
Selama 30 tahun berinovasi dalam pengambilan gambar visual, vivo kali ini memperkuat komitmennya melalui pengembangan teknologi kamera yang semakin matang, termasuk pada vivo X300 Series.
Di X Series, kami fokus pada Pro Imaging Tech agar pengguna bisa mendapatkan foto dan video yang tajam serta konsisten di berbagai kondisi pemotretan. Tujuan kami sederhana, membuat kamera smartphone yang siap dipakai kapan saja, tanpa banyak pengaturan rumit, ujar Hadie Mandala, Product Manager vivo Indonesia.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar