Renungan Akhir Tahun Pater Carrol SVD: Lepaskan Sampah Lama untuk Tahun Baru

Renungan Akhir Tahun Pater Carrol SVD: Lepaskan Sampah Lama untuk Tahun Baru

Momen Pergantian Tahun di Gereja St. Yohanes Pembaptis

Momen pergantian tahun 2025 di Gereja St. Yohanes Pembaptis, Ritaebang, menjadi momen yang penuh makna dan refleksi. Dalam misa malam pergantian tahun yang berlangsung pada Rabu, 31 Desember 2025, Pater Carrol SVD menyampaikan khotbah yang mengajak umat untuk merenungkan perjalanan hidup sepanjang tahun.

Dalam khotbahnya, Pater Carrol menyoroti dua sisi penting dalam menyambut tahun baru. Di satu sisi, ia mengingatkan umat bahwa hidup ini akan berakhir, dan di sisi lain, ia menekankan pentingnya mengalami keabadian melalui Firman yang telah menjadi manusia.

Bacaan pertama dari surat Yohanes menjadi dasar renungan malam itu. Pater Carrol menegaskan bahwa kita semua adalah anak-anak Allah, dan waktu yang tersisa bukan untuk ditakuti, melainkan untuk direnungkan secara mendalam. “Ini bukan tentang menakut-nakuti, tapi tentang mengajak kita berefleksi,” ujar Pater Carrol dalam khotbahnya. Ia menyoroti bahwa tahun yang berlalu penuh dengan suara dan nilai dunia yang sering kali bertentangan dengan kasih.

Namun, di tengah hiruk-pikuk dunia, umat diingatkan bahwa mereka adalah pembeli kebenaran sejak semula. Artinya, setiap orang beriman memiliki kapasitas untuk membedakan mana yang baik dan mana yang menyesatkan. “Sepanjang tahun ini, kita pasti berjumpa dengan banyak hal, baik maupun buruk,” lanjutnya. Bacaan pertama hari itu mengajak umat untuk membuka hati dan menerima kabar baik maupun kabar buruk dengan iman yang teguh.

Pater Carrol juga menyentuh soal kecemasan yang kerap melanda umat di penghujung tahun. Ia menyebut bahwa banyak orang merasa takut menghadapi masa depan karena luka dan kekecewaan yang belum sembuh. Namun, menurutnya, Tuhan Yesus telah menjadi manusia dan tinggal di antara kita untuk membawa cinta dan pengharapan. “Di tengah dunia yang terus berubah, Firman Tuhan tetap kekal dan menjadi terang,” katanya.

Ia mengajak umat untuk tidak membiarkan kegelapan menguasai hati dan pikiran. Sebaliknya, umat diminta untuk membuka diri terhadap terang Kristus yang telah datang ke dunia. “Jika tahun ini ada luka dan kekecewaan, jangan biarkan itu menghalangi pertumbuhan iman kita,” tegasnya. Ia menekankan pentingnya menjaga hati dari kebencian dan kepalsuan yang tidak berasal dari kebenaran.

Pater Carrol juga mengingatkan agar umat tidak mencampuradukkan kejujuran hari ini dengan kebohongan masa lalu. Menurutnya, kejujuran adalah fondasi utama dalam membangun masa depan yang lebih baik. “Gunakan momen akhir tahun ini untuk mengakui dosa-dosa kita,” ajaknya. Ia juga mendorong umat untuk berdamai dengan orang-orang yang pernah menyakiti mereka.

“Jangan bawa sampah masa lalu ke tahun yang baru,” katanya dengan nada tegas namun penuh kasih. Ia menambahkan bahwa masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi cara kita memandang masa depan bisa diperbarui. Pater Carrol mengibaratkan hidup sebagai bejana yang harus dijaga dari kotoran masa lalu. “Jangan biarkan bejana kecil merusak karya besar Tuhan dalam hidup kita,” ujarnya.

Ia menutup khotbah dengan doa agar umat mampu menghidupi identitas mereka sebagai anak-anak terang. “Mari kita sambut tahun baru dengan hati yang bersih dan penuh harapan,” pungkasnya.

Misa tutup tahun di Gereja St. Yohanes Pembaptis Ritaebang berlangsung khidmat dan penuh haru. Umat yang hadir tampak larut dalam suasana doa dan refleksi, menyambut tahun baru dengan semangat baru. Dengan pesan yang mendalam, Pater Carrol mengajak umat untuk tidak hanya melihat ke belakang, tetapi juga menatap ke depan dengan iman. Tahun baru bukan sekadar pergantian kalender, melainkan kesempatan untuk memperbarui hidup dalam terang Kristus.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan