
Ringkasan Cepat (Key Takeaways)
Debut Fenomenal: Saham SUPA resmi melantai hari ini dan harga langsung melesat menyentuh level tertinggi Rp790 (naik signifikan dari harga IPO Rp635).
Ekosistem Raksasa: Kepercayaan investor didorong oleh dukungan pemegang saham "Naga" seperti Grab, OVO, Emtek, Singtel, dan KakaoBank.
Pertumbuhan Eksponensial: Jumlah pengguna aktif meroket dari di bawah 20.000 (April 2024) menjadi 4 juta pengguna (Juni 2025).
Produk Unggulan: Fitur pinjaman digital "Pinjaman Atur Sendiri" (PAS) mencatat pertumbuhan lebih dari 130% dalam 6 bulan.
Penantian Panjang Akhirnya Terjawab
Hari ini, Rabu (17/12/2025), PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) resmi mencatatkan saham perdananya (Listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Antusiasme investor terhadap bank digital yang disokong oleh ekosistem teknologi raksasa ini terbukti sangat tinggi. Sesaat setelah bel pembukaan perdagangan berbunyi, saham SUPA langsung bergerak agresif di zona hijau.
Pantauan Perdagangan: Langsung Tancap Gas ke ARA
Berdasarkan data perdagangan sesi pertama pukul 11:56 WIB, saham SUPA tercatat menyentuh level tertinggi di Rp790 per lembar saham. Jika dibandingkan dengan harga penawaran umum (IPO) yang ditetapkan di Rp635, saham ini mencatatkan kenaikan sekitar 24,4%, yang mendekati batas Auto Rejection Atas (ARA) untuk rentang harga tersebut.
Data perdagangan menunjukkan likuiditas yang tinggi:
- Volume Transaksi: 3.857.700 lembar saham.
- Nilai Transaksi: Rp3,04 Miliar.
- Frekuensi: 5.186 kali transaksi.
- Kapitalisasi Pasar: Kini menembus Rp18,08 Triliun.
Tingginya minat beli ini tak lepas dari peran para penjamin emisi efek (Underwriters) ternama seperti Mandiri Sekuritas (CC), Bahana Sekuritas (DX), dan CLSA Sekuritas (KZ) yang sukses mengawal proses Book Building hingga Listing.
Kekuatan "Avengers" di Balik Superbank
Kenaikan harga saham SUPA bukan tanpa alasan fundamental. Investor menaruh kepercayaan besar pada jajaran pemegang saham strategis di belakangnya. Tidak main-main, SUPA didukung oleh konsorsium "Avengers" di industri teknologi dan keuangan:
- Grup Emtek: Konglomerasi media dan teknologi terbesar di Indonesia.
- Grab & OVO: Dua platform digital dengan basis pengguna harian terbesar.
- Singtel: Raksasa telekomunikasi Asia.
- KakaoBank: Bank digital terkemuka asal Korea Selatan yang terkenal dengan inovasi UI/UX-nya.
Integrasi langsung dengan aplikasi Grab dan OVO menjadi "senjata rahasia" SUPA. Per 30 Juni 2025, tercatat sekitar 64,4% pengguna aplikasi Superbank diakuisisi langsung melalui ekosistem Grab dan OVO. Hal ini menekan biaya akuisisi nasabah (Customer Acquisition Cost) secara signifikan dibandingkan bank digital konvensional.
Kinerja Kilat: 4 Juta Nasabah dalam Setahun
Prospektus perseroan mengungkapkan data pertumbuhan yang mencengangkan. Sejak peluncuran publik aplikasi pada Juni 2024, SUPA berhasil meningkatkan jumlah pengguna aktif dari di bawah 20.000 (April 2024) menjadi sekitar 4 juta pengguna aktif per 30 Juni 2025.
Selain simpanan, sisi penyaluran kredit juga tumbuh subur. Produk unggulan Pinjaman Atur Sendiri (PAS), sebuah pinjaman digital tanpa agunan, mencatat peningkatan lebih dari 130% dari periode Desember 2024 hingga Juni 2025. Fleksibilitas produk ini dinilai sangat cocok dengan segmen underbanked dan UMKM yang menjadi target utama perseroan.
Prospek Ke Depan
Dana segar hasil IPO yang melepas 13% saham ke publik ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan ekspansi kredit. Dengan dukungan teknologi dari KakaoBank dan basis data pengguna dari Grab/OVO, SUPA diprediksi akan menjadi penantang serius di peta persaingan bank digital Indonesia pada tahun 2026 mendatang.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar