
Tradisi Natal Keluarga Redick yang Unik dan Penuh Makna
Dalam sebuah tradisi yang terasa lebih seperti seminar daripada perayaan keluarga, pelatih Los Angeles Lakers J.J. Redick menerapkan aturan khusus bagi anak-anaknya setiap kali tiba Natal: tak ada hadiah tanpa esai persuasif. Pendekatan ini terdengar aneh bagi sebagian orang, namun bagi Redick, hal itu adalah bagian dari pendidikan karakter yang ia anggap penting.
Menurut laporan NBA, Redick bersama istrinya, Chelsea, telah membiasakan kedua putra mereka—Knox (11) dan Kai (9)—untuk “memperjuangkan” keinginan mereka melalui argumen tertulis. Alih-alih menyalin daftar permintaan untuk Santa Claus, kedua bocah itu harus menyusun esai yang menjelaskan mengapa mereka layak menerima hadiah besar yang mereka impikan.
“Kai benar-benar melakukannya dengan sangat baik,” ujar Redick, merujuk pada putranya yang berusia 9 tahun. Nada suaranya menggambarkan kebanggaan seorang ayah yang melihat kemampuan berpikir kritis mulai tumbuh di usia belia.
Redick menilai, proses berpikir yang tertata adalah hadiah pendidikan terbaik yang bisa ia berikan. Ia ingin anak-anaknya memaknai keinginan bukan sebagai hak, melainkan sebagai sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan dengan argumen rasional.
Esai dan Permintaan yang Menarik Perhatian
Dalam esainya tahun ini, Kai meminta perangkat Meta VR. Alasannya sederhana namun kuat: sebagian besar temannya sudah memilikinya, dan ia ingin merasakan pengalaman bermain gim realitas virtual secara lebih imersif. Argumen itu terbukti berhasil. Kai akhirnya menerima headset VR berdefinisi tinggi sebagai hadiah Natalnya.
Sementara itu, sang kakak, Knox, memilih smart watch sebagai permintaannya. Bagi keluarga Redick, keputusan itu juga memiliki aspek keamanan. Jam tangan pintar itu dilengkapi nomor seluler dan fitur pelacakan lokasi—alat yang dinilai tepat untuk memantau aktivitas anak sulung mereka yang mulai banyak beraktivitas di luar rumah.
“Kami sadar sudah waktunya mulai memantau dia,” kata Redick. Knox sendiri terlihat sangat antusias. Kini ia bisa menelepon teman-temannya saat mengikuti rutinitas berjalan pagi bersama keluarga.
Menghadapi Kehilangan dan Keajaiban
Namun tradisi Natal tahun ini juga membawa jejak emosi tersendiri bagi keluarga Redick. Pada awal tahun, rumah mereka di Pacific Palisades habis dilalap kebakaran hebat. Sejumlah memorabilia basket milik Knox dan Kai ikut musnah, meninggalkan kesedihan mendalam bagi dua bocah penggemar NBA itu.
Sebagai penghiburan, keduanya sempat menerima jersey bertanda tangan dan dipakai bertanding oleh Victor Wembanyama dan Chris Paul—hadiah yang bagi anak-anak itu lebih dari sekadar benda, melainkan simbol kedekatan mereka dengan dunia basket yang mereka cintai.
Nilai-nilai yang Layak Dirayakan
Tradisi Natal keluarga Redick mungkin tak lazim, bahkan terdengar seperti eksperimen pendidikan di sebuah rumah atlet NBA. Namun di baliknya terdapat pesan yang lebih besar: bahwa kedisiplinan berpikir, ketahanan menghadapi kehilangan, dan rasa syukur atas apa yang diperjuangkan adalah nilai-nilai yang layak dirayakan—bahkan pada hari paling penuh keajaiban sekalipun.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar