Rekam Jejak Dewi Astutik, Buronan Narkoba Rp5 Triliun, Ditangkap BNN di Kamboja

Rekam Jejak Dewi Astutik, Gembong Narkoba Internasional yang Ditangkap

Dewi Astutik adalah sosok yang kini menjadi perhatian utama dalam dunia penangkapan narkoba internasional. Sebagai bos kelas kakap, ia menjadi otak dari penyelundupan dua ton sabu senilai Rp5 triliun. Penangkapan ini dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kamboja, setelah selama setahun bersembunyi sebagai buronan internasional.

Penangkapan Dewi Astutik tidak terlepas dari kerja sama antara BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Diketahui, sebelumnya Dewi masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus penyelundupan 2 ton sabu sejak 2024. Ia juga menjadi buronan otoritas Korea Selatan.

Latar Belakang dan Identitas Asli Dewi Astutik

Warga Ponorogo, Jawa Timur, Dewi Astutik ternyata memiliki rekam jejak yang tidak main-main. Menurut Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Dewi sudah lama menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). Berdasarkan KTP-nya, Dewi berdomisili di Dusun Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo.

Menurut Gunawan, Kepala Dusun domisili Dewi sesuai kartu tanda penduduk, Dewi pernah bekerja di Hongkong dan Taiwan. Kabar terbaru menyebutkan bahwa ia berpamitan kepada keluarganya untuk bekerja di Kamboja. Namun, keberangkatan Dewi ke Kamboja menyisakan kejanggalan. Ia diduga menggunakan identitas palsu milik keluarganya. Dewi sendiri diketahui bernama asli PA.

Terbongkarnya Nama Dewi Astutik

Nama Dewi Astutik mencuat ketika BNN membongkar peredaran heroin seberat 2,76 kilogram di Bandara Soekarno-Hatta. Heroin itu diamankan dari seorang pria berinisial ZM pada 24 September 2024. ZM mengatakan bahwa heroin yang dibawanya akan diserahkan kepada SS. BNN kemudian menangkap SS dan mendapati nama pelaku lain, yakni AH.

Ternyata, AH adalah orang yang memerintahkan ZM dan SS untuk mengambil heroin dari Dewi Astutik di Kamboja. Berdasarkan petunjuk itu, BNN akhirnya mengamankan AH di Medan, Sumatra Utara.

Peran Dewi dalam Jaringan Narkoba Internasional

Dewi Astutik diketahui telah bergabung dengan jaringan narkoba internasional Golden Triangle. Dalam organisasi itu, Dewi memiliki peran signifikan dalam hal peredaran narkoba. Ia merupakan pemimpin sekaligus perekrut kurir-kurir yang kebanyakan berasal dari Indonesia.

Berdasarkan hasil operasi BNN bersama Bea Cukai dan TNI AL, dua ton sabu berhasil diamankan dari kapal MT Sea Dragon Tarawa di Kepulauan Riau pada 22 Mei 2025. Empat awak kapal yang berstatus warga negara Indonesia (WNI) itu diduga berkaitan dengan Dewi.

Terafiliasi dengan Sindikat Afrika

Komjen Marthinus Hukom, Kepala BNN, menyebut bahwa Dewi termasuk dalam jajaran pimpinan di Golden Triangle, meskipun bukan yang tertinggi. Selain membawahi ratusan kurir narkoba, Dewi terhubung dengan sindikat Afrika yang beroperasi di Thailand dan semenanjung Malaysia.

Status Buron Interpol

BNN telah mengajukan red notice untuk nama Dewi Astutik kepada Interpol. Dewi sudah menjadi buron sejak 2024. Saat ini, BNN bekerja sama dengan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengejar keberadaan Dewi.

Identitas Asli dan Kejanggalan

Mengutip Surya.co.id, Dewi Astutik merupakan warga Jawa Timur dari identitas berupa fotocopy KTP maupun paspor. Dalam identitas kependudukannya, Dewi Astutik beralamat di Dukuh Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo. Namun, ketika ditelusuri jejak Dewi Astutik sesuai alamat yang beredar di medsos, hasilnya nihil.

Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, mengatakan nama Dewi Astutik tidak ada di dusunnya. “Nama Dewi Astutik tidak ada. Tetapi alamat itu memang warga sini. Fotonya juga kenal,” ungkapnya.

Penangkapan dan Proses Selanjutnya

Usai ditangkap, Dewi dibawa ke Phnom Penh untuk proses verifikasi identitas dan penyerahan resmi antarotoritas. Setibanya di Indonesia, Dewi akan menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap alur pendanaan, logistik, dan pihak-pihak yang terlibat.

BNN menegaskan, penindakan tidak akan berhenti pada penangkapan ini, tetapi berlanjut pada pembongkaran seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara masif dan terorganisasi.

Jaringan Narkotika yang Dikendalikan Dewi Astutik

Jaringan yang dikendalikan Dewi Astutik sangat aktif mendistribusikan berbagai jenis narkotika ke Asia Timur dan Asia Tenggara. Tidak hanya sabu, sindikat ini juga mengedarkan kokain hingga ketamin menggunakan jalur darat dan laut.

BNN menegaskan, keberhasilan menangkap Dewi bukan menjadi akhir operasi. Penindakan akan dilanjutkan untuk membongkar seluruh struktur jaringan yang selama ini beroperasi secara terorganisasi.

Rekrutmen Kurir ke Luar Negeri

Pada awal Mei 2025, Dewi Astutik kembali disorot setelah BNN menggagalkan penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun dari KM Sea Dragon Tarawa di perairan Karimun, Kepulauan Riau. Dikatakan Marthinus, Dewi Astutik tidak hanya menjadi master mind di kasus penyelundupan 2 ton sabu di kapal Sea Dragon Tarawa, tapi juga di kasus-kasus besar lainnya.

Dengan identitas palsunya, PA telah merekrut 110 orang Indonesia untuk menjadi kurir narkoba di luar negeri. Seperti, akhir tahun 2024, saat ada 2 orang terbang dari Kamboja, masuk ke Medan dengan menggunakan pesawat membawa narkoba, mereka juga hasil rekrutmen Dewi Astutik.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan