
Ringkasan Ibadah Sabda Minggu Adven III Tahun A
Ibadah sabda untuk Minggu Adven III tahun A, yang jatuh pada tanggal 14 Desember 2025, merupakan bagian penting dalam perayaan Natal. Dengan warna liturgi ungu, ibadah ini mengingatkan umat akan kesabaran dan kegembiraan dalam menantikan kedatangan Yesus Kristus. Teks ibadah sabda disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, dan berisi berbagai bacaan, doa, serta renungan yang mendalam.
Persiapan Ibadah
Sebelum memulai ibadah, para petugas liturgi berkumpul di sakristi. Di meja perayaan, disiapkan lilin bernyala yang mengapiti salib, serta Alkitab dan buku nyanyian. Untuk menjaga suasana khusuk, alat komunikasi dimatikan. Pemimpin ibadah membuka dengan ucapan, Penolong kita ialah Tuhan, dan yang lain menyahut, Yang menjadikan langit dan bumi. Lagu pembuka masa Adven dinyanyikan dengan nuansa ungu.
Tanda Salib dan Salam
Pemimpin mengucapkan tanda salib sambil berkata, Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, dan umat menjawab, Amin. Kemudian, ia menyampaikan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus. Umat menjawab, Sekarang dan selama-lamanya.
Kata Pembuka
Pemimpin menjelaskan bahwa hari ini adalah Minggu Ketiga dalam Masa Adven, juga disebut Minggu Gaudete. Kegembiraan ini ditandai dengan penyalaan lilin adven berwarna merah muda dan penggunaan jubah berwarna merah muda. Bacaan pertama menggemakan tema sukacita ini dengan menyatakan bahwa semua ciptaan bergembira. Orang Israel diminta untuk bersukacita karena Tuhan datang dalam kemuliaan-Nya. Dalam bacaan Injil, Yohanes Pembaptis meminta murid-murid-Nya untuk datang kepada Yesus dan menanyakan apakah Yesus adalah Mesias yang dinanti-nantikan itu. Para muridnya mendapatkan penjelasan melalui pengalaman nyata. Yesus datang dan membuat semuanya menjadi baik. Kemuliaan Tuhan menyata dalam setiap tindakan baik-Nya. Rasul Yakobus meminta setiap orang untuk bersabar dalam menantikan kedatangan Tuhan. Di tengah dunia yang serba cepat, kesabaran menjadi nilai yang mahal untuk dihidupi.
Tobat dan Permohonan Ampun
Di hadapan Tuhan yang kini hadir di tengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan Dia dan layak merayakan Sabda penyelamatan-Nya. Umat mengakui dosa mereka dan memohon doa dari Santa Perawan Maria, para malaikat, dan orang kudus.
Doa Pembuka
Pemimpin berdoa agar Allah yang mahakuasa memandang umat-Nya yang menantikan perayaan kelahiran Putra-Nya. Ia meminta agar mereka bersukacita karena keselamatan yang agung ini, dan dengan hati riang merayakannya dalam ibadat yang meriah.
Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan
Pemimpin mengajak umat untuk hening sejenak dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah mereka, serta mendengarkan Sabda-Nya dalam bacaan-bacaan berikut.
Bacaan Pertama (Yes. 35:1-6a.10)
Bacaan dari Kitab Yesaya menggambarkan padang gurun dan padang kering yang bergirang, serta orang-orang buta yang dicelikkan dan orang-orang tuli yang dibuka telinganya. Pada waktu itu, mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara. Orang-orang yang dibebaskan Tuhan akan pulang ke Sion dengan bersorak-sorai, sedangkan sukacita abadi meliputi mereka.
Mendaraskan Mazmur Tanggapan
Mazmur 146:7-9a,9b-10 menggambarkan Tuhan yang menegakkan keadilan untuk orang-orang yang diperas, memberi roti kepada orang-orang yang lapar, serta membebaskan orang-orang yang terkurung. Tuhan membuka mata orang-orang buta, menegakkan orang yang tertunduk, dan mengasihi orang-orang benar. Tuhan menjaga orang-orang asing.
Bacaan Kedua (Yak. 5:7-10)
Surat Rasul Yakobus mengajak umat untuk bersabar sampai kepada kedatangan Tuhan. Petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu.
Alleluia (Yes. 61:1)
Pemimpin mengucapkan Alleluia, dan umat menjawab, Alleluia. Pemimpin berkata, Roh Tuhan ada padaku. * Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara. Umat menjawab, Alleluia.
Injil [Mat. 11:2-11]
Pemimpin membacakan Injil tentang Yohanes Pembaptis dan Yesus. Yohanes Pembaptis mengutus murid-muridnya untuk bertanya kepada Yesus, apakah Yesus adalah Mesias yang dinanti-nantikan. Yesus menjawab mereka dengan menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya. Setelah murid-murid Yohanes pergi, Yesus berbicara tentang Yohanes Pembaptis, menegaskan bahwa ia adalah utusan yang memperkenalkan diri-Nya.
Renungan Singkat
Pada pekan ketiga Masa Adven ini, kita mendengarkan Injil tentang Yohanes Pembaptis dan Yesus. Ada dua hal yang ingin ditekankan dalam Injil ini. Pertama, pengenalan pribadi akan Tuhan. Kita mesti mengenal lebih dalam secara pribadi akan Tuhan. Kedua, relasi antara Yohanes Pembaptis dan Yesus. Yesus menegaskan bahwa Yohanes Pembaptis adalah utusan yang memperkenalkan diri-Nya. Kita belajar untuk menjadi Yohanes Pembaptis di zaman kini, memperkenalkan Tuhan kepada sesama kita.
Hening Sejenak
Umat diundang untuk hening sejenak, memperhatikan kehadiran Tuhan di tengah mereka.
Syahadat
Pemimpin mengajak umat untuk menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat.
Doa Umat
Pemimpin memimpin doa permohonan untuk Sri Paus, para Uskup, para Imam, para biarawan-biarawati, para pemimpin masyarakat, para pengungsi, gelandangan, cacat tubuh dan mental, serta umat yang hadir.
Kolekte
Setelah doa-doa, dilakukan pengumpulan kolekte sebagai bentuk cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai.
Doa Pujian
Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.
Ritus Komuni
Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni atau (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu.
Bapa Kami
Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan Bapa Kami sambil berdiri.
Salam Damai dan Komuni
Jika ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat untuk saling memberikan salam damai. Setelah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat.
Doa Komuni Batin
Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut.
Mendoakan Mazmur 148
Mazmur 148 dinyanyikan dengan antusiasme, memuji Tuhan di sorga dan di bumi.
Amanat Pengutusan
Pemimpin menasihati umat untuk membarui diri dalam berpikir, bertindak, dan cara hidup sebagai anak-anak Allah, supaya lebih sesuai dengan kabar gembira yang diwartakan Kristus kepada kita.
Doa Penutup
Pemimpin berdoa agar oleh daya ilahi Sabda-Mu ini, kami dibersihkan dari cacat cela dan dengan demikian kami siap menyambut kedatangan-Nya.
Mohon Berkat Tuhan
Pemimpin memohon berkat Tuhan, dan umat menjawab, Amin.
Pengutusan
Pemimpin mengajak umat untuk pergi, Kita diutus. Umat menjawab, Amin.
Lagu Penutup
Lagu penutup dinyanyikan dengan antusiasme, menutup perayaan ibadah sabda ini.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar