Renungan Katolik Harian: Perjalanan Panjang 17 Desember 2025

Renungan Katolik Harian: Perjalanan Panjang 17 Desember 2025

Perjalanan Iman dalam Sejarah Keselamatan

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus, sesudah tanggal 16 Desember, perjalanan Adven memasuki apa yang disebut Pekan Khusus Adven. Pekan ini merupakan hari-hari persiapan untuk menyambut kelahiran Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat dunia. Hari ini kita mengawali Pekan Khusus Adven. Bacaan-bacaan Kitab Suci dipilih secara khusus untuk mengantar umat Allah dalam mengarahkan hati dan budi serta seluruh diri ke peristiwa mahapenting, yakni kelahiran Yesus Kristus.

Kelahiran Yesus Kristus terjadi dalam sejarah umat manusia, yang tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang dan melibatkan banyak tokoh leluhur nenek moyang orang tua tertentu. Hal ini dirangkum dalam “silsilah Yesus Kristus” sebagaimana ditulis oleh penginjil Matius dan disajikan dalam bacaan Injil hari ini. Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham, demikian Matius membuka Injilnya (Mat 1:1). Silsilah ini menempatkan Yesus dalam tradisi Yahudi. Yesus adalah anak Abraham dan Daud maupun kelanjutannya dari garis keturunan Daud sesudah pembuangan tahun 587 SM.

Ketika Malaikat Gabriel diutus Allah untuk menyampaikan kabar gembira kepada Maria, malaikat itu menjelaskan tentang Yesus, nama yang hendak diberikan kepada Anak yang akan dikandung dan dilahirkan oleh Maria. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.

Sebelum Yesus dikandung telah dikatakan oleh Malaikat Gabriel bahwa Yesus akan menjadi Raja dan akan diurapi atau sebagai yang terurapi bukan hanya oleh seorang nabi, tetapi Ia akan diurapi oleh Roh Kudus sendiri dan sebagai Raja semesta alam, Ia diangkat oleh Allah, Ia akan menaklukkan segala bangsa; juga segala sesuatu akan Ia taklukkan. Rasul Paulus mencatat hal ini, karena kewargaan kita adalah di dalam surga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang fana ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada DiriNya.

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus, sebelum Yesus yang disebut Kristus dikandung dan dilahirkan oleh Perawan Maria (Mat 1:16), telah terbentang sejarah panjang, yang disimpulkan oleh Matius demikian, Jadi, seluruhnya ada empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus (ay. 17).

Kesimpulan Matius menegaskan bahwa “dari Abraham …. sampai Kristus” menunjukkan: Pertama, durasi waktu yang panjang dan lama, bagaimana Allah mempersiapkan umat-Nya untuk mengalami sejarah keselamatan-Nya, yang terpenuhi dalam Diri Yesus Putra-Nya. Dia adalah Allah yang menyejarah. Dia adalah Allah yang menjadi manusia dan manusia yang sungguh-sungguh Tuhan dan Allah.

Kedua, pada nama-nama yang disebutkan dalam silsilah Yesus Kristus itulah Allah membangun sejarah keselamatan. Dari nama-nama tersebut, tidak semua adalah orang hebat, suci, saleh dan benar. Ada dari antara mereka adalah orang-orang berdosa, meskipun pada akhirnya Yesus dilahirkan dari Santa Perawan Maria Yang Tak Bernoda, bahkan sejak awal hidupnya ia telah dibebaskan dari noda dosa. Hal ini berarti bahwa semua orang, juga yang berdosa, masuk dalam sejarah keselamatan dan diundang untuk mengalami keselamatan yang dari Allah.

Sekalipun berdosa, mereka, juga kita, diundang untuk mengalami keselamatan yang dari Allah itu. Dan, bagi kita yang hidup di zaman Perjanjian Baru, mengalami keselamatan yang dari Allah secara nyata dalam Diri Yesus Putra-Nya, yang lahir dari Perawan Maria, yang secara historis, liturgis dan sakramental akan kita rayakan pada hari raya Natal mendatang.

Ketiga, kita tidak termasuk dalam garis keturunan menurut daging, “dari Abraham …. sampai Kristus”, dan karena itu tidak masuk dalam kesatuan darah dan daging para leluhur. Namun demikian, berkat iman akan Yesus yang disebut Kristus itu, Yesus memberikan kemungkinan lain. Yakni, dengan memberikan darah dan daging-Nya sendiri kepada kita yang percaya kepada-Nya sehingga kita menjadi satu dengan Dia, menjadi sedarah dan sedaging dengan-Nya. Ia sendiri berkata, Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia (Yoh 6:56). Sebab, tegas Yesus, daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman (ay. 55).

Dengan demikian, saudara-saudari, berkat iman akan Yesus dan hidup sakramental, melalui Ekaristi, kita telah masuk dalam sejarah panjang Allah menyelamatkan kita, umat-Nya, dalam dan karena Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita. Mari kita hayati perjalanan iman kita dalam sejarah panjang, yang berujung pada “hidup yang kekal” (Yoh 6:54). Maka, “O Tuhan Yang Maha Bijaksana, datanglah dan bimbinglah langkah kami” (Bait Pengantar Injil).

Doa: Ya Tuhan, siapkanlah hati kami agar kami dengan penuh sukacita merayakan natal. Bantulah kami agar kami mampu secara batin mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Berkatilah usaha pertobatan kami agar kami mampu menjaganya dalam seluruh hidup kami. Amin.

Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Rabu Pekan III Advent. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus....Amin.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan