
Renungan Harian Kristen 13 Desember 2025 - Kesempatan yang Terbatas
Bacaan ayat: Lukas 16:31 (TB)
"Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."
Pengajaran tentang Yesus yang akan datang kembali adalah pengajaran yang sangat penting dalam ajaran gereja. Hal ini ditegaskan oleh seorang malaikat Tuhan ketika Yesus terangkat ke surga. Bahkan, saat berbicara tentang Rumah Bapa, Yesus sendiri mengajarkan bahwa Ia akan datang kembali. Namun, pertanyaannya adalah, kapan tepatnya Yesus akan datang kembali?
Dalam banyak kesempatan, Yesus hanya menyampaikan tanda-tanda kedatangan-Nya. Namun, dalam hal penetapan waktu, Yesus secara tegas menyatakan bahwa hanya Bapa yang mengetahui kapan itu akan terjadi. Karena itu, banyak orang percaya seringkali berspekulasi dan menebak-nebak. Generasi pertama orang percaya pernah berpikir bahwa kedatangan Yesus akan segera terjadi, sehingga mereka mulai abai dengan pekerjaan mereka.
Mereka bertanya, untuk apa bekerja jika akhirnya akan ditinggalkan? Inilah yang pernah dikritik oleh Paulus dengan menyatakan bahwa jika seseorang tidak mau bekerja, maka janganlah ia makan. Kelompok lain, setelah lama menunggu tanpa hasil, mulai meragukan. Akibatnya, hidup mereka menjadi sembarangan dan tidak lagi hidup dalam kebenaran.
Mereka hanya menjalani kehidupan yang baik sekadar dan mengikuti arus dunia. Bahkan, ada yang berfoya-foya dengan kenikmatan dunia. Kali ini, Yesus ingin mengkontraskan antara Lazarus yang miskin dengan si kaya yang penuh kesenangan. Tentu ini menjadi kritikan pedas bagi para kaya yang memposisikan kekayaan sebagai jaminan hidup dan menghina kemiskinan sebagai kesengsaraan hidup.
Mereka lupa bahwa akhir dari si kaya dan si miskin di bumi selalu sama, yaitu berakhir pada kematian jasmani yang pasti terjadi. Persoalannya, si kaya tidak memahami bahwa kekayaannya tidak pernah bisa memberikan jaminan keselamatan. Si kaya harus menderita di alam maut, sementara si miskin, Lazarus, ternyata memperoleh kebahagiaan bersama Abraham, bapak orang percaya.
Dalam dialog tersebut, terlihat bahwa si kaya masih merasa memiliki kuasa. Dengan sikap arogan, ia masih memberikan perintah yang harus dipatuhi. Bahkan, ia berani berargumen bahwa ide untuk Lazarus kembali hidup memberi peringatan kepada saudaranya, dianggap sebagai hal yang wajar dan bisa diterima. Namun, ide tersebut ditolak dengan tegas.
"Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati," demikian Abraham memberikan jawaban.
Waktu tidak bisa diulang. Hidup kita di bumi berbatas. Saatnya akan tiba bahwa semuanya akan berakhir untuk memulai yang baru. Pada akhirnya, segala hal yang dari bumi akan binasa dan berganti pada kemuliaan dalam hidup yang kekal. Yesus akan datang kembali.
Persoalannya, apakah kita akan berbagian dengan hidup yang kekal tersebut? Jangan sampai terlambat. Teruslah hidup benar. Gunakan segala kekayaan yang dimiliki untuk kemuliaan Tuhan. Sehingga ketika saatnya tiba, bahwa kekayaan akan sirna, kita sudah mendapatkan tempat yang pasti di Surga untuk hidup kekal bersama-Nya. Amin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar