
Ringkasan Berita:
- Rekor impresif Malut United tanpa kekalahan dalam 11 pertandingan akhirnya terhenti setelah takluk dari Persebaya Surabaya, tim yang musim lalu sempat mereka kalahkan di Stadion Gelora Bung Tomo.
- Hasil ini cukup menyakitkan, mengingat Malut United sejatinya memiliki peluang besar untuk merebut puncak klasemen.
- Dari sisi permainan, Malut United tampil meyakinkan. Dominasi penguasaan bola menunjukkan kualitas permainan Laskar Kie Raha, meski hasil akhir belum berpihak.
nurulamin.pro,SOFIFI- Rekor impresif Malut United tanpa kekalahan dalam 11 pertandingan akhirnya terhenti setelah takluk dari Persebaya Surabaya, tim yang musim lalu sempat mereka kalahkan di Stadion Gelora Bung Tomo.
Juru bicara kelompok suporter The Salawaku, Rizal I. Muhammad, menilai hasil ini cukup menyakitkan, mengingat Malut United sejatinya memiliki peluang besar untuk merebut puncak klasemen andai mampu mengamankan kemenangan.
“Rekor 11 laga tanpa kekalahan akhirnya dihentikan Persebaya Surabaya. Padahal, jika tadi Malut United menang, peluang untuk menempati posisi puncak klasemen sangat terbuka,” ujar Rizal kepada nurulamin.pro, Sabtu (10/1/2026).
Meski demikian, Rizal menegaskan bahwa dari sisi permainan, Malut United tampil meyakinkan. Dominasi penguasaan bola menunjukkan kualitas permainan Laskar Kie Raha, meski hasil akhir belum berpihak.
“Secara permainan, Malut United tampil sangat baik dan dominan, terutama dalam penguasaan bola. Namun faktor keberuntungan belum berpihak kepada Laskar Kie Raha,” katanya.
Memasuki putaran kedua kompetisi, Rizal menyampaikan sejumlah catatan penting dari sudut pandang suporter yang dinilai perlu menjadi perhatian serius manajemen dan tim pelatih, khususnya di lini tengah.
Menurutnya, pengisian lini tengah oleh pemain U-22 perlu dievaluasi secara objektif. Salah satu pemain yang disorot adalah Try Setiawan, yang dinilai belum tampil maksimal meski telah mendapat beberapa kesempatan bermain.
“Try Setiawan kerap diberi menit bermain, namun performanya belum optimal dalam menjalankan fungsi di lini tengah. Padahal, masih ada pemain U-22 lain yang bisa dipertimbangkan,” ujar Rizal.
Ia mencontohkan Taufik Rustam yang dinilai memiliki potensi dan performa lebih baik jika diberikan kesempatan bermain lebih banyak, terlebih regulasi kompetisi memang mengharuskan kehadiran pemain U-22 di lapangan.
“Kami dengan hormat meminta manajemen dan tim pelatih melakukan evaluasi serius di lini tengah, khususnya pada slot pemain U-22, jika ingin Malut United tetap bersaing di papan atas,” tegasnya.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Rizal menegaskan loyalitas penuh The Salawaku kepada klub kebanggaan Maluku Utara tersebut.
“Prinsip kami jelas, The Salawaku akan selalu konsisten berada di belakang Malut United. Kalah kami tetap mendukung, menang kami sanjung,” tutur Rizal. (*)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar