
Renungan Harian Kristen: Kebodohan yang Parah
Bacaan ayat: Yohanes 3:4 (TB)
"Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?"
Oleh Pdt Feri Nugroho
Tidak selalu benar bahwa seseorang yang dianggap pintar akan lebih mudah memahami segala sesuatu. Terkadang, kecerdasan intelektual tidak cukup untuk memahami makna spiritual dari suatu pengalaman hidup. Dalam perjumpaan dengan orang-orang yang dulu dianggap tidak cerdas atau sering bolos sekolah, ternyata banyak dari mereka yang sukses ketika dewasa. Ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, tergantung pada bagaimana mereka memberikan makna terhadap pengalaman hidupnya.
Sebagai pemimpin agama, Nikodemus seharusnya memiliki pengetahuan yang cukup tentang iman dan kehidupan rohani. Namun, ketika ia bertemu Yesus, ia justru merasa bingung dengan ajaran-Nya. Ia mengakui bahwa Yesus adalah orang baik karena tanda-tanda yang menyertai-Nya. Namun, ia tidak dapat sepenuhnya memahami konsep kelahiran kembali yang diajarkan Yesus.
Pertemuan malam hari antara Nikodemus dan Yesus menjadi awal dari sebuah diskusi yang penuh tantangan. Yesus menyampaikan pesan bahwa tanpa kelahiran kembali, seseorang tidak akan bisa melihat Kerajaan Allah. Bagi Nikodemus, konsep ini sangat asing dan sulit dipahami, terutama karena ia terbiasa memahami Hukum Taurat secara harafiah.
Meskipun demikian, Yesus menjelaskan dengan sabar dan penuh kasih. Ia menunjukkan bahwa kemampuan manusia, meski tampak hebat, bisa terdistorsi oleh dosa. Banyak hal yang dianggap maju atau berharga saat ini, ternyata hanya sementara dan akan menjadi usang di masa depan. Inilah kebodohan yang parah yang harus diatasi.
Kelahiran kembali adalah jalan untuk dipulihkan. Mati bersama Kristus di kayu salib merupakan simbol kematian atas dosa, sementara kebangkitan-Nya membawa pengharapan baru. Dengan kelahiran kembali, seseorang menjadi ciptaan baru yang mampu memahami karya Tuhan dan hidup dengan makna yang lebih dalam.
Beberapa hal penting yang dapat kita pelajari dari renungan ini:
-
Kebodohan tidak terkait dengan tingkat pendidikan atau kecerdasan
Banyak orang yang dianggap tidak pintar di sekolah, akhirnya sukses dalam hidupnya. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh IQ atau prestasi akademis. -
Pemahaman spiritual membutuhkan pengalaman dan refleksi
Konsep seperti kelahiran kembali tidak bisa dipahami hanya melalui logika atau pengetahuan teoritis. Ia memerlukan pengalaman hidup dan kesadaran rohani. -
Keberhasilan tidak selalu datang dari jalan yang terlihat mulus
Banyak orang yang sukses memiliki latar belakang yang tidak terduga. Ini mengajarkan kita untuk tidak menilai seseorang hanya dari penampilan atau posisi sosial. -
Kebodohan bisa terjadi bahkan pada orang yang dianggap bijak
Nikodemus, sebagai seorang pemimpin agama, mengalami kebingungan saat mendengar ajaran Yesus. Ini menunjukkan bahwa kebijaksanaan manusia bisa terbatas dan perlu diarahkan oleh kebenaran ilahi.
Dengan memahami konsep kelahiran kembali, kita dapat mengubah cara kita melihat dunia dan diri sendiri. Hidup yang bermakna tidak hanya tentang pencapaian materi, tetapi juga tentang kesadaran spiritual dan keberanian untuk berubah. Jadilah cerdas dalam Yesus, dan biarkan kehidupan Anda menjadi bukti dari karya Tuhan yang luar biasa. Amin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar