RI targetkan ekspor ke Rusia naik dua kali, incar potensi CPO dan tekstil

Potensi Ekspor Indonesia ke Uni Ekonomi Eurasia

Jakarta Kementerian Perdagangan (Kemendag) memiliki target yang ambisius untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU). Target ini adalah meningkatkan volume ekspor hingga dua kali lipat, dengan komoditas utama yang menjadi andalan adalah minyak sawit (crude palm oil/CPO) dan tekstil.

Uni Ekonomi Eurasia terdiri dari lima negara anggota, yaitu Kazakhstan, Rusia, Armenia, Belarusia, dan Kyrgyzstan. Saat ini, total ekspor Indonesia ke kawasan ini mencapai sekitar US$4,1 miliar. Namun, potensi pasar di EAEU masih sangat besar dan menjanjikan.

Pada tahun 2024, ekspor Indonesia ke EAEU tercatat sebesar US$1,5 miliar, naik sebesar 36% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, impor Indonesia dari kawasan tersebut mencapai US$2,4 miliar, turun 4% dari tahun sebelumnya. Meskipun secara keseluruhan perdagangan belum signifikan, pemerintah optimistis bahwa pertumbuhan ekspor bisa mencapai 100% secara bertahap.

Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, pasar tekstil di EAEU sangat luas, sehingga peluang ekspor produk tekstil Indonesia sangat besar. Ia menyatakan bahwa potensi ekspor CPO dan tekstil dapat menjadi andalan dalam meningkatkan total perdagangan dengan kawasan tersebut.

EAEU juga senang dengan potensi ekspor CPO dan tekstil. Tekstil itu pasarnya sangat besar, ujar Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

Selain CPO dan tekstil, Indonesia juga mengimpor beberapa barang modal dari EAEU, seperti gandum dan pupuk. Proses negosiasi antara Indonesia dan EAEU telah selesai, dan komunikasi terus dilakukan secara intensif. Pemerintah berharap bahwa EAEU Summit pekan depan dapat memperkuat kerja sama dan membuka peluang ekspor baru bagi Indonesia.

Kesepakatan Perdagangan Bebas Antara Indonesia dan EAEU

Seperti diketahui, Indonesia siap menandatangani kesepakatan perdagangan bebas IndonesiaUni Ekonomi Eurasia (IndonesiaEurasia Economic Union Free Trade Agreement/IEAEU FTA) dalam waktu dekat. Saat ini, Indonesia dan EAEU tengah berkoordinasi untuk menentukan waktu penandatanganan perjanjian tersebut.

Pemerintah melalui Kemendag terus melakukan komunikasi intensif dengan Sekretariat EAEU terkait konfirmasi waktu dan tempat penandatanganan yang ditargetkan paling cepat pada 2021 Desember 2025 di EAEU Summit, St. Petersburg, Rusia.

Budi menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen penuh untuk menyelesaikan IEAEU FTA. Kesepakatan ini strategis untuk memperluas akses pasar dan memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dengan kawasan Eurasia, ujarnya.

Adapun, seluruh negara anggota Uni Ekonomi Eurasia tengah berupaya menyelesaikan prosedur internal di tiap negara. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya dalam meningkatkan ekspor dan memperluas pasar luar negeri.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan