
Renungan Katolik Hari Ini: Berjalan Mendahului Tuhan dalam Roh dan Kuasa
Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus, mari kita simak renungan Katolik hari ini yang mengajak kita untuk berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa. Renungan ini disampaikan oleh Pastor John Lewar, SVD, dan merupakan bagian dari perayaan hari Sabtu Biasa Pekan II Adven, dengan peringatan wajib Santa Lusia Perawan dan Martir serta Santa Odilia atau Ottilia Pengaku Iman. Warna liturgi hari ini adalah merah.
Bacaan Liturgi
Bacaan Pertama: Sirakh 48:1-4.9-11
Elia akan datang lagi. Dahulu kala tampillah Nabi Elia bagaikan api. Perkataannya membakar laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan atas orang Israel, dan karena geramnya, jumlah mereka dijadikannya sedikit. Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya dan api diturunkannya sampai tiga kali. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu! Siapa dapat memegahkan diri sama dengan dikau? Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda berapi. Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, untuk mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub. Berbahagialah orang yang telah melihat engkau, dan yang meninggal dalam kasih.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2ac.3b.15-16.18-19
Ref. Bangkitkanlah, ya Tuhan, kegagahan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami.
Hai gembala Israel, pasanglah telinga-Mu, Engkau yang duduk di atas para kerub, tampillah bersinar. Bangkitkanlah keperkasaan-Mu, dan datanglah menyelamatkan kami. Ya Allah semesta alam, kembalilah, pandanglah dari langit, dan lihatlah! Tengoklah pohon anggur ini, lindungilah batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu! Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang ada di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan. Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu; Biarkanlah kami hidup, maka kami akan menyerukan nama-Mu.
Bait Pengantar Injil: Lukas 3:4.6
Ref. Alleluya, allelya, alleluya
Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
Bacaan Injil: Matius 17:10-13
Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya turun dari gunung, para murid bertanya kepada-Nya, "Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu?" Yesus menjawab, "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka." Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
Elia adalah seorang nabi besar di Israel. Dia berjuang untuk mengembalikan Israel kepada Yahwe atau Allah. Lawan yang harus dihadapi adalah raja Ahab dan istrinya Izebel, yang membawa dewa-dewa Baal. Elia menubuatkan bahwa tidak akan ada embun atau hujan di Israel, karena ketidakpercayaan mereka kepada Yahwe. Dia melarikan diri dari kejaran raja yang ingin membunuhnya. Ia tinggal di pinggir sungai Kerit dan diberi makan oleh burung gagak. Di sana dia menolong seorang janda di Safrat daerah Sidon karena kekeringan dan kelaparan.
Elia menantang raja Ahad untuk mengumpulkan nabi-nabi Baal. Ada 450 orang. Nabi-nabi Baal itu ditantang untuk memanggil dewa-dewinya agar menurunkan api di atas korban. Nabi-nabi baal tidak berhasil, sedang doa Elia didengarkan Yahwe. Kurban di atas mesbah disambar api dari langit. Melalui peristiwa itu, orang banyak mulai percaya kepada Yahwe, mereka mengakui Yahwe adalah Tuhan. Lalu mereka menangkap nabi-nabi palsu itu dan membunuhnya. Elia terus saja diancam untuk dibunuh. Ancaman itu kali ini datang dari Izebel, istri raja. Ezebel tidak terima nabi-nabinya dibunuh. Selain itu Elia mengkritik raja Ahab karena hasutan Izebel untuk merebut tanah Nabot di Yizreel. Dia merasa selalu diganggu oleh Elia. Dia ingin membalas dendam karena kematian nabi-nabinya. Elia melarikan diri lagi ke padang gurun dan tinggal di gunung Horeb. Di sana dia bertemu dengan Tuhan dalam hembusan angin sepoi-sepoi.
Kitab Putra Sirakh menggambarkan sosok Elia sebagai nabi agung yang berkuasa dalam nama Tuhan, mendatangkan kelaparan sebagai hukuman, menurunkan api dari langit. Tampilan Elia itu begitu mengagumkan dan memberi harapan sehingga nabi Maleakhi meramalkan bahwa Elia akan datang kembali mendahului Tuhan pada hari besar yang dashat (Maleakhi 4: 5). Putra Sirakh menyerukan betapa bahagianya orang yang mengenal kedatangan Elia seperti itu.
Yohanes Pembaptis datang membawa roh nabi Elia. Dia berusaha mengembalikan umat pilihan kepada Allah. Pesan Malaikat Gabriel tentang kelahiran Yohanes Pembaptis. Ia berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya. Ajakan pertobatan dari Yohanes Pembaptis dalam rangka mempersiapkan kedatangan Anak Manusia. Yohanes Pembaptis juga menegur raja Herodes karena perkawinannya dengan Herodias tidak sah. Ia merebut istri saudaranya, Filipus. Karena hal itu, Yohanes ditangkap, dimasukkan dalam penjara dan dipenggal kepalanya.
Yesus pun menubuatkan diriNya yang akan diperlakukan sama seperti Yohanes Pembaptis. Ia ditolak oleh bangsaNya sendiri dan dihukum mati di salib. Yesus berkata: Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia dan memperlakukannya seturut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita oleh mereka.
Bacaan-bacaan suci hari ini, nampak jelas bahwa salah satu alasan beberapa orang menolak Yesus sebagai Mesias, adalah karena dalam pandangan mereka kedatangan Mesias didahului dengan kedatangan kembali Elia. Karena fokus mereka pada kedatangan Elia, maka mereka terus menanti dan lupa bahwa isi warta yang disampaikan oleh Elia, isi warta ini sekarang dinubuatkan oleh Yohanes Pembaptis. Di satu sisi mereka memberi perhatian pada Elia, di sisi lain mereka tetap gagal memahami apa yang diwartakan oleh Elia.
Beberapa tokoh yang terlibat dalam penantian disebut-sebut namanya dalam pewartaan Sabda, tetapi kita tetap dihimbau untuk memberi perhatian lebih pada penantian akan kedatangan Tuhan Yesus, Sang Mesias. Biarlah Yesus Kristus menjadi pusat keberadaan kita dan ajaran-ajaranNya memberikan makna yang lebih dalam tentang kehidupan ini.
Pada masa Adven ini, mari kita tidak bertegar hati melainkan mendengarkan warta Yohanes Pembaptis untuk berbalik kepada Allah. Gereja menyiapkan kita agar pantas menyambut kedatangan Putera Manusia, yakni Yesus Tuhan kita, Pembawa Damai. Damai di bumi, damai di hati.
Doa
Ya Allah Bapa kami, utuslah Dia, yang lebih agung daripada para nabi. Utuslah Dia, SabdaMu sendiri, agar kami dapat lebih beriman kepadaMu. Demi Yesus Kristus ...Amin.
Sahabatku yang terkasih, Selamat Hari Sabtu Pekan II Adventus. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar