
Peninjauan Lokasi Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya
Wakil Walikota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandranegara, melakukan kunjungan ke empat titik lokasi yang direncanakan sebagai Sekolah Rakyat (SR) di wilayah Kota Tasikmalaya. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kampung Gunung Salam, Kecamatan Bungursari, pada hari Kamis (11/12/2025).
Kunjungan ini dilakukan dengan menyusuri jalan yang belum beraspal dan bekas tambang pasir. Rd. Diky Chandra didampingi oleh jajaran BPBD, Dinas Sosial, DKP3, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meninjau lokasi pertama di wilayah Kecamatan Bungursari, yang rencananya akan dibangun Sekolah Rakyat.
Dalam pernyataannya, Wakil Walikota Tasikmalaya mengungkapkan bahwa peninjauan lokasi ini dilakukan seiring dengan tawaran dari pemerintah pusat untuk membangun Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya. Ia menjelaskan bahwa Pak Wali sudah menggagas dan menimbang untuk mendirikan SR di Kota Tasikmalaya karena masih banyak masyarakat kurang mampu yang berhak mendapatkan pendidikan yang layak. Oleh karena itu, persiapan lahan menjadi penting.
Selain itu, Diky menjelaskan bahwa dalam peninjauan lokasi SR ini, BPBD hadir untuk memastikan lokasi aman dari bencana alam. DKP3 juga terlibat untuk memastikan lahan yang digunakan bukan lahan produktif pertanian, sedangkan DLH bertugas memastikan tidak ada gangguan terhadap kelestarian alam serta sistem sanitasi yang diperlukan.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa ada lima wilayah yang akan disurvey dan dikaji untuk lokasi Sekolah Rakyat, antara lain Tamansari, Kawalu, Bungursari, dan dua wilayah lainnya. Namun, beberapa wilayah tidak perlu dikunjungi lagi karena laporan menunjukkan bahwa lahan tersebut merupakan lahan sawah produktif yang dilindungi.
Setelah melakukan pengecekan lokasi, semua data hasil survey akan disampaikan ke pemerintah pusat. Diky menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa menentukan lokasi mana yang akan digunakan untuk SR, karena keputusan akhir berada di tangan pemerintah pusat melalui provinsi.
Namun, ia menjelaskan bahwa luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan SR berkisar antara 5,6 hektar hingga 7,6 hektar. Kemungkinan besar Pemkot Tasik akan memilih lahan seluas 5,6 hektar, mengingat keterbatasan anggaran yang dimiliki saat ini.
Sementara itu, perwakilan pemilik lahan, H. Dadan Azhar, menyambut baik kehadiran tim survey dari Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Tasikmalaya. Ia menyebut bahwa berdasarkan informasi dari Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan SR sekitar 7,6 hektar. Ia berharap, Sekolah Rakyat bisa segera direalisasikan dan dibangun di Wilayah Bungursari, karena menurutnya di wilayah Kecamatan Bungursari masih minim sekolah, dan masih banyak masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pendidikan yang layak.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar