Renungan Harian Kristen: Kasih, Dasar Pelayanan

Renungan Harian Kristen: Kasih, Dasar Pelayanan

Renungan Harian Kristen: Kasih sebagai Dasar Pelayanan

Renungan Harian Kristen pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, dengan judul Kasih: Dasar Pelayanan. Renungan ini merujuk pada Kitab Maleakhi pasal 3 ayat 13-18. Artikel ini diambil dari buku Renungan Harian Suluh Injil, yang ditulis oleh anggota Komunitas Suluh Injil.

Renungan ini berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen, dengan sumber utama adalah Alkitab LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2). Penulis renungan ini mendapatkan izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Desember 2025.

Pada bulan Desember 2025, renungan harian ini mengambil tema Menyambut Kristus Merayakan Damai di Bumi, dengan fokus pada Menyambut Yesus: Sang Sumber Damai, Setia, dan Keadilan dalam Hati dan Kehidupan.

Nabi Maleakhi Menyebutkan Dua Tipe Umat Allah

Nabi Maleakhi menyebutkan dua tipe umat Allah yang sama-sama beribadah kepada Tuhan, tetapi di mata Allah terdapat perbedaan nilai ibadah di antara mereka. Kita telah merenungkan tentang tipe pertama, yaitu orang-orang yang menjadikan ibadah dan pelayanan sebagai alat transaksi dengan Tuhan. Kiranya kita dapat berefleksi dari tipe pertama ini.

Nabi Maleakhi juga menggambarkan tipe kedua yang berkenan di hati Tuhan dan layak diberkati-Nya. Kiranya kita dapat dibentuk menjadi seperti tipe kedua ini.

Tipe Kedua memiliki Rasa Takut akan Allah

Pertama, tipe kedua memiliki rasa takut akan Allah. Ketika berbicara dan menilai Allah serta pekerjaan-Nya, mereka sangat berhati-hati dan tidak sembarangan. Ini sangat kontras dengan tipe pertama yang berbicara tentang pelayanan tanpa rasa takut akan Tuhan.

Mereka sombong dan merasa bahagia dalam kesombongan mereka, tetapi sebenarnya sedang mencobai Tuhan. Namun, bagi orang yang takut akan Allah, mereka mengutamakan nama Tuhan yang ditinggikan ketika berbicara. Rasa percaya diri mereka tumbuh dari hati yang menghormati Tuhan, bukan dari kesombongan.

Mereka memberi diri melayani Tuhan seperti seorang anak yang melayani Bapanya. Ini kontras dengan tipe pertama yang melayani dengan niat mencari keuntungan bagi diri sendiri, mereka bermental budak.

Janji-Janji Berkat dari Allah

Kedua, terhadap mereka yang melayani dan beribadah kepada Tuhan dengan hati yang takut dan hormat kepada-Nya, menjaga perkataan dan penilaiannya, maka kepada mereka Tuhan mengaruniakan berkat-berkat-Nya. Ada empat janji berkat dari Allah kepada mereka:

  1. Ia akan mendengarkan mereka yang takut akan Dia.
  2. Ia akan mengingat mereka yang takut akan Dia.
  3. Ia akan menjadikan mereka milik kesayangan-Nya.
  4. Ia akan mengasihani dan menyayangi mereka seperti seorang Bapa kepada anaknya.

Umat yang beribadah dan imam yang melayani Tuhan seperti tipe pertama adalah mereka yang bermental budak, tidak menikmati relasi kasih dengan Allah, tampaknya melayani Allah, tetapi sebenarnya melayani diri sendiri. Sedangkan tipe kedua melayani Allah seperti seorang anak kepada bapa, didasari kasih dan rasa hormat.

Inilah yang membedakan orang yang beribadah kepada Allah, dengan orang yang tidak beribadah. Janganlah melayani karena mencari keuntungan bagi diri sendiri. Amin!

Apakah Anak yang Melayani Bapa demi Mencari Keuntungan?

Komunitas Suluh Injil
Sekretariat : Jl. Seruni No. 8 Naikoten, Kota Kupang
Telp : +62 8113828074, +62 85239108328.
Email : bethseba0906@gmail.com.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan