Penangkapan Bupati Lampung Tengah oleh KPK
Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, ditangkap dalam sebuah operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan ini dilakukan dalam rangka penyelidikan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa suap terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).
Penangkapan tersebut telah dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menangkap Ardito Wijaya beserta sejumlah pihak lain dalam operasi senyap yang digelar pada awal pekan ini.
Tanggapan dari Partai Golkar
Saat dikonfirmasi, Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, M Sarmuji, menyebut bahwa Ardito merupakan kader partai yang baru masuk. Menurutnya, Ardito belum sepenuhnya mantap sebagai kader partai karena sebelumnya ia pernah mencalonkan diri dalam Pilkada menggunakan partai lain.
"Ya sepertinya baru masuk, baru masuk belum mantap bener. Dulu dia nyalon di pilkada pakai partai lain. Terus ini baru saja keliatan masuk (Golkar) beberapa saat lalu," ujarnya.
Selain itu, Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengaku belum mendapatkan informasi soal penangkapan Bupati Lampung Tengah tersebut. Ia hanya menyampaikan bahwa partainya akan menghormati semua proses hukum dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Profil Bupati Ardito Wijaya
Ardito Wijaya adalah seorang dokter lulusan Universitas Trisakti pada tahun 2005. Sebelum terjun ke dunia politik, ia bekerja sebagai tenaga kesehatan di Lampung Tengah. Selama beberapa tahun, ia menjadi dokter muda di Puskesmas Seputih Surabaya dan Rumbia.
Pada tahun 2014, Ardito dipercaya menjadi Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit atau P2P di Dinas Kesehatan Lampung Tengah, hingga tahun 2016. Selain di bidang kesehatan, ia juga memiliki pengalaman organisasi yang cukup luas.
Ia pernah menjadi koordinator Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lampung Tengah dari tahun 2016 hingga 2019. Selain itu, ia juga aktif dalam berbagai organisasi seperti Karang Taruna Kota Metro, Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) AMPI Partai Golkar Provinsi Lampung.
Keterlibatan dalam Pilkada
Ardito Wijaya pada Pilkada 2024 diusung PDI Perjuangan walau dia bukan kader partai tersebut. Fungsionaris PDIP Lampung Watoni Noerdin mengatakan bahwa saat itu Dito adalah kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, PKB tidak mengusungnya. Akhirnya, PDI Perjuangan berdiri sendiri untuk menjaga demokrasi.
PDIP tidak pernah melantik Ardito sebagai kader setelah terpilih menjadi bupati. Meski diusung PDIP, partai hanya meminta Ardito menjalankan visi-misi pemerintahan selaras dengan agenda perjuangan PDI Perjuangan.
Gabung Partai Golkar
Ardito dilantik sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Partai Golkar Wilayah Lampung 2 pada Minggu (30/11/2025). Saat ini, ia telah menyatakan diri sebagai kader Partai Golkar, meskipun PDI Perjuangan tetap menjadi partai pengusung saat Pilkada.

Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar