Resmi! Tiga Pemain Persebaya Diboyong Rp 16,07 Miliar Lawan Persijap Jepara

nurulamin.pro—
Persebaya Surabaya kembali memperkuat skuadnya dengan tiga pemain yang dianggap sebagai amunisi penting dalam laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026 melawan Persijap Jepara. Ketiga pemain tersebut memiliki nilai pasaran mencapai Rp16,07 miliar dan menjadi harapan besar bagi Green Force menjelang pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (27/12/2025).

Kembalinya pemain inti ini memberikan dampak positif terhadap komposisi tim. Mereka membawa pengalaman dan kualitas yang sangat dibutuhkan untuk menghadapi lawan yang berada di posisi bawah klasemen sementara. Pelatih caretaker Persebaya, Uston Nawawi, menyatakan bahwa persiapan tim berjalan sesuai rencana. Ia menilai kondisi tim semakin baik dan siap menghadapi laga penting ini.

Tiga pemain yang kembali adalah Risto Mitrevski, Bruno Moreira, dan Francisco Rivera. Masing-masing dari mereka memiliki nilai pasar yang tinggi dan diharapkan bisa memberikan kontribusi signifikan. Risto Mitrevski dengan nilai pasar Rp2,17 miliar dikenal sebagai pemain bertahan yang tangguh. Sementara itu, Bruno Moreira dan Francisco Rivera masing-masing bernilai Rp6,95 miliar dan menjadi motor serangan utama Persebaya.

Ketiganya telah mengikuti sesi latihan penuh dan siap diturunkan dalam laga nanti. Kehadiran mereka membuat atmosfer latihan semakin kompetitif dan penuh antusiasme. Uston Nawawi menekankan kepada pemain agar tidak meremehkan Persijap meskipun saat ini berada di posisi bawah klasemen. Fokus dan disiplin menjadi kunci utama untuk meraih hasil maksimal.

“Target kami jelas, yaitu tampil maksimal dan berusaha mendapatkan hasil positif. Tapi yang utama, pemain menjalankan rencana permainan dengan baik,” ujarnya. Ia berharap seluruh pemain bisa menerapkan taktik sesuai skema yang disiapkan.

Dalam performa musim ini, Persebaya Surabaya menunjukkan stabilitas yang cukup baik. Dari 14 pertandingan, mereka mencatat empat kemenangan, tujuh hasil imbang, dan tiga kekalahan. Produktivitas gol mencapai 17 gol dengan 15 gol yang tercipta dari serangan. Statistik ini menunjukkan keseimbangan antara lini serang dan pertahanan yang masih bisa ditingkatkan.

Di sektor penyerangan, Persebaya mengandalkan alur permainan dari umpan ke umpan. Dari total 61 umpan kunci, sembilan gol lahir. Jumlah tembakan mencapai 136 dengan 56 di antaranya mengarah ke gawang. Akurasi tembakan sebesar 42 persen menjadi catatan yang masih bisa dimaksimalkan.

Permainan tim juga didukung oleh sirkulasi bola yang rapi. Dari 4.373 umpan yang dilepaskan, sebanyak 3.450 berhasil dengan akurasi 79 persen. Umpan silang dan umpan terobosan menjadi senjata tambahan dengan masing-masing 178 dan 80 percobaan. Variasi ini diharapkan semakin efektif dengan hadirnya Bruno Moreira dan Francisco Rivera.

Di sektor pertahanan, Persebaya mencatat dua laga tanpa kebobolan dari 14 pertandingan. Jumlah intersep mencapai 288 dengan 245 sapuan, menunjukkan kerja keras lini belakang. Catatan disiplin tim juga menjadi perhatian dengan total 24 kartu kuning dan lima kartu merah. Uston berharap kedewasaan bermain terus meningkat agar tidak merugikan tim.

Dengan kembalinya tiga amunisi berharga, Persebaya Surabaya membawa harapan besar untuk tampil lebih dominan. Laga melawan Persijap Jepara menjadi momentum penting untuk menjaga tren positif dan memperbaiki posisi di klasemen.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan