Reses Pematang Sulur Jambi: Kemas Faried Janjikan Bantuan UMKM dan Honor Guru PAMI

Reses Pematang Sulur Jambi: Kemas Faried Janjikan Bantuan UMKM dan Honor Guru PAMI

Fokus Aspirasi Masyarakat: UMKM, Guru PAMI, dan Infrastruktur

Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menggelar reses III tahun 2025. Kegiatan ini dilakukan di Perumahan Benfica, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura. Reses ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, termasuk masalah menurunnya jumlah UMKM, kendala honor guru PAMI karena aturan perwal, kebutuhan modal, serta perbaikan jalan menuju masjid dan pemakaman.

Masalah yang Diangkat oleh Warga

Warga Pematang Sulur menyampaikan berbagai keluhan terkait kondisi UMKM yang semakin menyusut. Menurut Lurah Pematang Sulur, Wati Gustenti, ada sekitar 200 UMKM yang dibina di wilayah tersebut, namun jumlahnya terus berkurang. Ia meminta perhatian khusus dari pemerintah agar bisa membantu para pelaku usaha kecil ini.

Selain itu, masalah honorarium guru PAMI juga menjadi sorotan. Ada 39 guru PAMI di Kelurahan Pematang Sulur, namun beberapa di antaranya tidak dapat menerima insentif karena batas usia yang ditentukan dalam perwal. Dari total 39 guru, lima orang di antaranya tidak bisa diakomodir. Wati berharap perwal tersebut ditinjau kembali agar mereka bisa kembali semangat dalam menjalankan tugasnya.

Program yang Sudah Dilaksanakan

Kemas Faried menegaskan bahwa reses ini adalah wadah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Ia telah melakukan berbagai program seperti perbaikan jalan, lampu jalan, dan lainnya. Selain itu, ia juga memiliki program untuk pekerja rentan dengan membayarkan premi satu tahun BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk tahun 2026, Kemas Faried akan memperjuangkan usulan penyediaan satu unit mobil jenazah untuk Kecamatan Telanaipura dan Danau Teluk. Mobil jenazah ini akan ditempatkan di Masjid Al Husen dan digunakan secara gratis. Biaya operasional seperti sopir dan bahan bakar akan dibiayai dari dana kas masjid.

Aspirasi dari Ibu-Ibu Majelis Taklim dan UMKM

Beberapa ibu-ibu majelis taklim dan pelaku UMKM juga menyampaikan aspirasi mereka. Fitri, ketua UMKM emak-emak juara untuk Kecamatan Telanaipura, mengusulkan bantuan modal bagi UMKM. Meski ada program dari wali kota dan Bank Harkat, proses pencairannya sangat sulit. Ia juga meminta bantuan seragam batik untuk anggota UMKM.

Sementara itu, Yunita warga RT 17 Masjid Al Ansor menyampaikan aspirasi terkait perbaikan jalan menuju masjid dan pemakaman yang rusak. Ia memohon agar masalah ini segera diperhatikan.

Tindak Lanjut dari Ketua DPRD

Menjawab aspirasi masyarakat, Kemas Faried akan memperjuangkannya. Terkait permodalan UMKM, ia akan berkoordinasi dengan Baznas dan mencari solusi alternatif. Untuk bantuan seragam batik, ia akan menampung aspirasi tersebut.

Terkait guru PAMI, Kemas Faried akan berkoordinasi dengan bagian hukum dan Pemkot Jambi untuk membicarakan masalah perwal mengenai batas usia. Ia juga menyatakan akan membantu honorarium lima guru PAMI dari Januari hingga Desember menggunakan dana pribadi.

Di akhir acara, Kemas Faried menyerahkan bantuan untuk majelis taklim dan peralatan untuk UMKM, seperti lemari pendingin, mesin jahit, kompor gas, freezer, dan banyak lainnya.


Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan