Renovasi Selesai, Presiden Korea Kembali ke Blue House

Pemindahan Fasilitas Kantor Presiden Korsel ke Cheong Wa Dae

Kepala Staf KePresidenan Korea Selatan (Korsel), Kang Hoon-sik, mengumumkan rencana untuk mengembalikan fasilitas kantor dari Distrik Yongsan ke kompleks kepresidenan Cheong Wa Dae atau Blue House di Distrik Jongno, Seoul. Langkah ini dilakukan setelah berbulan-bulan melakukan perbaikan dan renovasi. "Kantor kepresidenan akan kembali ke Cheong Wa Dae, tempat seharusnya," ujar Kang selama jumpa pers pada Minggu (7/12/2025). Ia menambahkan bahwa pemindahan fasilitas kantor diperkirakan akan selesai sekitar Natal.

Pekerjaan pemeliharaan lingkungan dan komunikasi di Cheong Wa Dae telah selesai. Sementara itu, ruang pengarahan akan dipindahkan ke kompleks tersebut antara 20-23 Desember 2025.

Penunjukan Inspektur Khusus oleh Presiden Lee

Menurut Kang, Presiden Lee akan menunjuk seorang inspektur khusus setelah Majelis Nasional merekomendasikan kandidat. Ini merupakan prosedur yang disyaratkan untuk penunjukan tersebut. "Setelah Majelis Nasional merekomendasikan seorang calon, kami akan segera menunjuk orang tersebut sebagai inspektur khusus," ungkapnya.

Kantor inspektur khusus didirikan pada 2014. Tugasnya adalah melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh pasangan presiden dan kerabat dekat, serta pejabat senior presiden. Namun, posisi tersebut telah kosong sejak 2016. Berdasarkan undang-undang, Majelis Nasional diharuskan merekomendasikan tiga kandidat. Adapun persyaratannya, yakni setidaknya 15 tahun pengalaman hukum, dan dari sana presiden memilih satu.

Alasan Eks Presiden Yoon Memindahkan Kantor ke Yongsan

Pada 2022, mantan Presiden Yoon Suk Yeol memindahkan kantor kepresidenan dari Blue House di pusat ibu kota Seoul ke kompleks Kementerian Pertahanan di Yongsan setelah pelantikannya. Lalu, merenovasi kediaman resmi menteri luar negeri menjadi rumah presiden.

Saat itu, Yoon beralasan bahwa pemindahan tersebut akan membuat jabatan kepresidenan lebih demokratis karena mendekatkan pemerintahan dengan publik. Ia juga mengecam Cheong Wa Dae sebagai simbol kekuasaan kekaisaran. Namun, sejak menjabat pada Juni, Presiden Lee, yang saat ini menjabat, mengungkapkan bahwa ia akan memindahkan kantor kembali ke Cheong Wa Dae setelah renovasi selesai.

Sekilas tentang Kompleks Cheong Wa Dae

Dilansir The Straits Times, kompleks Cheong Wa Dae di bagian utara Seoul, menempati area seluas sekitar 250 ribu meter persegi di belakang Istana Gyeongbok. Di dekatnya, terdapat Lapangan Gwanghwamun, lokasi bersejarah tempat protes massa di Korsel, termasuk yang mengakhiri masa jabatan Presiden Yoon setelah upayanya yang gagal untuk menempatkan Negeri Ginseng di bawah darurat militer yang memicu ketidakstabilan politik selama berbulan-bulan.

Sebelumnya, lapangan tersebut juga menjadi tempat protes massa untuk menentang mantan Presiden Park Geun-hye menyusul skandal korupsi. Lokasi Gedung Biru juga diapit oleh pegunungan. Hal ini menjadikannya benteng alami terhadap potensi serangan artileri Korea Utara (Korut). Pada 1968, pasukan komando Korut yang menyamar sebagai warga Korsel mendaki gunung dan menyerbu kompleks tersebut. Namun, upaya tersebut gagal untuk membunuh Presiden Korsel saat itu, Park Chung-hee.

Wisata di Blue House

Beberapa foto menunjukkan bahwa Blue House kini menjadi destinasi wisata baru di Korea Selatan. Sebelumnya, kantor presiden Korsel, Gedung Biru, ditutup untuk umum. Namun, kini, beberapa bagian dari gedung tersebut dibuka untuk kunjungan wisata. Berikut beberapa potret menarik dari Gedung Biru:

  • 10 Potret Blue House yang Tempat Wisata Baru di Korea Selatan
  • Kantor Presiden Korsel Gedung Biru Ditutup untuk Umum
  • 10 Potret Gedung Biru, Istana Presiden Korsel yang Dibuka untuk Wisata

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan