
Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar, SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor –NTT
Senin, 12 Januari 2026
1 Samuel 1: 1-8; Mazmur 116: 12-14.17-19; Markus 1: 14-20
Warna Liturgi Hijau
Semangat Baru: Semangat Pertobatan
Secara liturgis, masa Natal berakhir pada Pesta Pembaptisan Tuhan yang dirayakan kemarin. Hari ini, kita memasuki masa biasa. Kita memulai perjalanan mengikuti Yesus dalam keseharian tugas dan pekerjaan kita.
Tapi bukan dengan melanjutkan kebiasaan lama, melainkan dengan semangat baru, itulah semangat pertobatan atau semangat pembaharuan diri terus menerus.
Seruan Yesus menjadi pengingat bagi kita: ―Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!
Yesus kembali menyadarkan pendengar dan para Rasul bahwa waktunya telah genap. Saat keselamatan telah tiba. Yesus datang untuk menyelamatkan semua orang berdosa jika mereka percaya dan ingin mengubah hidupnya.
Tahun 2025 yang baru saja kita lalui adalah Tahun Yubileum. Pintu-pintu pengampunan telah dibuka bagi kita, agar kita mengalami sukacita oleh belaskasih Allah Bapa yang selalu mengampuni kita bila kita bertobat, dan kembali ke jalan yang benar, melewati pintu yang ditunjuk Tuhan.
Roh Kudus selalu mengetuk hati kita agar kita bertobat, meninggalkan kebiasaan lama yang penuh dosa, dusta, kesombongan, iri hati, dengki dan ingin membalas dendam, merasa diri paling benar dan selalu menyalahkan orang lain.
Berprasangka buruk dan berpikiran negatif, memuaskan hawa nafsu dan mengejar kenikmatan. Semuanya ini menjauhkan kita dari Tuhan, dan membuat kita akhirnya tersiksa dan merana dikejar dosa.
Yesus meminta kita untuk bertobat dan percaya pada Injil. . Bertobat berarti mengubah arah (menjauhi dosa dan mendekat kepada Allah). Tanpa pertobatan orang tidak bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah.
Percaya berarti menyerahkan hidup kepada Allah, bukan sekadar menerima-Nya secara intelektual; percaya berarti memiliki hubungan yang didasari keyakinan pribadi. Yesus telah membawa Kerajaan-Nya datang ke dunia.
Manusia dapat masuk ke dalam Kerajaan itu dengan bertobat dari dosa-dosanya dan tetap tinggal di dalam Kerajaan itu dengan terus mempercayai Yesus (ay.15). Yesus adalah kabar baik itu.
Yesus kemudian memilih empat murid (dua pasang kakak-beradik) yang adalah nelayan-nelayan sederhana. Allah sering memilih apa yang bodoh, lemah, dan rendah di mata dunia (1 Korintus 1:27-29)—Dia menggenapi tujuan-tujuan-Nya semata-mata dengan kasih karunia dan kuasa-Nya.
Dengan murah hati Dia memilih mereka untuk berperan serta dalam misiNya. Yesus memilih dan mengajak mereka untuk menjadi tim sekerjaNya dalam mewartakan Kerajaan Allah dan kabar gembira kepada segala bangsa.
Bekerja dalam tim menjadi kekuatan yang digunakan Yesus untuk memenangkan hati dan jiwa banyak orang. ―Mari, ikutlah Aku‖ (ay.17) adalah tugas utama seorang murid. Kita perlu menyingkirkan segala hal lainnya dan kembali pada panggilan sederhana yang utama ini: mengikut Yesus.
Kita harus selalu kembali kepada-Nya karena sangat mudah bagi kita untuk beralih fokus dan kehilangan tujuan.
Kita harus terus mengikut Yesus, bukan mengikuti kata orang banyak, atau kata hati kita sendiri. Mengikut Yesus berarti menyediakan diri untuk dipimpin oleh-Nya dan rela melepaskan segala hal yang lain demi menaati pimpinan-Nya. Tidak ada hal lain yang terlalu berharga atau terlalu penting untuk ditinggalkan demi mengikut Yesus. Muridmurid pertama ―segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia‖ (ay.18).
Dua dari mereka bahkan ―meninggalkan ayahnya‖ (ay.20). Kiranya semangat pertobatan menjadi semangat kita di Tahun Baru ini. Mari kita saling mengingatkan untuk kembali ke jalan Tuhan.
Doa: Ya Yesus, jadikanlah aku penjala manusia yang mampu memberikan kedamaian dan kegembiraan sejati bagi semua orang yang aku layani. Semoga semakin banyak orang yang percaya kepadaMu...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat hari Senin. Semangat Senin, semangat pembaharuan diri. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. (Pastor John Lewar SVD)
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar