Renungan Malam: Saat Waktunya Tiba

Renungan Malam: Saat Waktunya Tiba

Ayat Renungan Firman Tuhan

Dalam kitab 2Samuel 5:1-2, terdapat ayat renungan firman Tuhan yang mengatakan:

"Lalu datanglah segala suku Israel kepada Daud di Hebron dan berkata: 'Ketahuilah, kami ini darah dagingmu. Telah lama, ketika Saul memerintah atas kami, engkaulah yang memimpin segala gerakan orang Israel. Dan Tuhan telah berfirman kepadamu: Engkaulah yang harus menggembalakan umat-Ku Israel, dan engkaulah yang menjadi raja atas Israel.'"

Proses Daud untuk menjadi seorang raja tidak terjadi secara instan. Meskipun prosesnya cukup panjang, pada akhirnya pengurapan Tuhan atasnya sebagai raja menjadi sebuah fakta yang nyata.

Ketika waktunya tiba, maka terbukti bahwa pengurapan Samuel atas Daud bukanlah sesuatu yang dilakukan secara asal-asalan, bukan pula hasil dari kehendak Samuel sendiri. Melainkan benar-benar sebuah pengurapan yang dikehendaki oleh Tuhan. Untuk menerima janji dari pengurapan itu, Daud harus bersabar dalam menantikan perwujudannya.

Demikian juga dengan kita, dalam menantikan manifestasi janji Allah, janji firman-Nya perlu dihadapi dengan kesabaran dalam proses, setia dalam iman, dan taat kepada Tuhan sampai apa yang dijanjikan oleh firman-Nya terjadi atas kita.

Proses Kehidupan Daud

Ayat selanjutnya, yaitu 3 dan 4 dari kitab 2Samuel, menyebutkan:

"Maka datanglah semua tua-tua Israel menghadap raja di Hebron, lalu raja Daud mengadakan perjanjian dengan mereka di Hebron di hadapan Tuhan; kemudian mereka mengurapi Daud menjadi raja atas Israel. Daud berumur tiga puluh tahun, pada waktu ia menjadi raja; empat puluh tahun lamanya ia memerintah."

Proses yang dilalui Daud untuk sampai menjadi raja sangat berliku-liku, seperti naik dan turun gunung, penuh ancaman dan tantangan. Ketika Daud diurapi pertama kali oleh Samuel, usianya diperkirakan sekitar 17 tahun. Jadi butuh sekitar 13 tahun proses pembentukan dan penggemblengan hingga ia benar-benar menjadi seorang raja.

Bagi sebagian orang, usia 30 tahun dianggap belum layak menjadi pemimpin. Namun, dalam kasus Daud, gemblengan situasi dan pengalaman telah mendewasakannya untuk menjadi seorang raja. Namun, yang terutama adalah pengurapan Tuhan dan penyertaan-Nya yang memampukannya.

Pengurapan Tuhan dan Janji-Nya

Kita perhatikan disini bahwa semua suku Israel datang kepada Daud dan menobatkannya menjadi raja atas seluruh Israel. Apa yang menjadi rhema firman Tuhan bagi kita? Segala sesuatu yang Tuhan janjikan melalui firman-Nya pasti akan terjadi. Ketika waktunya tiba, maka gerakan itu akan datang dengan sendirinya, bukan dengan usaha mati-matian kita.

Daud tidak memaksakan dirinya menjadi raja atas semua suku Israel, tetapi semua suku Israel yang menobatkannya menjadi raja atas semuanya. Kita semua hendaknya setia selalu dalam menjalani keadaan apapun yang sulit, penuh tantangan, menekan, atau mengancam kita.

Jangan kehilangan iman dalam keadaan-keadaan demikian. Jangan kehilangan kepercayaan kepada Tuhan, tetaplah mengandalkan Tuhan. Kita adalah orang-orang yang diurapi Tuhan oleh Roh Kudus-Nya atas kita.

Kepercayaan dan Pengurapan

Dalam 1Yohanes 2:20 dikatakan, “Tetapi kamu telah beroleh pengurapan dari Yang Kudus dan dengan demikian kamu semua mengetahuinya.” Kita semua punya pengurapan dari Allah oleh karena iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus, dan karena itu percayalah bahwa setiap jalan kehidupan kita diketahui oleh Tuhan dan dituntun oleh Tuhan.

Akan ada saatnya yang sudah Tuhan tetapkan untuk menggenapi rencana-Nya yang indah atas setiap kita masing-masing. Dan ketika waktunya itu tiba, waktu penggenapan rencana-Nya itu terjadi di atas kita, bersyukurlah dan jadikanlah hidup kita terus sebagai alat kemuliaan Tuhan.

Kerjakan apa yang Tuhan percayakan dengan setia dan tetaplah mengasihi Tuhan.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan