
Renungan Harian Katolik: Serahkan Semuanya Kepadaku Di Kandang Natal
Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.
Ada sebuah cerita. Seorang anak sekolah bernama Pit, berdiri di depan kandang Natal. Dia memperhatikan patung-patung Natal: domba, para gembala, Santa Maria, Santo Yosef... Saat sedang melihat patung anak Yesus, tiba-tiba anak Yesus mulai berbicara.
Kata-Nya: "Saya mau minta sesuatu dari kamu". Pit mulai menangis. Lalu anak Yesus bertanya: "Mengapa engkau menangis?" Dia menjawab: "Karena saya tidak bawa apa-apa. Saya orang miskin!" Anak Yesus berkata lagi: "Tidak apa-apa, saya hanya minta dua barang dan saya tahu engkau memiliki barang-barang ini".
"Coba sebut", kata Pit. Pertama: "Berikan saya rapormu. Saya mau lihat hasil ujianmu". Muka Pit menjadi merah. Lalu dia tunduk dan berbisik: "Eh, saya malu memberikan rapor itu. Karena ada banyak nilai yang kurang. Banyak angka merah. Justru karena nilai kurang itu saya mau dapat... serahkan sekarang semua yang kurang dalam dirimu, hidupmu, dan kerjamu. Jangan takut! Semua yang kurang akan saya tambahkan!"
Kedua: "Saya minta piringmu, yang biasa engkau gunakan waktu makan". Pit terdiam. Lalu berkata dengan suara serak: "Eh, jangan marah; saya sudah buat pecah tadi pagi. Saya tidak mau beri engkau apa yang sudah hancur". Tetapi anak Yesus menjawab: "Ya, justru karena pecah, hancur dan tidak utuh, saya mau dapat!"
Serahkan kepada saya semua dalam dirimu, hidupmu yang sudah pecah, hancur dan tidak utuh lagi! Jangan takut, saya akan perbaiki, pulihkan dan membuatnya jadi utuh kembali!
Ada satu ajaran yang bisa kita petik dari cerita ini: Yesus minta supaya Pit menyerahkan segala sesuatu di dalam dirinya, hidupnya, kerja dan usahanya yang kurang, yang rusak dan yang sudah hancur. Dan Yesus katakan: "Jangan takut, yang kurang akan saya tambahkan; yang rusak akan saya perbaiki, yang hancur akan saya pulihkan dan yang tidak sempurna akan saya sempurnakan."
Dalam bacaan pertama, Nabi Yesaya menulis: "Tuhan Allah dan Rajamu datang untuk menghibur umat-Nya; Ia datang untuk menyelamatkan Yerusalem. Tuhan menunjukkan tangan yang menyelamatkan di depan mata semua bangsa."
Dalam bacaan kedua, ditulis bahwa Yesus adalah cahaya kemuliaan Allah, yang menopang segala yang ada dengan Sabda-Nya yang penuh kuasa. Injil menegaskan bahwa Anak yang dilahirkan dalam kandang ini adalah Allah yang menjadi manusia dan tinggal di antara kita sebagai terang untuk menerangi semua orang.
Kita datang ke Gereja, ke Kapela, untuk merayakan Natal. Pada hari ini, kita melihat anak Yesus di kandang. Dalam cerita tadi, Pit datang melihat anak Yesus sambil membawa beban hidupnya: nilai yang kurang dan piring yang hancur, yang membuat dia merasa sedih. Mungkin kita seperti anak kecil ini. Kita tidak hanya membawa nyanyian merdu dan pakaian yang bagus untuk merayakan Pesta Natal, tetapi kita juga membawa beban hidup, kesulitan dalam diri, kegagalan dalam kerja, kesulitan dalam keluarga, percekcokan, pertengkaran, masalah yang menekan dan usaha yang tidak berhasil.
Tetapi pada hari ini juga merayakan cinta Tuhan kepada kita masing-masing; yang ditunjukkan-Nya melalui anak Yesus di kandang. Di dalam kandang ini tangan anak Yesus selalu terbuka. Dia mengatakan: "Serahkan kepada saya segala beban hidupmu".
Siapa di antara kita yang tidak ada beban hidup? Siapa di antara kita yang hidup selalu senang? Siapa di antara kita yang tidak pernah merasa susah? Siapa di antara kita yang hidup tanpa merasa cemas: cemas akan masa depannya, cemas akan masa depan orang-orang yang dicintainya? Siapa di antara kita yang tidak pernah merasa gagal dalam hidup dan dengan itu merasa tertekan?
Sebab itu, kita mau serahkan "segala yang kurang": kurang sehat, kurang sabar, kurang berhasil, kurang senang, kurang makan dan kurang pakaian serta segala jenis kekurangan lainnya. Juga kita mau serahkan "segala yang hancur": masa depan yang hancur karena rencana gagal; hubungan dengan sesama yang hancur, karena kata-kata atau perbuatan-perbuatan yang jahat; nasib anak-anak yang hancur karena pengaruh buruk; suasana aman dan damai yang hancur karena tingkah laku yang tidak sesuai dengan hukum Tuhan; hati yang hancur karena tertekan; hubungan dengan Tuhan yang hancur karena dosa dan kesalahan kita.
Semuanya ini kita serahkan pada hari Natal ini kepada anak Yesus, karena Dia datang untuk menambah yang kurang dalam diri dan hidup kita; Dia datang untuk memperbaiki dan menyempurnakan yang hancur dalam diri dan hidup kita.
Maka kabar sukacita yang disampaikan oleh Malaikat pada hari Natal juga berlaku untuk kita. "Jangan takut, Kristus Penyelamat datang untuk menopang hidup kita; dengan menambah yang kurang; memperbaiki yang hancur; menjernihkan yang keruh; mengampuni yang bersalah dan membebaskan dari belenggu dosa."
Pesta Natal berarti, Tuhan datang untuk bertemu dengan kita. Juga Pesta Natal berarti kita manusia datang untuk bertemu dengan Tuhan dalam diri anak Yesus di kandang. Dengan tangan terbuka Anak Yesus minta supaya kita dengan penuh iman menyerahkan segala yang kurang dan hancur dalam diri dan hidup kita. Dan sebagai Juruselamat, Tuhan akan menamba yang kurang dan menyempurnakan yang hancur dalam diri dan hidup kita. Dengan ini kita menjadi orang yang berkenan pada Tuhan sehingga dapat merasakan damai Natal.
Doa: Allah Bapa kami yang Mahabiak, kelahiran Yesus Kristus PuteraMu di Betlehem, SabdaMu yang telah menjelma, Kaujadikan dasar dan puncak iman kepercayaan kami. Kami mohon rahmatMu agar selalu dapat bersatu dengan Dia, Penyelamat kami umat manusia, yang hidup ....Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Pesta Natal. Natalku, Natalmu, Natal kita bersama. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus....Amin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar