
Zikir Akbar di Bireuen Memperkuat Semangat Religius dan Solidaritas
Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), Bupati, Forkopimda, serta masyarakat Bireuen berkumpul di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu untuk mengikuti Zikir Akbar. Acara ini digelar dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama sekaligus sebagai doa bersama bagi korban banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi momen penting yang meneguhkan semangat religius dan solidaritas warga Bireuen. Dengan hadirnya para ASN, pejabat daerah, serta masyarakat, acara ini membuktikan komitmen seluruh pihak dalam membangun daerah yang harmonis dan sejahtera.
Kehadiran Ribuan Peserta
Lapangan RTH Cot Gapu dipenuhi oleh ribuan peserta sejak pagi hari. Para ASN dari Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bireuen hadir dengan seragam putih-hitam, sambil membawa tikar dan alas duduk. Di panggung utama, Bupati Bireuen H Mukhlis, ST, Wakil Bupati Ir H Razuardi, MT, Kakankemenag Bireuen Dr H Zulkifli, SAg, MPd, serta unsur Forkopimda hadir bersama masyarakat.
Acara dimulai dengan upacara peringatan HAB ke-80, di mana Bupati bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat tertulis Menteri Agama RI. Dalam amanatnya, Menag menekankan tema HAB ke-80: “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.” Kerukunan, kata Menag, bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang merajut perbedaan menjadi kekuatan.
Peran Kementerian Agama dalam Pembangunan Daerah
Dalam sambutannya, Kakankemenag Bireuen Dr Zulkifli menegaskan bahwa peran Kementerian Agama sebagai pilar pembangunan daerah. Dengan dukungan 2.674 ASN, 116 madrasah, 17 Kantor Urusan Agama (KUA), serta 145 pesantren, Bireuen memiliki fondasi kokoh untuk mewujudkan cita-cita sebagai Kota Santri.
Sinergi antara Kemenag dan Pemkab Bireuen diwujudkan melalui layanan keagamaan berbasis digital, penguatan penyuluh agama, forum dialog antarumat, serta optimalisasi zakat dan wakaf produktif. Namun, di tengah semangat kolaborasi itu, bencana hidrometeorologi datang tiba-tiba. Banjir bandang dan luapan sungai menghancurkan banyak upaya pembangunan, meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat.
Transformasi Digital dan Program Ekonomi Umat
Transformasi digital yang dilakukan Kemenag sepanjang 2025 telah menghadirkan layanan keagamaan lebih cepat dan transparan. Selain itu, ribuan pesantren dan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat, wakaf, infak, dan sedekah menjadi motor penggerak ekonomi umat.
Zikir Akbar ini menjadi simbol kebersamaan ASN, pemerintah, dan masyarakat Bireuen. Selain memperingati HAB, kegiatan ini juga menjadi doa kolektif agar masyarakat yang terdampak banjir diberi kekuatan.
Dengan lantunan zikir yang menggema di RTH Cot Gapu, semangat religius dan solidaritas warga Bireuen kembali diteguhkan: membangun daerah yang religius, harmonis, dan sejahtera, meski bencana datang silih berganti.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar