
Penghentian Sementara Operasional PT TPL Dianggap Sebagai Kemenangan Masyarakat
Pada akun media sosialnya, Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan menyampaikan bahwa penghentian sementara operasional PT TPL oleh pemerintah pusat adalah tanda bahwa pemerintah telah mendengar jeritan masyarakat.
"Kita melihat bahwa Pemerintah telah mendengar jeritan masyarakat, suara makhluk hidup, dan keluhan alam yang terluka," tulis Pendeta Victor Tinambunan dalam akun media sosialnya, Jumat (12/12/2025).
Ia menambahkan bahwa keputusan ini juga menunjukkan bahwa pemerintah melihat adanya persoalan serius dalam operasional PT TPL.
"Di depan mata kita terbentang fakta: tutupan hutan yang hampir habis, dan salah satu penyebab utamanya adalah aktivitas TPL selama lebih dari tiga dekade di Sumatera Utara," jelasnya.
"Pada tahap ini, kita memberi apresiasi kepada Pemerintah atas langkah keberanian tersebut," ujarnya.
Namun, ia menegaskan bahwa seruan masyarakat tetap mengalir dan tak akan pernah surut hingga tutup permanen operasional PT TPL.
"Tetapi dari hati yang jernih dan pikiran yang bening, seruan masyarakat tetap mengalir dan tak akan pernah surut hingga tutup permanen operasional PT TPL," lanjutnya.
Pendeta Victor Tinambunan menjelaskan bahwa tugas pemerintah selanjutnya memang tidak ringan. Namun, ia percaya banyak pihak akan siap mendukung. Ada beberapa harapan yang perlu dipertimbangkan.
- Pertama, rehabilitasi lahan konsesi TPL dengan penanaman kembali pohon-pohon hutan, termasuk pohon produktif seperti durian dan petai.
-
Hulu sungai harus menjadi prioritas utama. HKBP siap membantu bila diberikan kawasan untuk penanaman ulang.
-
Kedua, pengembalian tanah adat dengan dasar hukum dan pengaturan yang jelas: berapa persen yang diperuntukkan bagi pertanian, berapa persen yang tetap menjadi hutan, dan seterusnya.
-
Ketiga, penyediaan sebagian lahan bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidupnya dari TPL, dengan aturan yang tertib dan transparan.
-
Keempat, pencegahan dini terhadap praktik penggarapan liar.
- Ini penting, sebab pengalaman menunjukkan bahwa selalu ada satu-dua orang - bahkan mungkin lebih - di antara kita yang memiliki kecenderungan "menggarap tanah" tanpa hak.
Pendeta Victor Tinambunan sangat berharap DPRD dan Pemerintah Kabupaten di Sumatera Utara secara resmi menerbitkan surat rekomendasi Tutup TPL.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar