
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Gereja Katolik Kunjungan St. Perawan Maria
Paroki Pamakayo Solor Keuskupan Larantuka
Minggu 4 Januari 2026
Hari Minggu Sesudah Oktaf Natal
HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN
Yesaya 60: 1-6; Mazmur 72: 2.7-8.10-13; Efesus 3: 2-3a.5-6; Matius 2: 1-12
Datang dan sembahlah Tuhan!
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Pada hari ini kita merayakan Natal segala bangsa atau yang lebih dikenal dengan nama Pesta Epifania atau Penampakkan Tuhan.
Bacaan-bacaan Kitab Suci pada Hari Raya Penampakkan Tuhan mengarahkan kita untuk melihat Terang Tuhan dan bersatu dengan-Nya.
Nabi Yesaya dalam bacaan pertama memberikan inspirasi kepada Bangsa Israel bahwa Kemuliaan Tuhan telah terbit bagi mereka.
Ia mengatakan: “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.” (Yes 60:1-2).
Bangsa Israel memang memiliki masa lalu namun masa lalu itu tidak selamanya menjadi masa kekelaman. Tuhan juga menaruh belas kasih bagi umat kesayangan-Nya.
Sebab itu Ia memberikan terang dan kemuliaan yang mengubah mereka supaya menjadi rasul terang dan kemuliaan melalui kesaksian hidup mereka. Bagi nabi Yesaya, tidak hanya
bangsa Israel yang mengalami terang dan kemuliaan Tuhan.
Bangsabangsa lain akan berduyun-duyun datang ke Yerusalem yang lebih dahulu mengalami terang dan kemuliaan Tuhan, raja-raja juga ikut menyongsong cahaya yang terbit bagi Israel.
Ada sukacita yang besar di antara bangsabangsa. Bahkan orang-orang Syeba akan membawa emas dan kemenyan dan memberitakan tentang perbuatan-perbuatan masyhur Tuhan.
Tuhan Yesus menampakkan diri bukan hanya kepada orang-orang Israel, melainkan kepada semua bangsa. Hal ini ditandai dengan hadirnya tiga orang majus dari Timur.
Mereka adalah Gaspar, Melkior dan Baltazar yang membawa emas, kemenyan dan mur sebagai persembahan terindah bagi bayi Yesus.
Mereka datang dari tempat yang berbeda namun dituntun oleh terang Tuhan berupa bintang hingga bersatu di Bethlehem untuk menyembah Yesus. Semua bangsa melihat terang yang menyelamatkan itu.
Gereja Katolik juga menggunakan kesempatan ini untuk merayakan Hari Anak Misioner Sedunia. Sebab itu anak-anak Sekami di paroki-paroki menjadi pusat perhatian seluruh umat.
Mereka biasanya mengunjungi rumah-rumah umat setelah misa di gereja untuk bermisi dengan berdoa, berderma, berkurban dan bersaksi.
Anak-anak sekami belajar untuk bermurah hati seperti Tuhan sendiri juga murah hati. Rasul Paulus bersaksi, Tuhan yang satu dan sama menampakkan kemuliaan-Nya bukan hanya kepada bangsa Yahudi melainkan juga kepada bangsa-bangsa yang lain.
Konsekuensi logisnya adalah semua bangsa menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh dan sebagai peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.
Terlepas dari perasaan sukacita ilahi karena Natal segala bangsa, ada sikap manusiawi yang menghambat sukacita ilahi ini. Dalam hal ini sikap raja Herodes yang merasa memiliki saingan raja yang baru dilahirkan.
Sikap jahatnya muncul ketika ia mengatakan: “Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya akupun datang menyembah Dia.” (Mat 2:8).
Sikap curiga terhadap orang lain, pikiran negatif dan keinginan jahat adalah penghalang bagi kita untuk berjumpa dengan Yesus.
Herodes masih ada di antara kita ketika kita tertawa di atas penderitaan orang lain, berpikiran negatif, berlaku seolah-olah baik padahal sebenarnya jahat.
Mari kita mempersembahkan diri kita sebagai emas, kemenyan dan mur bagi Tuhan. Meskipun persembahan ini tidaklah pantas namun Tuhan sendiri yang akan membuatnya menjadi pantas dan layak di hadirat-Nya.
Doa: Allah Bapa Mahamulia, Engkau hari ini menampakkan PuteraMu yang tunggal kepada para bangsa dengan menggunakan bintang. Berkat iman, kami telah mengenal Engkau. Kami mohon, bimbinglah kiranya kami supaya dapat memandang Engkau dalam kemuliaanMu yang sepenuhpenuhnya. Demi Yesus Kristus Tuhan kami...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Natal segala bangsa, Hari Raya Penampakan Tuhan. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (Pastor John Lewar SVD)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar