
Renungan Harian Kristen: Tuhan Pelindung Kita
Renungan Harian Kristen hari ini mengambil tema "Tuhan Pelindung Kita", yang merujuk pada Kitab Mazmur 90. Renungan ini berdasarkan Alkitab, khususnya terjemahan LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2), dan diambil dari buku Renungan Harian Suluh Injil.
Tahun 2025 akan segera berganti. Usia kita akan bertambah, dan bersamaan dengan itu, harapan kita adalah semakin bijaksana dalam hidup. Hal ini juga yang diharapkan oleh Musa bagi umat Allah. Dalam doanya, Musa memohon kepada Tuhan, “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami, supaya kami beroleh hati yang bijaksana” (Mazmur 90:12, TB2). Ini menunjukkan bahwa hanya Tuhan yang memiliki kuasa untuk memberikan hikmat dan melindungi kita dalam setiap hari hidup kita.
Kehidupan Kita Seperti Rumput
Pertama, Musa mengingatkan kita bahwa kehidupan kita di bumi ini seperti rumput—sangat singkat dan sementara. Tubuh kita akan kembali menjadi debu, dan semua orang pasti akan mati. Oleh karena itu, kita tidak boleh berpikir bahwa kita terlalu penting bagi Allah. Kita hanya seperti rumput dan debu. Hari-hari hidup kita berlalu bukan karena kita kuat, tetapi karena Tuhan melindungi kita setiap hari.
Seiring usia bertambah, kekuatan fisik kita akan menurun. Namun, kita masih bisa bertambah dalam hal kebijaksanaan, meskipun kekuatan tubuh kita berkurang dari hari ke hari.
Mengenal Allah sebagai Sumber Kebijaksanaan
Kedua, untuk menjadi bijaksana, satu-satunya jalan ialah mengenal Allah. Dia adalah yang kekal dan tidak berubah. Dia satu-satunya yang berkuasa memberi batas atas waktu hidup kita. Sebagai makhluk berdosa yang dibatasi ruang dan waktu, kita berhadapan dengan murka Allah. Bagi kita, Allah terasa seperti sudah meninggalkan kita. Orang bijaksana sadar bahwa ia tidak mampu memperbaiki dirinya sendiri dan bukan dia yang berusaha kembali kepada Allah. Namun, yang benar ialah Allah yang kembali kepada kita, sehingga kita dapat mengalami perubahan dalam hidup dan menikmati sukacita lagi.
Membentuk Hati yang Bijaksana
Membentuk hati menjadi makin bijaksana bukanlah usaha sehari-hari, melainkan setiap hari, hari demi hari, terus-menerus. Usaha ini bukan untuk memperbesar kekuatan kita, melainkan memperbesar iman kita. Menjadi bijaksana melalui usaha mencari Allah setiap hari, mendidik kita hidup makin bergantung kepada Allah sebagai tempat perteduhan dan Pelindung kita.
Hidup bijaksana bukanlah makin mandiri dan terlepas dari Allah, melainkan semakin melekat kepada Allah sebagai satu-satunya Pelindung.
Merenung dan Evaluasi Diri
Marilah kita merenungkan sejenak, berevaluasi diri, menyadari kesementaraan kita di bumi dan menyadari Allah yang kekal. Kita dapat berkata, “Tuhan, Engkaulah tempat perteduhan kita turun-temurun”. Amin!
Akhirinya, mari kita mengakhiri tahun 2025 dengan hati yang penuh syukur dan menyambut tahun 2026 dengan penuh harapan. Semoga dalam setiap langkah kita, Tuhan selalu menjadi pelindung dan sumber kebijaksanaan bagi kita.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar