
Renungan Harian Katolik: Kehadiran Yesus yang Tak Terduga
Pada hari ini, kita merayakan hari kelahiran Tuhan, sebuah peristiwa yang membawa cahaya ke dalam kegelapan dunia. Yesus, Sang Cahaya, telah datang ke tengah dunia, meskipun ia tidak dikenal oleh banyak orang. Dalam kitab Injil Yohanes dikatakan, "Yesus Sang Cahaya telah ada di dalam dunia, tetapi dunia tidak mengenal Dia." (Yoh.1:10)
Firman Allah, yang sebelumnya tak terjangkau oleh makhluk apa pun, kini menjadi manusia dan tinggal di antara kita. Ia memilih untuk hadir sebagai bayi mungil dalam wujud yang lemah, sehingga dapat dikandung, dilahirkan, disentuh, dan dipahami oleh manusia. Ia ingin dekat dengan kita, bergaul, bersahabat, dan bisa didengarkan.
Dunia yang gelap dan terjebak dalam kuasa si jahat menjadi tempat tinggal-Nya. Ia datang dalam cahaya untuk menguasai kegelapan kejahatan itu. Ia juga memilih untuk tinggal dalam keluarga, mengambil bentuk manusia dari keluarga, agar bisa menyelamatkan keluarga-keluarga kristiani. Maka, mari kita buka pintu hati kita, terimalah Dia, dan lihatlah kemuliaan-Nya atas rumah kita.
Yesus adalah Anak Tunggal Bapa, penuh kasih dan kebenaran. "Kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus." (Yoh. 1:17b). Ia datang dalam kelemahan, kecil, sederhana bahkan tidak dikenal dan tak berarti. Dari palungan yang kotor dan hina itu, karya dahsyat kasih Allah dimulai yakni keselamatan seluruh semesta. Siapa pun yang terbuka menerima Dia diberi kuasa menjadi anak-anak Allah yaitu mereka yang percaya kepada-Nya.
Ia membarui dan menyempurnakan kita untuk menjadi duta kasih bagi sesama di tengah dunia. Ia terus menginspirasi, mendorong kita untuk berjuang menggapai perdamaian, kebahagiaan dan keadilan bagi semua orang. Kedatangan dan kehadiran-Nya dalam dunia yang menjadi miliki-Nya, walau Ia ditolak, namun dalam kesenyapan, kasih murni-Nya untuk menyelamatkan manusia tak pernah surut.
Dalam Dia ada keselamatan yang abadi. Maka Yesaya dengan lantang mewartakan: segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Latar belakang seruan sang nabi ialah bangsa Israel yang mengalami kekecewaan karena raja mereka yang lalim/ jahat telah menjerumuskan mereka ke dalam kesengsaraan yang dahsyat.
Mereka menjadi sadar bahwa raja sejati yang menjamin kesejahteraan hidup dan keselamatan hanya ada pada Allah. Allah akan datang dalam Diri Sang Mesias pembawa keselamatan dan pembebebasan total. Maka penyelamat yang datang ini mesti disambut dengan sorak-sorai.
Pemazmur memberi tanggapan dalam madahnya, "Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu merdu; dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan." (Mzm. 98:5-6). Sang raja atas segala raja, datang dan merendah untuk menyapa setiap manusia beriman di segala zaman. Kini, mari kita menerima dan membiarkan-Nya menghadirkan keselamatan-Nya bagi kita.
Sebab Mesias yang kini ada adalah Dia yang dekat dengan yang Ilahi. Kita membuka hati menyambut-Nya untuk membebaskan kita dari pelbagai belenggu kegelapan demi keselamatan yang kita dambakan. Mesias adalah tangan kanan Allah. Kepada Dia Allah berkata, "Anak-Kulah Engkau! Pada hari ini, Engkau telah Kuperanakkan. Aku menjadi Bapa-Nya, dan Dia menjadi Anak-Ku." (Ibr. 1:5).
Kita yang percaya pada Yesus Anak Allah, kita pun menjadi anak-anak Allah Bapa yang menghendaki kita selamat dan menjadi milik kepunyaan-Nya selamanya.
Pesan Penting untuk Kita
Yesus datang ke dalam dunia milik kepunyaan-Nya namun tak dihiraukan. Ia datang dalam kesederhaan bahkan miskin materi seperti kebanyakan kita. Ia miskin materi namun memiliki kekayaan cinta kasih yang tak terukur. Maksud baik-Nya disepelekan. Kadang maksud baik kita untuk berbuat kasih dicibiri, tak dipedulikan, jangan berkcil hati.
Tuhan mendapat perlakukan yang sama. Kebaikan kita tidak terletak pada berlimpahan harta dan kemewahan materi, tetapi pada keteguhan iman dan kegembiraan di dalam nurani dan kehangatan jiwa untuk mengasihi. Seperti Yesus Sang Anak Allah yang merendah untuk menyapa setiap orang di segala zaman, kita ikut Dia, tetap tekun berbuat baik dan beramal kasih walau kadang tak dipedulikan.
Tetaplah memberi senyum yang hangat dan menyapalah sesama dengan tulus. Dalam langkah kecil untuk melayani tanpa pamrih, wajah Kristus yang lahir dalam palungan terpancar dan mendebarkan hati sesama yang sedang menyeret bebannya, kita berada di sisinya untuk menopang, meringankan bebannya.
Gema kebaikan bergaung sepanjang masa. "Hari ini, cahaya gemilang turun ke dunia, dan fajar suci menyinari kita semua. Tinggallah di dalamnya."
Selamat Hari Raya Natal 2025. Tuhan Sang Cahaya Sejati yang jadi telah menjadi manusia, memberkatimu semua.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar