
Renungan Harian Katolik: Hari Raya Penampakan Tuhan
Pada hari ini, kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan, yang juga dikenal sebagai Pesta Epifania. Perayaan ini menjadi momen penting bagi umat Katolik untuk memperingati bagaimana Yesus Kristus menampakkan diri kepada semua bangsa, bukan hanya kepada orang-orang Israel. Dalam renungan ini, kita akan melihat bagaimana firman Tuhan mengajak kita untuk menerima terang-Nya dan berpartisipasi dalam misi-Nya.
Bacaan Kitab Suci yang Menginspirasi
Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya memberikan pesan yang penuh harapan. Ia berkata: “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.” (Yesaya 60:1-2). Pesan ini mengingatkan kita bahwa meskipun kegelapan mungkin menutupi bumi, terang Tuhan akan selalu hadir untuk membimbing kita. Terang ini tidak hanya untuk bangsa Israel, tetapi juga untuk semua bangsa di dunia.
Kemuliaan Tuhan yang diberikan kepada bangsa Israel adalah awal dari penebusan yang lebih luas. Karena itu, banyak bangsa lain akan datang ke Yerusalem, menantikan cahaya yang telah terbit bagi mereka. Bahkan raja-raja dari berbagai wilayah akan menyongsong cahaya tersebut. Mereka membawa hadiah seperti emas dan kemenyan, simbol penghormatan terhadap Sang Juruselamat.
Tiga Orang Majus dan Keberanian untuk Menyembah
Salah satu peristiwa penting dalam perayaan ini adalah kedatangan tiga orang majus dari Timur. Mereka adalah Gaspar, Melkior, dan Baltazar. Mereka datang dari tempat yang berbeda, tetapi dituntun oleh bintang yang mengarahkan mereka ke Bethlehem. Di sana, mereka menyembah bayi Yesus dengan penuh kekaguman dan penghormatan. Mereka membawa hadiah yang berharga—emas, kemenyan, dan mur—aspek simbolis dari pengabdian mereka kepada Sang Juru Selamat.
Peristiwa ini mengajarkan kita bahwa Tuhan tidak hanya menampakkan diri kepada orang-orang tertentu, tetapi kepada semua bangsa. Dengan demikian, setiap orang memiliki kesempatan untuk menerima cahaya-Nya dan menjadi bagian dari rencana-Nya yang besar.
Gereja Katolik dan Hari Anak Misioner Sedunia
Gereja Katolik juga menggunakan kesempatan ini untuk merayakan Hari Anak Misioner Sedunia. Anak-anak Sekami di paroki-paroki menjadi pusat perhatian. Mereka biasanya mengunjungi rumah-rumah umat setelah misa untuk bermisi dengan berdoa, berderma, berkurban, dan bersaksi. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar untuk bermurah hati seperti Tuhan sendiri.
Rasul Paulus dalam suratnya menyatakan bahwa Tuhan yang satu dan sama menampakkan kemuliaan-Nya bukan hanya kepada bangsa Yahudi, tetapi juga kepada bangsa-bangsa lain. Ini berarti bahwa setiap orang, tanpa memandang latar belakang atau agama, dapat menjadi bagian dari janji yang diberikan oleh Kristus Yesus.
Tantangan dalam Merayakan Sukacita Ilahi
Meskipun ada sukacita yang besar dalam perayaan Natal segala bangsa, ada juga sikap manusiawi yang bisa menghambat sukacita ilahi ini. Contohnya adalah sikap raja Herodes yang merasa terancam oleh kelahiran raja baru. Ia mengirim para majus untuk mencari bayi Yesus dengan niat jahat, seperti yang tertulis dalam Injil Matius: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” (Matius 2:8).
Sikap curiga terhadap orang lain, pikiran negatif, dan keinginan jahat adalah penghalang bagi kita untuk berjumpa dengan Yesus. Herodes masih ada di antara kita ketika kita tertawa di atas penderitaan orang lain, berpikiran negatif, atau berlaku seolah-olah baik padahal sebenarnya jahat.
Mempersembahkan Diri Kepada Tuhan
Mari kita mempersembahkan diri kita sebagai emas, kemenyan, dan mur bagi Tuhan. Meskipun persembahan ini tidaklah pantas, Tuhan sendiri yang akan membuatnya menjadi pantas dan layak di hadirat-Nya. Dengan demikian, kita tidak hanya menerima terang-Nya, tetapi juga menjadi terang bagi orang lain.
Doa dan Salam
Allah Bapa Mahamulia, Engkau hari ini menampakkan PuteraMu yang tunggal kepada para bangsa dengan menggunakan bintang. Berkat iman, kami telah mengenal Engkau. Kami mohon, bimbinglah kiranya kami supaya dapat memandang Engkau dalam kemuliaanMu yang sepenuhpenuhnya. Demi Yesus Kristus Tuhan kami...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Natal segala bangsa, Hari Raya Penampakan Tuhan. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar