Resepsi Pernikahan Viral Tanpa Makanan, WO Ayu Puspita Ditangkap

Resepsi Pernikahan Viral Tanpa Makanan, WO Ayu Puspita Ditangkap

Penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita Terungkap

Penipuan yang dilakukan oleh wedding organizer (WO) Ayu Puspita kini terbongkar dan menarik perhatian publik. Polisi telah menahan lima orang terkait kasus ini, termasuk Direktur WO tersebut beserta empat stafnya.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, Kompol Onkoseno Grandiarso Sukahar, mengatakan bahwa kelima tersangka yakni APD, HE, BDP, DHP, dan RR diduga melakukan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan berdasarkan Pasal 378 dan atau 372 KUHP.

Penipuan tersebut terungkap setelah sebuah acara pernikahan berantakan karena pihak WO tidak menyediakan hidangan sesuai kesepakatan. Acara tersebut berlangsung di Pelindo Tower Yos Sudarso No 9 RT 006 RW 013 Rawabadak Utara Koja Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025) pukul 19.00 WIB.

"Pelapor yang ingin melangsungkan pernikahan menggunakan wedding organizer Ayu Puspita telah melunasi biaya resepsi Rp82.740.000 ke rek BCA atas nama Ayu Puspita Dinanti ketika waktu resepsi ternyata pihak wedding organizer tidak menyiapkan fasilitas sesuai dengan kesepakatan," ujar Onkoseno kepada wartawan Senin (8/12/2025).

Pihak WO juga tidak menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Setelah viralnya pernikahan tanpa hidangan, banyak korban lainnya menyatakan menjadi korban dugaan penipuan atau penggelapan dari WO tersebut.

Total ada 87 korban lainnya yang menggunakan jasa WO Ayu Puspita. Korban-korban ini berasal dari berbagai profesi seperti swasta, ASN hingga Polri.

Polisi telah melakukan tindak lanjut dengan mengamankan para terlapor, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, serta menyita barang bukti seperti transfer, print out WhatsApp, data catering, dan panduan acara pernikahan.

Profil Ayu Puspita

Ayu Puspita dikenal sebagai pemilik WO yang mempromosikan paket lengkap termasuk venue, dekorasi, catering, hingga layanan dokumentasi. Alamat operasional WO terduga pelaku berada di Jl. H. Siun 2C No. 51A, Ceger, Jakarta Timur.

Berdasarkan informasi yang beredar, uang penipuan terhadap ratusan calon pengantin di Jakarta ternyata digunakan untuk membeli rumah mewah dan jalan-jalan ke luar negeri. Ratusan pasangan yang terdampak merasa kecewa atas tindakan terduga pelaku.

Banyak dari mereka yang menabung bertahun-tahun untuk pesta pernikahan kini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan dana. Kasus ini memicu sorotan luas dan desakan agar pihak berwenang segera menindaklanjuti demi melindungi hak korban.

Pengakuan Ayu Puspita Soal Rumah Mewah

Ayu Puspita mengakui bahwa manajemen keuangan perusahaannya berantakan. Dana dari klien baru dan pameran digunakan untuk menutup tanggungan acara sebelumnya. Namun, skema ini akhirnya runtuh dan menyebabkan kerugian besar bagi para calon pengantin.

“Saya menggunakan sebagian dana untuk membayar uang muka rumah, tapi sedang berusaha menjual rumah tersebut untuk mengembalikan uang klien,” ujar Ayu.

Rumah mewah yang dibeli Ayu bahkan tidak diketahui RT/RW setempat, menimbulkan kemarahan publik. Salah satu korban, Samuel, menceritakan pengalamannya saat pesta di Gedung Pelindo, Jakarta Utara, pada 6 Desember 2025. Meskipun sudah membayar lunas Rp 82 juta, katering tidak hadir dan tamu pulang lebih awal.

Keluarga terpaksa memesan makanan melalui GoFood agar acara bisa tetap berjalan. “Kami sudah booking villa di Bali untuk bulan madu, tapi sekarang harus fokus ke kasus penipuan ini,” kata Samuel.

Sementara itu, sepupu korban bernama Nana juga mengungkapkan betapa kacau situasi di resepsi sepupunya. “Acara sudah mulai, tapi katering sama sekali tidak ada. Keluarga harus inisiatif pesan makanan dadakan,” ujarnya.

Kedua mempelai pun menangis di panggung, dan orang tua keduanya terlihat syok. Kejadian ini menjadi peringatan bagi calon pengantin untuk selalu memeriksa kredibilitas wedding organizer, memastikan kontrak dan layanan benar-benar jelas sebelum melakukan pembayaran.

Skema yang Dijalankan Ayu Puspita

Skema yang dijalankan Ayu Puspita disebut mirip ponzi, di mana uang dari klien baru digunakan untuk membayar tanggungan sebelumnya. Dana korban dilaporkan digunakan untuk keperluan pribadi, termasuk berlibur ke luar negeri dan membeli rumah mewah di Jakarta.

Dalam linimasa media sosial, banyak korban yang mendatangi kediaman Ayu untuk meminta pertanggungjawaban. Rumah mewah yang dibeli Ayu bahkan tidak diketahui RT/RW setempat, menimbulkan kemarahan publik.

Kasus WO Ayu Puspita kini tengah ditangani pihak kepolisian untuk memastikan hak para korban terpenuhi.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan