
Peluang Penguatan Pasar Saham Indonesia di Akhir Tahun
Pasar saham Indonesia memiliki peluang penguatan pada akhir tahun, yang didorong oleh momentum Santa Claus Rally. Momentum ini sering kali menjadi perhatian para investor karena tren kenaikan harga saham yang biasanya terjadi pada pekan terakhir bulan Desember.
Beberapa saham diproyeksikan akan mengalami kenaikan, seperti BMRI (Bank Mandiri), ASII (Astra International), dan ANTM (Aneka Tambang). Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan signifikan sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) atau sejak perdagangan perdana 2025 hingga perdagangan kemarin, Kamis (11/12/2025), dengan level 8.620,48.
IHSG diperkirakan akan terus meningkat menjelang akhir tahun, terutama selama momen Santa Claus Rally. Momen ini umumnya ditandai dengan kenaikan harga saham yang terjadi di akhir bulan Desember.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan menyatakan bahwa peluang terjadinya Santa Claus Rally tahun ini masih terbuka. Ia menilai reli akhir tahun lebih dipengaruhi oleh faktor likuiditas, arus dana asing, dan window dressing. Jika arus dana asing tetap positif dan volatilitas global mereda setelah pemangkasan suku bunga The Fed, ruang penguatan tambahan masih ada.
Indikator Utama yang Perlu Diperhatikan
Indikator utama yang perlu diperhatikan adalah keberlanjutan inflow investor asing ke bank jumbo dan sektor-sektor berkapitalisasi besar, serta stabilitas rupiah menjelang akhir tahun. Pemangkasan suku bunga The Fed memiliki dampak signifikan terhadap arus dana asing ke Indonesia. Dengan biaya modal global yang lebih rendah, aset emerging markets seperti Indonesia menjadi lebih menarik.
Ekky melihat peluang aliran dana asing kembali meningkat dalam 12 bulan ke depan, terutama jika rupiah stabil dan outlook penurunan suku bunga BI pada semester I/2026 semakin kuat.
Saham-Saham yang Diproyeksikan Naik
Untuk saham-saham yang bisa menjadi pilihan, Ekky menilai saham berkapitalisasi besar atau big caps masih punya ruang mengejar ketertinggalan di akhir tahun. Saat ini, saham-saham big caps memang tertinggal dibandingkan IHSG. Meskipun IHSG melonjak, indeks LQ45 hanya tumbuh 2,47% ytd. Ketimpangan ini menunjukkan bahwa reli lebih banyak ditopang saham lapis kedua dan ketiga, bukan oleh emiten berkapitalisasi besar.
Ekky menilai bahwa ketika likuiditas asing kembali masuk, rotasi ke big caps biasanya menguat. Saham-saham seperti PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Astra International Tbk. (ASII), dan PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM), hingga emiten energi besar berpotensi mendapatkan aliran dana menjelang window dressing karena kapitalisasi besar menjadi tujuan utama investor institusi.
Faktor Pendukung Santa Claus Rally
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas M. Nafan Aji Gusta juga menyatakan bahwa secara historis, IHSG cenderung menguat pada Desember, terutama pada beberapa hari jelang perdagangan terakhir. Beberapa faktor pendukung Santa Claus Rally antara lain aktivitas window dressing atau rebalancing portofolio akhir tahun, di mana investor institusi mengambil posisi dan mengubah alokasi.
Volume perdagangan yang rendah karena musim liburan juga mendorong harga lebih mudah bergerak naik jika ada pembelian. Sentimen positif liburan atau suasana gift giving membuat investor ritel lebih optimis.
Potensi Saham yang Bisa Dipilih
Nafan mencatat sejumlah saham yang bisa menjadi pilihan investor saat momen Santa Claus Rally, antara lain saham tambang PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT Archi Indondesia Tbk. (ARCI), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS). Selain itu, terdapat potensi penguatan di saham bank jumbo seperti BBCA hingga BMRI. Lalu, saham minyak dan gas seperti PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), hingga PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar