
Laga Tunda BRI Super League 2025/26: Reuni Emosional dan Persaingan Sengit
Laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/26 antara Bali United FC dan Dewa United Banten FC tidak hanya menjadi ajang persaingan antar tim, tetapi juga menyajikan momen reuni emosional yang menarik perhatian. Dua mantan rekan setim, Brandon Wilson dan Privat Mbarga, kembali bertemu dalam laga ini. Pertandingan yang digelar Senin (29/12) sore di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, menjadi pertama kalinya keduanya saling berhadapan sejak tidak lagi berseragam Serdadu Tridatu.
Pada musim lalu, Brandon Wilson dan Privat Mbarga pernah menjadi bagian penting dari Bali United di bawah arahan Stefano Cugurra, pelatih yang kini menukangi PS Barito Putera. Kedekatan mereka baik di dalam maupun luar lapangan menjadikan duel ini sarat nuansa nostalgia. Meski begitu, Brandon menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi prioritas utama selama 90 menit pertandingan.
“Privat adalah teman yang sangat baik saat kami bersama di sini. Tapi besok, selama 90 menit, kami adalah lawan. Setelah pertandingan selesai, kami akan kembali salaman sebagai teman,” ujar Brandon Wilson.
Brandon mengakui peran besar Privat Mbarga pada musim lalu, khususnya sebagai motor serangan Bali United. Namun kali ini, gelandang bertahan bernomor punggung 6 tersebut justru harus fokus meredam ancaman dari mantan rekannya itu. Motivasi Brandon semakin berlipat karena ia kembali tampil setelah absen pada laga sebelumnya akibat akumulasi kartu.
Ia mengaku memanfaatkan waktu jeda tersebut untuk meningkatkan kondisi fisik dan kesiapan bertanding. “Saya tidak bermain pekan lalu, jadi saya gunakan waktu itu untuk latihan lebih maksimal, mulai dari gym sampai latihan di lapangan. Saya siap 100 persen untuk pertandingan besok,” tegasnya.
Kondisi Klasemen dan Strategi Pelatih
Saat ini Bali United FC menempati peringkat ke-7 klasemen sementara dengan raihan 20 poin. Sementara Dewa United Banten FC berada di posisi ke-12 dengan 16 poin, dan juga mengincar poin penuh untuk memperbaiki posisi mereka.
Selain Privat Mbarga, lini depan Dewa United juga diperkuat oleh Stefano Lilipaly, yang menjadi ancaman serius bagi pertahanan Bali United. Situasi ini membuat pelatih Bali United, Johnny Jansen, dituntut menyiapkan strategi matang.
Johnny Jansen dan pelatih Dewa United Jan Olde Riekerink sendiri memiliki latar belakang kerja sama di Belanda saat menangani SC Heerenveen, menambah bumbu menarik dalam duel sarat taktik di Gianyar. Hal ini menjadikan laga ini tidak hanya tentang poin, tetapi juga tentang pengalaman dan strategi yang telah terbentuk dari masa lalu.
Fokus pada Performa dan Kepercayaan Diri
Brandon Wilson menunjukkan sikap profesional dalam menghadapi laga ini. Meskipun ada rasa nostalgia, ia tetap berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi timnya. Kehadiran mantan rekan setim seperti Privat Mbarga bisa menjadi motivasi tambahan untuk membuktikan kemampuan diri di lapangan.
Di sisi lain, pelatih Bali United juga menunjukkan penyesuaian strategi untuk menghadapi ancaman dari Dewa United. Dengan adanya pemain seperti Stefano Lilipaly, Johnny Jansen harus memastikan bahwa lini pertahanan dan serangan bisa bekerja secara efektif.
Dalam konteks yang lebih luas, laga ini menjadi simbol dari kompetisi yang semakin ketat di BRI Super League 2025/26. Setiap pertandingan tidak hanya tentang poin, tetapi juga tentang pengembangan tim dan pembuktian diri para pemain. Dengan latar belakang hubungan antara pemain dan pelatih yang kompleks, laga ini menjadi acara yang menarik untuk disaksikan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar