
Pembicaraan Perpanjangan Kontrak Dayot Upamecano Terhenti
Bek tengah Bayern Munich, Dayot Upamecano, dikabarkan telah menghentikan pembicaraan terkait perpanjangan kontrak dengan klub Bundesliga tersebut. Berdasarkan laporan dari Sport Bild dan Kicker, negosiasi antara pihak pemain dan klub mengalami kebuntuan setelah Upamecano menetapkan tuntutan akhir berupa gaji sebesar 16 juta per tahun, termasuk bonus, serta klausul rilis khusus yang memungkinkannya untuk pindah kapan saja sesuai syarat yang disepakati.
Menurut kedua media Jerman tersebut, pihak Upamecano menegaskan bahwa permintaan tersebut bersifat final dan tidak bisa dinegosiasikan lagi. Hal ini membuat Bayern Munich berada dalam posisi sulit: baik menyetujui tuntutan sang pemain atau kehilangannya secara gratis ketika kontraknya habis pada akhir musim.
Karena masa kontrak Upamecano akan berakhir pada Juni 2026, ia dapat mulai bernegosiasi dengan klub lain sejak 1 Januari, tepat saat bursa transfer musim dingin dibuka. Dengan demikian, peluang Upamecano untuk bertahan di Bayern semakin tipis.
Perspektif Pemain dan Klub
Bayern saat ini sedang menjalani disiplin anggaran yang ketat, sementara CEO personalia, Max Eberl, berada di bawah tekanan besar dari tokoh klub Uli Hoene untuk tidak menuruti ultimatum pemain. Memberikan kesempatan besar kepada Upamecano dinilai berpotensi menciptakan preseden buruk dalam negosiasi pemain lainnya.
Situasi semakin rumit karena Real Madrid dan PSG disebut siap memenuhi seluruh permintaan Upamecano. Dengan adanya minat dari dua klub besar Eropa, skenario perpisahan dalam enam minggu ke depan semakin masuk akal.
Opsi Pengganti yang Tersedia
Bayern sendiri memiliki waktu cukup untuk menyiapkan opsi pengganti. Saat ini, Kim Min-jae tampil meyakinkan saat berduet dengan Jonathan Tah di jantung pertahanan musim ini. Kehadiran mereka memberi harapan bagi klub untuk tetap mempertahankan kualitas pertahanan meskipun harus kehilangan Upamecano.
Selain itu, Bayern juga bisa mempertimbangkan opsi transfer dari luar, seperti pemain muda potensial atau bek berpengalaman yang sudah dikenal dalam lingkungan sepak bola Eropa. Namun, proses ini membutuhkan waktu dan strategi yang matang agar tidak mengganggu konsistensi tim di lapangan.
Kesimpulan
Pembicaraan perpanjangan kontrak Upamecano menunjukkan perbedaan pendapat antara pemain dan klub. Sementara pemain memperjuangkan gaji dan klausul yang dianggap layak, Bayern lebih fokus pada stabilitas finansial dan kebijakan internal. Dengan situasi yang begitu kompleks, semua pihak harus melakukan evaluasi yang cermat sebelum mengambil langkah terakhir.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar