
Gereja Katolik Paroki Santa Clara Ajak Masyarakat Merayakan Natal dengan Kreativitas dan Keberlanjutan
Gereja Katolik Paroki Santa Clara, yang terletak di Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, menunjukkan cara unik dalam menyambut perayaan Natal 2025. Gereja ini dikenal sebagai salah satu gereja paroki Katolik yang paling terkemuka di wilayah tersebut. Didedikasikan untuk Santa Klara dari Assisi, seorang pengikut Santo Fransiskus yang dikenal dengan semangat toleransi dan pelayanan pastoral Kapusin.
Sebelumnya, jemaat Gereja Santa Clara beribadah di ruko, namun kini mereka memiliki gereja baru yang diresmikan pada 11 Agustus 2019. Gereja ini menjadi simbol harapan dan pembangunan spiritual bagi komunitas Katolik Bekasi Utara yang kini berada di bawah Keuskupan Agung Jakarta.
Perlombaan Kandang Natal dengan Bahan Bekas
Dalam rangka merayakan Natal 2025, Gereja Santa Clara mengadakan perlombaan membuat 'Kandang Natal' yang diikuti oleh total 12 tim peserta dari wilayah Bekasi. Namun, ada aturan khusus dalam perlombaan ini. Pembuatan Kandang Natal harus menggunakan barang bekas yang kemudian didaur ulang. Selain itu, peserta dilarang menggunakan teknik paku tembok.
Ketua Panitia Natal Gereja Katolik Santa Clara, Rasnius Pasaribu, menjelaskan bahwa selain menggunakan bahan bekas, peserta juga diminta mematuhi tema Natal yang telah ditentukan, yaitu "Allah menyelamatkan keluarga". Tema ini dipilih setelah kesepakatan antara Konferensi Waligereja Indonesia (WKI) dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).
Tema "Allah menyelamatkan keluarga" memiliki makna mendalam. Menurut Rasnius, keluarga adalah tempat persemaian dan tempat Tuhan hadir. Dengan demikian, nilai-nilai kebaikan dan Kristiani akan tumbuh di dalam keluarga. Keluarga juga diajar untuk selalu berbuat baik kepada sesama tanpa memandang suku, agama, atau keyakinan.
Pesan Moral dari Kandang Natal
Rasnius menegaskan bahwa pesan utama dari tema ini adalah bahwa semua orang adalah ciptaan Tuhan yang wajib saling menghargai dan memuliakan martabat manusia. Dengan demikian, perayaan Natal tidak hanya menjadi momen kegembiraan, tetapi juga menjadi ajang untuk menanamkan nilai-nilai moral yang penting.
Pemenang dalam perlombaan Kandang Natal akan mendapatkan hadiah uang tunai. Juara I akan menerima Rp 1,5 juta, juara II Rp 1 juta, dan juara III Rp 750 ribu. Selain itu, peserta yang tidak meraih juara juga akan diberi apresiasi berupa uang tunai.
Karya yang Menginspirasi dan Melestarikan Lingkungan
Hasil karya Kandang Natal dari para peserta dipamerkan di akses umat dari bagian luar ke dalam Gereja. Beberapa dari karya tersebut menggunakan bahan-bahan bekas seperti kertas kantong semen, kardus, botol plastik bekas, bambu, dan kawat.
Para peserta berharap, siapa pun yang melihat hasil karya Kandang Natal dapat lebih memahami kondisi alam. Mereka ingin menunjukkan bahwa jika manusia abai terhadap lingkungan, maka akan terjadi hal-hal terburuk. Melalui karya-karya ini, Gereja Santa Clara ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar